jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 19 Agustus 2010

Renungan Ramadhan (5): Istighfar Pembuka Pintu-pintu Langit

Kita teramat dimanja oleh Allah SWT. Sadarkah kita? Curahan kasihnya kepada kita tak tepermanai. Ia menggadang-gadang kehadiran kita di firdaus-Nya. Ya, ia merindukan kita.

Kala kita melesat jauh dari dekapannya, Ia sigap. Ayat-ayatnya segera berseru memanggil kita, sabda-sabda RasulNya akan lantang mengajak kita kembali.

Dan, kala kita terasuki dosa, ia memberikan penawar. Penawar yang sangat mujarab membersihkan ruhani kita dari gumpalan-gumpalan dosa. Penawar itu teracik dan terkemas cantik dalam kalimat-kalimat sakti “istighfar”.

Habib Umar bin Segaf as-Segaf, dalam karyanya, Tafrihul Qulub wa Tafrijul Kurub, mendedah keagungan istighfar dengan mengalirkan seuntai kalimat ringkas sebagai mukaddimah, “Istighfar adalah instrumen pemantik rizki”. Sudah barang tentu, kalimat ini multi tafsir. Dalam pandangan salaf sekaliber Habib Umar, kata “rizki” memuat berjuta makna, ada rizki ruhani, ada rizki ragawi. Wallahu a’lam.

Muslim Kanada Sebar Alquran untuk Menjawab Hari Membakar Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH. Seorang Muslim di Kanada, Suhail Kapoor, akan membagi-bagikan Alquran secara gratis untuk menyebarkan pesan kedamaian Islam kepada masyarakat di Kanada dan Amerika Serikat. Puluhan ribu Alquran itu akan dibagi-bagikan berkat dukungan dermawan Muslim di sana.

Kapoor yang merupakan anggota dari Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) melakukan itu untuk menjawab 'Gerakan Hari Membakar Alquran' yang dicetuskan sebuah geraja di Gainesville, Florida, Amerika Serikat. ''Kita membuat langkah proaktif dan kami berharap ini akan memiliki respon positif. Banyak orang memusuhi Islam karena ketidaktahuan mereka tentang agama ini. Jika mereka mendapatkan kesempatan untuk membaca Alquran, yang merupakan keajaiban dari Allah SWT, pasti ini akan mengubah pikiran mereka,'' kata Kapoor seperti dikutip Arab News.

Kapoor merupakan seorang mualaf. Sejak menjadi Muslim pada 1990 ketika bekerja di Arab Saudi, dia kini menjadi pendakwah yang menyebarkan Islam. Menurutnya, sebagai firman Allah, Alquran mempunyai kekuatan hipnotis besar yang mampu menenangkan hati manusia. ''Kau tahu, Alquran yang mengubah pikiran Umar bin Khattab yang sebelum menganut Islam, telah berjanji untuk membunuh Nabi Muhammad. Aku tahu bahwa ribuan orang menerima Islam setelah membaca buku yang suci ini,'' jelasnya.

Wahyu Soeparno Putro: Adzan Subuh Pengganggu Tidurnya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA. Wajahnya kerap muncul di televisi di Indonesia. Dia terbilang sukses membawakan sebuah acara bertemakan religi. Selama ini dia lebih dikenal dengan nama 'Indonesia'-nya, Wahyu Soeparno Putro.

Tak banyak yang mengetahui siapa nama asli, pria kelahiran Skotlandia pada 28 Juli 1963 ini. Meski terlahir di tanah Skotlandia, dia mengaku sejak kecil telah menjadi penganut Budha. Orangtuanya memberi nama, Dale Andrew Collins-Smith. Menghabiskan kulian di tanah Australia, Dale mengawali kisah hidupnya di Indonesia ketika bekerja di sebuah perusahaan kerajinan di Yogyakarta pada 1999.

Sebagai seorang yang terbiasa mandiri karena pada usia 20 tahun telah menjadi yatim-piatu, Dale harus menghadapi kehidupan dengan tradisi yang jauh berbeda dengan asal-usulnya. Seperti ketika dia harus mendengarkan suara adzan yang berkumandang setiap hari dari masjid yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggalnya di kota gudeg itu.

Awalnya, dia begitu terganggu dengan suara adzan, khususnya Adzan Subuh. Seakan tak mau terganggu, adzan itu begitu mengusik kenyamanan tidurnya. Adzan itu seperti menggedor-gedor gendang telinganya. Selama tinggal di Skotlandia dan Australia, dia tak pernah mendapatkan situasi seperti itu.

Zakat Potensial Atasi Kemiskinan Indonesia, Dunia

Dakwatuna.Com – Jakarta. Sekretaris Jenderal Dewan Zakat MABIMS, Tulus mengatakan, zakat memiliki potensi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia maupun di dunia.
“Dengan memperhatikan data jumlah orang miskin pada tahun 2007 yang mencapai 830 juta jiwa, maka potensi zakat dunia akan mampu mengatasi kemiskinan sampai 24,1 persen,” jelas Tulus dalam acara jumpa wartawan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, memasuki tahun 2010 kegiatan pembayaran zakat oleh muzakki (wajib zakat) di seluruh dunia semakin meningkat menjadi lebih dari 80 persen.

Selain itu, jelasnya, berdasarkan penelitian Habib Ahmed dari IRTI – Islamic Development Bank (IDB) tahun 2010 dengan menggunakan perkiraan proporso zakat atas Produk Domestik Bruto setiap negara, maka diperkirakan potensi zakat dunia dalam setahun adalah USD 600 Milyar.

