jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 17 Mei 2010

Tiga pasangan Cabub-Cawabub sampaikan visi misi

Sukoharjo (Espos). Sebanyak tiga pasangan calon bupati (Cabub)/ calon wakil bupati (Cawabub) menyampaikan visi misi mereka dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Dewan, Senin (17/5).

Ketiga pasangan calon itu adalah M Toha-Wahyudi (Ha-Di), Titik Suprapti atau lebih dikenal Titik Bambang Riyanto (TBR)-Sutarto, dan yang ketiga Wardoyo Wijaya-Haryanto (War-To). Mereka membacakan visi misi sesuai dengan nomor urut masing-masing.

Pasangan dengan nomor urut satu, Ha – Di dalam paparannya menyebutkan akan memprioritaskan kebijakan pembangunan dalam tujuh bidang. Di antaranya penanggulangan kemiskinan dengan sasaran menekan jumlah penduduk miskin di Kota Makmur.

Tiga Calon Belum Lapor Kekayaan

SUKOHARJO. Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukoharjo, akan menandatangani deklarasi kampanye damai, di kantor KPU Sukoharjo, Selasa (18/5) pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto mengatakan, dalam kampanye damai Selasa (18/5), penandatanganan deklarasi kampanye damai tersebut dimaksudkan agar nantinya tidak terjadi gesekan di antara pendukung.

”Kampanye damai ini sebagai salah satu pembukaan resmi kampanye Pilkada Sukoharjo dan sekaligus menyosialisasikan pada masyarakat luas pada tiga pasangan yang maju dalam Pilkada,”
jelasnya.

"PKS Expo Untuk Semua"

PKS Expo Munas Ke-2

"100.000 Pengunjung!"

PKS Expo:
PAMERAN, BAZAAR, DAN LOMBA
Semanggi Expo-SCBD, 17-20 Juni 2010
10.00 WIB - 21.00 WIB

diikuti oleh Institusi Bisnis Dalam dan Luar Negeri

Lembaga Keuangan Syariah . ConsumerGoods dan produk halal . Sektor Riil . Enterpreneurship . Lembaga Zakat & Kemanusiaan . Tour and Travel

Pendaftaran:
021-8444351

Korupsi, Neraka bagi Sesama

Romo Benny Susetyo dari Konferensi Waligereja Indonesia dalam diskusi di Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) di Jakarta baru-baru ini mengungkapkan, organisasi keagamaan berpotensi besar ikut mendorong upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, karena mereka punya pengaruh besar di masyarakat.

Potensi itu hanya akan terwujud jika lembaga keagamaan mampu menjaga integritas dan kemandiriannya terhadap kekuasaan. Sayangnya potensi itu selama ini justru tenggelam karena organisasi keagamaan justru ikut larut dalam hiruk-pikuk kekuasaan, sehingga mereka justru menjadi bagian dalam permasalahan korupsi. Tepat pendapat Djohan Effendi yang menyebutkan ada kegagalan agama dalam hal korupsi ini. Budayawan dan agamawan Emha Ainun Najib pun menyebut, bangsa ini begitu ahli dalam menghancurkan dirinya sendiri lewat korupsi.

Sementara itu, Prof Dr Komaruddin Hidayat menyesalkan berbagai modus operandi untuk melegitimasi tindakan korup dengan membungkusnya lewat kemasan agama. Yang paling disesalkan adalah adanya upaya pemutihan atau penyucian dosa dengan perilaku keagamaan. Dengan pergi haji atau ziarah di makam Yesus di Yerusalem, dengan mendirikan tempat ibadah atau menyantuni anak yatim lewat uang korupsi, seolah tindakan korup bakal mendapat ampunan Tuhan. Kalau fenomena pemutihan ini benar, berarti semakin menunjukkan betapa kebobrokan moral di negeri ini sungguh kian akut.

Mensos Malam Mingguan Dengan Anak Jalanan

Jakarta. Ada yang spesial bagi anak-anak jalanan di pinggir rel kereta api Pejompongan. Mereka bermalam Minggu bersama Mensos Salim Segaf Al Jufri.
"Saya mengecek kondisi real anak jalanan di waktu malam. Bagaimana mereka menjalani kehidupan yg keras," ujar Mensos saat bermalam minggu bersama anak jalanan di rel kereta api Pejompongan, Jakarta Pusat, Sabtu malam dalam rilis kepada detikcom, Minggu (16/5/2010).

Mensos juga ingin melihat sejauh mana pekerja sosial yg mengelola rumah singgah mampu melayani kebutuhan anak jalanan. Anak-anak jalanan tersebut sempat tidak percaya akan dikunjungi langsung oleh Mensos.