jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 08 Oktober 2009

Presiden PKS Akan Buka Rakernas Besok


PK-Sejahtera Online. Rakernas kali ini merupakan ajang konsolidasi nasional pertama kader PKS pasca pemilu Juli 2009 lalu.

Musholli ketua DPP Bidang Kesra yang didapuk menjadi ketua panitia Rakernas mengatakan bahwa utusan dari 33 provinsi sudah siap hadir untuk menyukseskan Rakernas PKS.

"Ini merupakan acara konsolidasi Nasional pertama bagi PKS pasca pemilu kemarin. Sekaligus menyiapkan kajian dan strategi untuk menghadapi pemilu 2014 nanti," papar Musholli.

Rakernas akan diikuti 180 peserta yang terdiri dari 99 unsur DPW (Dewan Pengurus Wilayah) dan sisanya sekitar 81 orang, merupakan utusan DPP, MPP, dan DSP.

Agenda penting dalam Rakernas ini adalah penyiapan bahan dan kertas kerja untuk pelaksanaan Munas (Musyawarah Nasional) 2010.

"Kita ingin munas 2010 nanti sudah siap dengan bahan yang matang untuk digodok menjadi strategi di Pemilu 2014, semua utusan DPW akan memeberikan masukan buat DPP dan sekaligus melaporkan pelaksanaan pemilu kemarin," terang Musholli.

Selain acara rapat kerja, PKS juga akan menggelar diskusi yang bertajuk "Meramal Nasib PKS di Pemilu 2014 melalui Terawangan Pimpinan Media Massa" pada Ahad lusa (11/10) pukul 09.30 wib.

Menurut Mabruri humas PKS acara diskusi ini sengaja dibuat agar PKS mendapatkan input berharga dari pengelola media.

"Teman-teman media biasanya punya data dan ingatan yang kuat tentang sepak terjang parpol. Jadi penting bagi PKS untuk mendengarkan kritik mereka," tambah Mabruri.

Pilkada Surabaya : Yulyani-Jabir Andalkan PKS


DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya sudah menentukan lima kader untuk maju dalam pilwali Surabaya pertengahan 2010. Mereka adalah Yulyani (mantan anggota DPRD Surabaya), Ahmad Jabir (anggota DPRD Jatim), Fatkur Rohman (ketua DPD PKS Surabaya), Akhmad Suyanto (anggota DPRD Surabaya), dan Rofi’ Munawar (anggota DPR).

Nama mereka muncul sesuai hasil survei internal partai tersebut. Saat ini, hasil survei itu mencapai 80 persen.

Anggota Tim Optimalisasi Musyarokah Daerah (Tomda) Akhmad Suyanto mengatakan, Yulyani dan Jabir adalah dua nama yang memiliki tingkat popularitas paling tinggi. Hal itu sesuai dengan pilihan para konstituen dan kader PKS. Berdasar data survei internal partai, mereka saling mengejar untuk menduduki posisi pertama dan kedua. ”Detailnya tidak bisa kita ungkap sekarang. Ya, menunggu persentase perhitungannya komplet dulu. Mungkin bulan depan hasilnya sudah keluar,” ujar Yanto ketika ditemui di gedung DPRD kemarin (24/9).

Yanto menambahkan, segera setelah hasil penjaringan tersebut keluar, Tomda akan melakukan fit and proper test kepada calon yang sudah tersaring. Baru setelah itu, diputuskan calon internal yang paling layak maju menjadi cawali.

Meski begitu, PKS juga akan membuka pintu pendaftaran secara eksternal. Siapa saja boleh mendaftar. Dari situ, Tomda akan menyaring dan memilih figur yang pas. ”Oktober depan, nama-nama itu sudah bisa kita launching,” tegasnya.

Ketua Bapilu PKS Surabaya itu menambahkan, pihaknya juga akan melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Sebab, PKS tidak bisa maju sendiri untuk bertarung dalam pilwali. Di Surabaya, hanya Partai Demokrat dan PDIP yang bisa mengajukan calon tanpa berkoalisi dengan partai lain. ”Kita terbuka pada semua partai,” ujarnya. (nur/oni)


Sumber: Jawa Pos

PKS Sambut Positif Aburizal Bakrie


VIVAnews. DPP Partai Keadilan Sejahtera mengapresiasi terpilihnya Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2014 dalam Musyawarah Nasional di Pekanbaru, Riau.

