jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 27 Oktober 2009

Lutfhi Ishaaq Enggan Disebut Presiden PKS


VIVAnews. Luthfi Hasan Ishaaq, pengganti Tifatul Sembiring di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih enggan berkomentar prioritas programnya menjadi Presiden PKS. Tifatul kini sudah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika.
"Saya malah belum menyiapkan apa-apa. Yang pasti PKS itu kan sudah punya rumusan program. Saya siap melanjutkan apa yang telah dirumuskan itu," kata Luthfi melalui sambungan telepon kepada wartawan, Minggu, 25 Oktober 2009.

Luthfi masih enggan menyebut diri presiden PKS sampai benar-benar dilantik dan serah terima jabatan. "Ya, insya Allah, Selasa," ujar peraih gelar Master bidang Islamic Studies dari Universitas Punjab, Pakistan itu.

Kekagetan Luthfi ditunjuk sebagai pejabat sementara presiden partai bisa dimaklumi. Sebab, di PKS, presiden partai bukanlah orang nomor satu atau pemimpin tertinggi.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah, sistem kepartaian yang dianut mendekati sistem parlementer. "PKS itu kan parlementer. Yang dipilih rutin itu majlis syuro," ujar dia.

Setelah terpilih, Ketua Majelis Syura membentuk kabinet. Ketua Majelis Syura menunjuk presiden partai, sekjen, dan bendahara kemudian ditetapkan melalui musyawarah majelis syura.

"Teknisnya, sebagaimana hak presiden pilih dubes kemudian di-sounding ke DPR kan," ujar Fahri.

Pergantian Tifatul kepada Luthfi diputuskan oleh enam orang yang ada di Pengurus Tingkat Pusat (DPTP). Mereka adalah Ketua Majelis Syura Hilmi Aminudhin, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah DR. Surahman Hidayat, MA., Sekretaris Jenderal Anis Matta, dan Bendahara Mahfud Abdurrahman.


Sumber: politik.vivanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar