jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 15 Maret 2010

Gene Netto, Dengan Rasionalitas Menemukan Islam

''Mengapa seseorang harus menanggung dosa orang lain? Masak, hanya dengan meminta ampun, dosa langsung diampuni tanpa ada perbuatan yang dilakukan untuk memperbaikinya. Sangat tidak masuk akal.'' Begitulah kalimat yang disampaikan Gene Netto, mualaf asal Selandia Baru, saat ditanya Republika alasannya memilih Islam.

Karena kebingungannya memahami maksud yang tidak rasional itu, Gene memutuskan menjadi seorang yang tidak percaya dengan agama (ateis). Saat itu, ia baru berusia 10 tahun. Baginya, daripada percaya dengan hal demikian, lebih baik memikirkan hal yang lain. Namun begitu, ia percaya Tuhan.

Ketika beranjak dewasa dan menjadi mahasiswa di Universitas Griffith, Australia, Gene tetap tidak tertarik dengan agama apa pun. Baginya, tidak ada agama yang mampu menjelaskan masalah pengampunan dosa itu.

Maka, ketika bertemu dengan seorang mahasiswa asal Indonesia yang beragama Islam dan menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang mampu mengampuni dosa asal orang tersebut tidak mengulanginya lagi, pria kelahiran New Zealand 39 tahun lalu ini langsung terperangah. ''Benarkah demikian?'' batin Gene.

Pasangan Calon Saling Galang Simpati

SOLO. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo belum melakukan penetapan bakal calon Pilkada, tetapi berbagai kegiatan sosialisasi sudah mulai tampak dilakukan pasangan calon.

Berdasarkan pantauan Joglosemar dua pasangan calon yakni Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Di) dan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di) kerap terlihat mengunjungi kelompok masyarakat tertentu. Beberapa kalangan menilai, langkah ini sebagai suatu kegiatan dalam rangka menarik simpati masyarakat menjelang Pilkada.

Untuk pasangan Wi-Di misalnya, setelah mendaftar sebagai pasangan bakal calon, keduanya kerap terlihat mengunjungi kelompok-kelompok pengajian. Sementara untuk pasangan Jo-Di, secara rutin menggelar kerja bakti bersama masyarakat. Meskipun jajaran PDIP membantah jika kegiatan yang dilakukan sebagai ajang sosialisasi jelang Pilkada.

SK Ratusan PNS Tertunda

SUKOHARJO. Sekitar 300 PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tahun 2008 sampai saat ini belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu dipicu karena keterlambatan prajabatan.

“Memang ada sekitar 300 orang pegawai negeri sipil yang bekerja di lingkungan Pemkab belum mendapatkan SK karena keterlambatan prajabatan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukoharjo, Sardiono, Sabtu (13/3).

Selain itu, menurut dia, ada kriteria tersendiri dalam pengangkatan PNS di lingkungan Pemkab dan sudah diatur dari pemerintah pusat. Pengaturan tersebut di antaranya, PNS yang sudah bekerja selama satu tahun dan belum menerima SK masih bisa dibiayai dengan menggunakan dana APBD. Jika lebih dari dua tahun, bukan lagi kewenangan daerah, melainkan pemerintah pusat.

Klaim Dukungan Suara

Makin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo, membuat suasana jagat perpolitikan di kota ini juga makin bergairah. Meskipun harus diakui, pelaksanaan Pilkada kali ini adalah pelaksanaan Pilkada yang tidak “meriah” dibandingkan Pilkada-Pilkada sebelumnya.

Para politisi pendukung masing-masing calon mulai beradu pernyataan. Bahkan mereka juga mulai main klaim-klaim tertentu yang bersifat dukungan suara. Ambil misal, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan lantang menyatakan partai mereka akan menyumbangkan suara yang tidak sedikit untuk calon pasangan walikota-wakil walikota yang didukungnya.

PAN dengan penuh percaya diri menyatakan akan memberikan sumbangan suara untuk pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Di) minimal 23.600 suara. Tak mau kalah, PKS pun dengan keyakinannya akan menyumbangkan suara sebanyak 16.000 suara dalam Pilkada mendatang. Untuk merealisasikan target ini keduanya berjanji terus melakukan konsolidasi di tingkat internal partai.

PKS Akan Dorong Penggunaan Hak Menyatakan Pendapat

Skandal Century

Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai KPK lamban dalam menindaklanjuti rekomendasi DPR tentang Century. Jika terus demikian, PKS akan mendorong menggunakan hak menyatakan pendapat.
"Kami merasakan kelambanan-kelambanan dalam kinerja KPK. Itu akan menjadi alasan hak menyatakan pendapat, termasuk PKS akan dorong hak menyatakan pendapat," kata Sekjen PKS Anis Matta.

Hal ini disampaikan Anis saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,Senin (15/3/2010).