“Asalkan sesuai prosedur yang dibikin oleh Partai Golkar. Kami menghormati proses. Selamat,” kata Ahmad Mabruri, juru bicara DPP Partai PKS, Kamis 8 Oktober 2009.

Selanjutnya, Mabruri mengatakan belum dapat menganalisis lebih jauh mengenai bagaimana partai berlambang pohon beringin itu ke depan dalam genggaman Aburizal. Sebab, dia belum mengetahui bagaimana program detail Aburizal.

Mabruri menambahkan Aburizal merupakan pemimpin yang memiliki tipikal sama seperti Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Mereka sama-sama pengusaha.

“Tentu beda dengan cara pandang Akbar Tanjung (Ketua Umum DPP Partai Golkar periode (1998-2004) sebagai politisi tulen,” katanya.

Mabruri hanya dapat menilai secara umum bahwa kepemimpinan Aburizal ini tentu akan membawa dampak-dampak ke partai. Hanya saja, pengaruhnya seperti apa pada periode 2009-2014, hal itu hanya dapat diketahui melalui perjalanan partai itu.

Selanjutnya, DPP PKS berharap semua partai politik semakin tumbuh dan kokoh. Selain itu terus melakukan proses demokratisasi sehingga semakin baik.

“Supaya jadi contoh masyarakat bahwa partai bukan hanya untuk cari kekuasaan, tapi untuk pembekalan dan pengkaderan.”

Jika hal itu terbentuk, kata Mabruri, maka masyarakat Indonesia atidak akan apolitis lagi. Sebaliknya, kalau kemudian yang telihat di masyarakat bahwa partai hanya sekedar untuk bagi-bagi kekuasaan, ambisi, tidak ada proses pembekalan dan pengkaderan, maka yang terjadi adalah massa apolitis.

Aburizal memenangkan bursa pemilihan ketua partai berlambang pohon beringin setelah berhasil melewati tiga calon lainnya.

Dalam pemungutan suara, dari 536 suara suara DPD I, DPD II dan organisasi pendiri dan organisasi massa Partai Golkar, Aburizal mengumpulkan 296 suara.

Sedangkan calon terkuat Surya Paloh, hanya berhasil menggalang 240 suara. Sedangkan Yuddy dan Tommy tidak memperoleh suara dalam pemungutan suara


Sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/95401-pks_sambut_positif_aburizal_bakrie

Jambi juga Butuh Bantuan


PK-Sejahtera Online. Gempa yang juga melanda Jambi telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah di 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. Di Kabupaten Kerinci dilaporkan 3 orang meninggal dan lebih dari 1.000 rumah, serta 3 gedung sekolah rusak. Kerusakan menyebar di 16 desa di Kecamatan Gunung Raya, yang terparah adalah di Desa Lolo Gedang, Lolo Kecik, dan Lempur. Kepanduan PKS juga sedang menuju ke lokasi tersebut, namun kehilangan kontak karena jalur komunikasi yang terputus.

Sementara itu Kabupaten Merangin diperkirakan mengalami kerusakan parah di Kecamatan Janggat, diperkirakan 80% rumah hancur. Informasi pasti tentang korban jiwa dan kerusakan belum dapat dilaporkan karena lokasi masih terisolir karena jalan putus. Jalan raya menuju lokasi yang bisa tertempuh dengan kendaraan adalah sejauh 35 km, dan harus disambung lagi dengan berjalan kaki selama 6 jam. Tim Kepanduan PKS sedang berusaha untuk menuju ke lokasi tersebut.

PKS membuka Posko di Kantor DPW PKS Jambi yang beralamat di Jl Kolonel Amir Hamzah, Lorong Mangga No. 28 Kota Jambi, Telp 0741-60943. “DPW PKS Jambi juga secara bergelombang telah mengirimkan 30 relawan dan bantuan ke Sumatera Barat sejak Rabu (30/9)”, Adhi Sudarno, Koordinator Posko DPW PKS Jambi menjelaskan.


Ketua Dewan Pakar PKS kunjungi Padang Pariaman

Ketua Dewan Pakar PKS, Soeripto mengunjungi daerah longsor di Dusun Lubuk Laweh, Nagari Tujuh Koto, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman bersama dengan relawan PKS lainnya, Sabtu (3/10).

Menurut data yang diperoleh para relawan PKS, jumlah korban tewas sedikitnya sebanyak 391 jiwa. Para korban sebagian besarnya tewas karena tertimbun tanah longsor yang terjadi sesaat setelah gempa terjadi. Bahkan saat itu sedang turun hujan dan agak gelap menjelang maghrib sehingga suasana sangat mencekam.

“Longsor terjadi sesaat setelah gempa,” jelas Yohanes Wempi, Ketua DPD PKS Padang Pariaman yang juga Aleg DPRD Tingkat II Kabupaten Padang Pariaman.



"Kami menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana melalui Posko-posko di wilayah di seluruh Indonesia, serta PIP PKS di Luar Negeri.
Salurkan kepedulian Anda melalui Rekening BCA 7600 31 8181 atas nama PKS P2B serta Rekening Bank Mandiri 12700 1111 1117 atas nama PKS"

Robohnya “Rumah Gadang”


Oleh: Presiden PKS, Tifatul Sembiring
---------------------------------------------


"Ondeh rang rantau…. dangalah… Minang Maimba" Lirik Lagu: Elli Kasim (Wahai para perantau, dengarkanlah Minang memanggil)

Berjalan menyusuri kawasan gempa Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, membuat hati ini terenyuh, bergidik menyaksikan bangunan-bangunan yang hampir seluruhnya rubuh di sepanjang jalan yang kami lewati. Berada di kota Padang saja, tidak tahan pilunya hati, tangisan dan ratok keluarga korban, disertai sergapan bau amis mayat yang masih belum sempat di evakuasi. Di kelurahan Tarantang, Lubuak Kilangan, pinggiran kota Padang, rumah-rumah Perumnas yang baru dihuni dua bulan, sudah runtuh kembali. Belum lagi pemandangan sekitar di hampir semua jalur yang kami lewati sambil menyalurkan bantuan, hancur luluh akibat gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter tersebut.

Di tengah Kota Padang, menurut data Satkorlak, tidak kurang dari 11.000 bangunan hancur dan sudah lebih dari 200 mayat ditemukan. Mulai dari tempat kursus Gama di samping kantor Padang Ekspres, show room mobil Adira, kantor-kantor Pemerintahan, LIA, Pasar Raya, Hotel Ambacang, Hotel Bumi Minang, Kampuang Cino, juga Muaro.

Bahkan di Hotel Ambacang sampai hari ini, masih dilakukan evakuasi. Berbagai spekulasi jumlah korban diungkapkan, karena tidak ada akses jalan masuk. Bongkahan puing beton masih bertumpukan saat penulis mengunjungi kawasan tersebut, hari Senin 5/10/2009. Baru 10 % puing Ambacang yang dirubuhkan, sementara bangunan utama kelihatan masih utuh, meski konstruksi sebenarnya sudah patah dua lantai. Aroma busuk kuat tercium sehingga sebagian relawan dan petugas menggunakan masker penutup hidung.

Berjalan ke arah Pariaman suasanana kian mencekam. Hampir 90% rumah dan bangunan rubuh akibat gempa. Mulai dari Padang Sago, Nan Sabaris, Bukik Tandikek, Kecamatan Patamuan yang kini jadi kuburan masal. Apalagi jika ditelusuri dari wilayah Kabupaten Agam, Mulai dari Sungai Batang--kampung ulama terkenal Buya Hamka--lebih 2.000 pengungi bertumpuk di pasar, mengisi los-los seadanya, melantai kedinginan. Hampir sepanjang bukit pinggiran danau Maninjau terdapat titik longsor, merubah dominasi warna rimbun kehijauan semula, menjadi dinding kecokelatan tebing yang runtuh.

Di Malalak jalan putus ke arah Sicincin, sehingga relawan harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer untuk memberikan bantuan ke arah Tandikek. Lubuak Basuang, Manggopoh, Sungai Limau, Sungai Garinggiang, Kampuang Dalam Sikucua, bahkan puluhan tempat lagi yang kami tidak ingat namanya. Entahlah dengan Mentawai dan Siberut, belum ada kabar, padahal di sana bermukim hampir 100.000 jiwa.

Di Padang Sago, anak-anak kecil berlarian mengejar mobil yang datang, akankah memberi bantuan. Orang-orang tua yang lebih dominan, banyak termenung di samping rumahnya yang rubuh, sambil berlindung di bawah tenda bambu beratap plastik darurat yang miring. “Ambo ndak bisa bajalan lai Pak, kaki bangkak, lah tigo hari lalok di lantai, ngilu bana”(saya tidak bisa jalan, kaki saya bengkak sebab tiga hari tidur dilantai, terasa ngilu), ujar seorang nenek sambil menunjukkan kakinya yang sembab.
Anak-anak kecil pun terlihat lusuh dan kumal, mungkin beberapa hari belum mandi. Ke mana orang ramai berkumpul mereka ikuti. Karena mungkin ayah atau ibu mereka menjadi korban.

“Indak ado bapak nan ka mamangku, indak ado mamak nan kamambimbiang”(tidak ada ayah yang mengasuh, tidak ada paman yang mau menuntun), ujar seseorang paruh baya.

Gempa di Sumatera Barat kali ini, termasuk paling besar dampaknya dibandingkan gempa-gempa sebelumnya. Peristiwa ini tidak saja menghancurkan bangunan fisik, akan tetapi punya dampak sosial yang besar. Dimana para tokoh setempat juga banyak yang menjadi korban. Kebiasaan orang Minang untuk kembali bermusyawarah, membahas masalah-masalah yang dialami masyarakat di “Rumah Gadang”, semacam balairung tempat berkumpul, jadi sangat terganggu karena sarana infrastruktur dan suprastrukturnya tidak memadai.

“Rumah Gadang kami lah runtuah” (Rumah Gadang kami sudah runtuh), kata mereka.

Suatu sarana tempat berkumpulnya niniak mamak, bundo kanduang, ulama dan cadiak pandai serta datuak –sebagai tungku nan sajarang--berkumpul untuk memutuskan masalah-masalah suku atau nagari yang mereka hadapi. Inilah efek sosial yang akan segera muncul, karena banyaknya korban, masalah-masalah sosial yang biasanya selesai di level masyarakat nagari, kini tidak terpecahkan.

Urang Rantau, yaitu orang Minang yang berada di perantauan, dimasukkan sebagai golongan “cadiak pandai”, dalam situasi demikian tentu sangat diharapkan bantuan dan uluran tangan mereka. Hari ini orang-orang masih berada di tenda-tenda pengungsian, yang paska gempa 30 September lalu tak henti-henti pula diguyur hujan. Namun masa-masa ini adalah tahap tanggap darurat, masih emergency, bantuan kemanusiaan dan para relawan sementara ini masih banyak berdatangan. Yang lebih krusial adalah masa-masa recovery dan rekonstruksi. Relawan sudah kembali, lalu siapa lagi yang akan mengurus mereka?. Di sinilah peran urang rantau untuk secara kontinyu mengawal bantuan mesti terus dilanjutkan. Menghimpun dana di rantau, Anggota Dewan mengawal anggaran bantuan, juga para pedagang dan pengusaha Minang selayaknyalah mengarahkan untuk memotong hewan kurban pada idul Adha nanti di wilayah bencana ini.

Selanjutnya, ke depan tentu semua kita harus memuhasabahi, mengoreksi diri dari kekeliruan-kekeliruan masa lalu. Apakah kebiasaan “Tabuik”--melarung sesajen ke laut-- masih akan terus dilakukan, sementara keluar nagari kita berkata “Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah”. Apakah soal jama’ah Sattariyah yang tetap dipelihara dengan segala kelainannya dan keminiman pemahaman agamanya dari mayoritas ummat Islam di Indonesia, tetap tidak dilakukan pembinaan untuk pencerahan pemahaman mereka?. Atau kelompok-kelompok lain yang banyak terdapat di kawasan terdampak G30S (Gempa 30 September) kali ini.

Bagi Allah swt, AL-HASIIB, Yang Maha Cepat Perhitungannya, telah digariskan: “Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, maka akan kami bukakan pintu2 keberkahan dari langit maupun dari bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka dengan apa-apa yang mereka dustakan”(QS 7:96).

Marilah kita koreksi mutu keimanan dan ketaqwaan kita semua, wallahu a’lam.

Tifatul Sembiring di Lokasi Gempa Sumbar

PK-Sejahtera Online. Presiden PKS Tifatul Sembiring, Senin (5/9) mengunjungi korban Gempa di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuak Kilangan, Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako. Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak di pedalaman sehingga bantuanpun sangat minim. Pada saat berdialog dg warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan. Pada kesempatan itu Tifatul membagi2kan uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk anak2 korban gempa setempat, mereka sontak berlarian untuk mendapatkan bagian. "Ini sekedar menghibur hati anak-anak", ujar Tifatul.




























( Foto: Adam Malik )

"Kami menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana melalui Posko-posko di wilayah di seluruh Indonesia, serta PIP PKS di Luar Negeri. Salurkan kepedulian Anda melalui Rekening BCA 7600 31 8181 atas nama PKS P2B serta Rekening Bank Mandiri 12700 1111 1117 atas nama PKS"






Halal Bihalal PKS Jadi Ajang Penggalangan Dana Sumbar


PK-Sejahtera Online. Ribuan kader dan simpatisan PKS Kota Bandung menghadiri acara silaturahim dalam rangka idul Fitri 1430 H di lapangan Ciujung jalan Supratman Kota Bandung (4/10). Sebagai ekspresi kebanggaan akan tradisi karya busana dalam negeri, para peserta silaturahim sebagian besar berbusana batik.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ledia Hanifa Amalia anggota DPRRI dari dapil Jabar satu, Haru Suandharu Ketua DPD PKS Kota Bandung anggota DPRD Kota Bandung, Husni Mutaqin mantan Ketua DPRD Kota Bandung, para anggota F PKS DPRD Kota Bandung, dan para pengurus PKS lainnya.

Ledia Hanifa menyatakan bahwa perjuangan politik dalam membela kepentingan rakyat melalui demokrasi harus ditempuh dengan cara mendapatkan dukungan dari rakyat sebesar-besarnya. Perjuangan memenangkan agenda dakwah harus dimulai dari sekarang tidak perlu menunggu tahun 2014.

"Fitrah perjalanan perjuangan poltik PKS adalah perjuangan dakwah yang berlangsung jangka panjang", tegas Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS ini.

Dalam acara tersebut juga dilakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa Jabar dan Sumbar. Dana yang terkumpul sebesar lima belas juta sepuluh ribu rupiah, akan disalurkan melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B) PKS.

Bagi para donatur yang akan menyumbangkan dananya dapat melalui rekening BCA 0080583320 atas nama Ahyana atau menyampaikan langsung ke kantor DPD PKS Kota Bandung jalan Kinanti 7 Bandung telepon 022 7307328, via SMS 08122428042. (PKS Bandung)

Etnis Tionghoa: Kalau PKS Saya Percaya


PK-Sejahtera Online. Joko dan seorang pengendara mobil mewah beradu tatap. Tangan si pengendara keturunan Tionghoa kemudian mulai merogoh sakunya. Namun mendadak berhenti. Berganti matanya serius mengeja huruf demi huruf di kertas yang menempel di kardus milik Joko. Tak lama, ia pun mulai membuka perlahan kaca mobilnya seraya memasukan Rp 50 ribu ke kardus, sambil bertutur “Kalau PKS saya percaya”.

Itulah sekelumit kisah penggalangan dana yang dilakukan kader-kader PKS Batam untuk membantu para korban gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatra Barat. Dari menjelang siang sampai malam mereka bergantian “shift” mengejawantahkan kepedulian.

Gempa yang diprediksikan bakal merenggut sekira 4000 nyawa ini memang begitu menyedot perhatian dan empati. Di jalanan Batam pun ada begitu banyak organisasi yang ikut turun ke jalan menggalang dana bantuan.

Namun “nama besar” PKS rupanya masih bisa diandalkan oleh para “donator jalanan”. Buktinya banyak sekali para penyumbang yang membaca dahulu kalimat yang lekat di kardus para sukarelawan. Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawa PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.

Di sela-sela lampu hijau, seorang sukarelawan curhat. Siswi OSIS SMP Islam Terpadu di bilangan Tiban itu mengatakan, “Om kok bisa dapat banyak sih?” “Yang gesit dan kasih senyum dong”, jawab saya sekenanya. Meski dalam hati menduga, ini lebih karena faktor “bendera” PKS.

Meski ada juga sebagian pengendara yang apatis atau bahkan tidak menaruh kepercayaan. Itu adalah bagian dari potret hidup kehidupan dalam memandang suatu kejadian.

Penjual Koran dan minuman pun “welcome” dengan keberadaan sukarelawan PKS. Sering kali ia memanggil saya memberi tahu ada pengendara yang akan kasih bantuan, meski ia harus gigit jari jajakannya sementara tak laku.

Dan ada satu hal yang membuatnya dapat pelajaran, yaitu setiap waktu sholat tiba para sukarelawan PKS itu menghentikan aktivitas penggalangan dana. Mereka berganti menggalang pahala menunaikan kewajiban kepada Tuhannya. Sholat dulu pak. I … iya, jawab penjual Koran terbata-bata.

Ungkapan seorang keturunan Tionghoa itu adalah sebuah harapan. “Takjubnya” tukang Koran melihat kita berhenti dan bergegas sholat juga adalah sebuah keluarbiasaan. Dan itu hanya bagian kecil dari masyarakat yang memilki asa yang sama kepada PKS. Semoga dapat kita bisa menjaga dan menularkannya. (isy)

Gubernur Melepas Bantuan dari Jabar untuk Sumbar


PK-Sejahtera Online. Masyarakat Jawa Barat mengirimkan bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat di yang dihimpun melalui Rumah Zakat Indonesia (RZI). Pelepasan bantuan ini dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi pembina rumah Zakat Indonesia Abu Syauqi dan para pejabat Pemrov Jabar di Gedung Pakuan, Selasa 06/10/2009.

Penyaluran bantuan senilai 1 milyar ini diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya. Iringan truk dan mobil medis Rumah Zakat Indonesia ini diberangkatkan langsung untuk membantu melayani para korban gempa di Sumatera Barat. Setidaknya ada 14 armada ambulan dan mobil klinik keliling yang disiapkan untuk melayani korban bencana gempa di Sumatera Barat ini.

Hingga saat ini RZI telah memberangkatkan 80.000 paket makanan siap saji yang terdiri dari 40.000 kaleng kornet Superrqurban dan 40.000 kaleng sosis ayam, sosis ikan dan nasi kare. Adapun alokasi 80.000 paket makanan itu meliputi 20.000 untuk Kota Padang, 15.000 ke Pariaman, 15.000 Kab. Padang Pariaman, 7500 Kab. Agam, 7500 Kab. Pesisir Selatan, 7500 Kota Solok dan 7500 untuk Pasaman.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa elemen masyarakat Jawa Barat selain menghimpun dana untuk disalurkan bagi korban gempa di Jawa Barat sendiri juga membantu masyarakat Sumatera Barat yang juga terkena musibah. Hal ini dilakukan sejak dulu waktu terjadi tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta dan lainnya.

“Musibah adalah cobaan, bagi yang menjadi korban diuji kesabarannya dengan ikhtiar dan ketabahannya bagi yang tidak terkena musibah diuji sejauh mana kepedulian mereka untuk membantu para korban”, imbuhnya.

Presiden PKS: Bantuan Menumpuk di Gudang

Tifatul meminta Departemen Sosial sigap membagikan bantuan itu.
---------------------------------------------------------------------------

VIVAnews. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengunjungi langsung kawasan terkena gempa Sumatera Barat, Senin 5 Oktober 2009. Tifatul yang kelahiran Bukittinggi itu menemui warga di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Sumatera Barat.

Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak ke kampung, sehingga bantuanpun sangat minim. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako.

Saat berdialog dengan warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan. Tifatul lalu membagi-bagikan uang pecahan Rp 5.000 untuk anak-anak korban gempa setempat. Mereka sontak berlarian untuk mendapatkan uang Rp 5.000 tersebut. "Ini sekadar menghibur hati anak-anak," ujar Tifatul seperti disampaikan secara tertulis ke VIVAnews.

Ketika ditanya wartawan, berapa jumlah kader PKS yang diturunkan pd masa tanggap darurat ini. Tifatul mengatakan, "Ada 467 relawan, Rp 500 juta bantuan, tenda darurat, dapur umum dan RS darurat bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri dan 8 unit ambulans. Sementara Posko PKS ada 13 di Padang, 15 di Pariaman dan 3 di Kabupaten Agam," ujar Tifatul.

Dalam kesempatan itu, Tifatul meminta pemerintah, khusunya Departemen Sosial untuk segera meminta aparat TNI/Polri lebih gesit bekerja membantu distribusi bantuan. "Saya dengar bantuan di gudang sudah menumpuk, tapi di daerah Pariaman masih banyak yang tidak kebagian jatah makanan," katanya. "Untuk tanggap darurat ini perlu memotong rantai-rantai birokrasi dan terobosan-terobosan yang lebih efektif," ujar Tifatul.


Sumber: vivanews

DPRD bakal pangkas anggaran Pilkada


Klaten (Espos). DPRD Klaten bakal memangkas anggaran penyelenggaraan Pilkada 2010 yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. Sejumlah anggota DPRD setempat menilai biaya yang diajukan oleh para lembaga penyelenggara Pemilu tersebut cukup besar.

“Kami berharap ada yang bisa dihemat dari ajuan itu. Kalau mengajukan dengan menulis anggaran secara besar nilainya, bisa-bisa saja,” jelas anggota DPRD Klaten asal Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) Sri Widada kepada Espos, pekan lalu di Gedung Dewan.

Kendati bisa saja mengajukan alokasi anggaran dengan nominal berapapun, Widada mengungkapkan, baik KPU maupun Panwaslu harus memperhatikan kondisi keuangan yang dimiliki Pemkab setempat. Pada tahun ini, APBD Klaten berada dalam kondisi defisit Rp 32 miliar, dan terpaksa berutang sekitar Rp 22 miliar untuk menutupnya. Utang tersebut, harus dilunasi dalam jangka pendek.

“Ini berarti pada 2010 masih ada beban untuk melunasi utang dengan nominal tersebut. Sementara dana cadangan Pilkada yang tersedia maksimal hanya Rp 10 miliar. Alokasinya kami cadangkan tiap tahun,” jelas pria yang pada periode sebelumnya menjadi anggota Panitia Anggaran (sekarang Badan Anggaran-red) itu.

Menurut dia, dengan melihat kondisi tersebut, maka, alokasi dana Rp 41 miliar yang diajukan KPU serta Rp 4 miliar dari Panwaslu menjadi sesuatu yang sulit dipenuhi. Dia menyatakan, di pembahasan anggaran nantinya ada kemungkinan pemangkasan anggaran terkait hal tersebut. Bagaimanapun juga, Dewan akan melihat sejumlah angka-angka yang harus memenuhi rasio anggaran. Lagipula, dia mempertanyakan mengenai besarnya jumlah tersebut.

Panmus Tatib berakhir deadlock


Boyolali (Espos). Pembahasan Tata Terib DPRD di tingkat Panitia Perumus (Panmus), Senin (5/10), berakhir deadlock. Perbedaan persepsi antar anggota terhadap sejumlah materi pokok Tatib tak dapat diselesaikan.

Persoalan penyusunan Tatib ini kemungkinan besar baru bisa diselesaikan melalui voting dalam sidang paripurna.

Menurut Sekretaris Panmus, Tugiman B Semita, masih terdapat empat materi pokok yang belum disepakati oleh internal Panmus yang berjumlah 21 orang. Penentuan jumlah minimal anggota komisi, belum mencapai titik temu. Sebagian anggota menghendaki komisi minimal beranggotakan sembilan orang. Sebagian lainnya menginginkan minimal 10 orang.

Selain itu, persoalan menyangkut komposisi keanggotaan komisi. Menurut Tugiman, ada dua opsi yang mengemuka. Opsi pertama semua fraksi ada yang menempati komisi. Opsi lainnya penempatan anggota komisi oleh masing-masing fraksi dibuat berimbang dan merata.

Kemudian menyangkut pembidangan kerja komisi. Kendati akhirnya disepakati adanya perubahan pembidangan komisi dari semula mengacu pada satuan kerja kemudian berganti mengacu pada urusan, namun menyisakan persoalan pada pembidangan di Komisi II dan III.

“Pertanian dalam arti luas ada yang menghendaki masuk bidang kerja Komisi II, namun opsi lainnya menghendaki masuk bidang kerja Komisi III,” ujar Tugiman ketika ditemui di Ruang Fraksi PKS.

Materi terakhir yang belum disepakati adalah mekanisme pemilihan pimpinan komisi. Opsi pertama pemilihan pimpinan komisi dilakukan dengan sistem paket, opsi lainnya dengan sistem non paket.

Sementara mengenai penentuan jumlah anggota Badan Kehormatan disepakati lima orang dari sebelumnya enam orang.

Menurut Ketua Fraksi PKS, Basuni, pembahasan Tatib masih dimungkinkan dilakukan di tingkat fraksi, sehingga sudah ada kesepekatan tanpa melalui voting dalam sidang paripurna. Namun kemungkinan munculnya kata sepakat tanpa melalui voting kecil.

Pilbup Wonogiri telan dana Rp 22,15 miliar


Wonogiri (Espos). Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Wonogiri 2010 membutuhkan anggaran senilai Rp 22,15 miliar. Dana tersebut terbagi atas kebutuhan KPU senilai Rp 21 M dan Panwaslu senilai Rp 1,15 M. Dana tersebut diharapkan bisa teranggarkan pada APBD 2010, karena tahapan Pilbup akan dimulai bulan Maret 2010.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris KPU Wonogiri, Sugino dan tiga anggota KPU, Mat Nawir, Suyono dan Joko Wuryanto serta mantan Ketua Panwaslu Wonogiri, Tulus PE, saat ditemui Espos secara terpisah, Selasa (29/9).

“Pergantian Bupati Wonogiri dilakukan 1 November dan anggaran yang diajukan pada APBD 2010 untuk Pilbup senilai Rp 21 miliar,” kata Sugino.

Sugino menjelaskan regulasi belum dibuat, namun anggaran tersebut sudah meliputi kebutuhan pelaksanaan Pilbup seperti logistik ataupun honor panitia. Lebih lanjut Sugino mengatakan sesuai aturan perundang-undangan partai yang memenuhi 15% kursi DPRD Wonogiri hanya dua yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

“Dua partai itu bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Wonogiri sendiri. Partai yang lain (PKS, PAN, PPP, PD dan Partai Gerindra) harus membentuk koalisi jika ingin mengusung calon sendiri.”

Menurutnya, jika dengan pola partai maka calon hanya tiga pasang, namun karena calon independen sudah bisa ikut maka jumlah pasangan calon akan bertambah.

“Cuma untuk pasangan calon dari jalur independen harus memenuhi syarat 3% dukungan masyarakat dengan pembuktian kopi KTP dan tersebar di 25 kecamatan di Wonogiri. Wonogiri memiliki jumlah penduduk 1 juta, sehingga setiap calon harus memiliki bukti 30.000 kopi KTP warga.”

Mantan Sekretaris Panwaslu Wonogiri ini menyatakan ketentuan UU, daerah dengan penduduk 500.000 ketentuan calon independen harus mampu menunjukkan bukti dukungan 5%, penduduk 500.001 hingga 999.999 orang (4%) dan penduduk 1 juta (3%).

Anggaran Pemkab minim, KPU ketar-ketir

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri ketar-ketir mengingat dana alokasi penyelenggaraan untuk Pilkada dari pemerintah kabupaten minim.

Menurut Ketua KPU Wonogiri, Joko Purnomo, dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2010 mendatang tidak sedikit, pasalnya untuk penyelenggaran Pilkada dua kali putaran yakni mencapai Rp 27 miliar. Sementara, untuk penyelenggaraan Pilkada sekali putaran membutuhkan biaya Rp 21 miliar.

“Beban biaya Pilkada tidak ada yang dari pusat, sepenuhnya biaya penyelenggaraan dari Pemerintah daerah,” jelasnya ketika dijumpai wartawan di Gedung Dewan, Senin (5/10).

Dia mengatakan, dari keseluruhan dana tersebut, alokasi pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk penyelenggaran tersebut sekitar Rp 14 miliar. Menurutnya, meskipun total biaya tersebut belum final namun pihaknya telah mengupayakan perampingan tenaga pelaksana Pilkada maupun masa kerja petugas.

“Dari dasar perkiraan dana penyelenggaraan alokasi yang diberikan Pemkab jauh dari yang ditentukan,” jelasnya.

Lebih lanjut Joko menambahkan, untuk mensiasati minimnya dana anggaran tersebut pihaknya akan melakukan efisiensi, misalnya panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang memiliki masa kerja delapan bulan diefisiensi menjadi enam bulan masa kerja. Untuk panitia pemungutan suara (PPS) sambung dia masa kerja akan dikurangi dari enam bulan menjadi tiga bulan. Dia mengatakan untuk jumlah kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang semula ada sembilan anggota dikurangi menjadi tujuh orang.