مَقَاصِدُ الشَّرِيعَةِ

Makna Maqashid

Maqashid adalah jamak dari “maqshid”. Menurut bahasa, maqshid berarti tujuan. Sedangkan dalam istilah para ulama, Maqashid Asy-Syari’ah adalah: tujuan-tujuan yang ingin diwujudkan oleh syariat Islam sebagai alasan diturunkannya, demi kemaslahatan hamba-hamba Allah.
Manfaat Mempelajari Maqashid Syari’ah

Ada beberapa manfaat bila kita mempelajari Maqashid Syari’ah, antara lain:
* Mengungkapkan tujuan, alasan, dan hikmah tasyri’ baik yang umum atau khusus, integral atau parsial di segala bidang kehidupan dan dalam setiap ajaran Islam.
* Menegaskan karakteristik Islam yang sesuai dengan setiap zaman, abadi, realistis dan luwes.
* Membantu ulama dalam berijtihad dalam bingkai tujuan syariat.
* Memadukan secara seimbang prinsip “Mengambil zhahir nash” dengan prinsip “memperhatikan ruh dan substansi nash”
* Mempersempit perselisihan dan ta’ashub di antara pengikut mazhab fiqih.

Nurmahmudi Minta Tambahan KRL Untuk Cegah Penumpang di Atas Gerbong

Jakarta. Walikota Depok Nurmahmudi Ismail menyayangkan banyaknya warga yang naik Kereta Rangkaian Listrik (KRL) di atas gerbong. Nurmahmudi Meminta agar PT KAI menambah rangkaian KRL Jabodetabek.

"Bukannya warga senang naik di atas gerbong, tapi karena kurang tempat duduknya. Mohon agar ditambah rangkaiannya," ujar Nurmahmudi.

Hal ini ia sampaikan di hadapan Menteri Perhubungan Fredy Numberi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar dan jajaran Dirjen Perkeretaapian saat acara peluncuran KRL Khusus wanita di Depo KRL Jabodetabek, Depok, Kamis (19/8/2010).

Saat ini PT KAI Commuter Jabodetabek telah membeli KRL dari Jepang. Namun kereta-kereta tersebut tidak bisa segera dioperasikan karena kurangnya pasokan listrik.

PKS: Asas Tetap Islam, Ideologi Terbuka

JAKARTA, KOMPAS.com. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah salah satu partai politik Islam di Indonesia. Namun, PKS menganut ideologi terbuka yang menerima keberagaman dan terbuka terhadap masyarakat dari identitas yang berbeda (non-Muslim).
"Islam yang dipahami oleh PKS adalah terbuka karena Islam sendiri menghendaki itu. Menerima dan membangun masyarakat lainnya," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq dalam diskusi "Pancasila di antara Relasi Islam dan Nasionalisme", Kamis (19/8/2010) di Jakarta.

Diungkapkannya, PKS memang merupakan partai Islam, tetapi Islam yang dipahami PKS adalah Islam yang terbuka. PKS sebagai partai Islam tidak menutup diri pada masyarakat lain yang non-Islam. PKS justru ingin membangun dan bekerja sama dengan masyarakat lainnya.

Masyarakat Tak Peduli Ideologi Partai

JAKARTA, KOMPAS.com. Dalam memilih partai politik, masyarakat tidak lagi melihat apakah partai tersebut berideologi Islam atau tidak. Masyarakat lebih berorientasi pada parpol yang dapat memberikan jaminan hidup.
"Mereka (masyarakat) pilih parpol itu bukan lagi lihat ideologinya Islam atau bukan, tapi karena mereka yakin parpol tersebut dapat beri solusi terhadap kebutuhan real masyarakat," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq dalam diskusi Pancasila di antara Relasi Islam dan Nasionalisme, Kamis (19/8/2010) di Jakarta.

Dia mengungkapkan, social distrust begitu kuat terhadap parpol. Lembaga politik yang paling korupsi adalah parpol. Maka dari itu, sekarang masyarakat memilih suatu parpol tertentu karena mereka yakin parpol tersebut dapat memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat yang sebenarnya, yakni pekerjaan dan harga barang kebutuhan pokok.

Soal CDR dan Rekaman, Bukti Kekalahan Negara Atas Mafia

Plintat-plintut pengakuan Polisi dan Kejaksaan terkait rekaman dan Call Data Record (CDR) Ary Muladi-Ade Rahardja dianggap sebuah kekalahan negara atas mafia hukum. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah, kepada wartawan di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8).

"Dari awal kita mengikuti keterangan Kejaksaan dan Kapolri dengan sangat confident, sekarang tiba-tiba dengan kepentingan lain skenario itu dipotong. Jadi kalau negara sudah kalah dengan mafia lempar handuklah, jangan pura-pura masih punya tenaga," ujar politisi PKS ini.

Fachri mengaku tidak tahu alasan kedua institusi tersebut plintat-plintut terhadap rekaman dan CDR tersebut. Tapi menurutnya, memang rekayasa itu tidak saja coba dilakukan sebelum masuk pemberkasan, tapi saat masuk pemberkasan dan di pengadilan masih ada rakyasa.

Komisi III: Pergantian Kapolri Harus Radikal

RMOL. Pergantian Kapolri harus dilakukan secara radikal, jangan hanya jadi rutinitas saja.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah, kepada wartawan di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8).

"Jangan ganti (Kapolri) secara sederhana tapi gantilah secara radikal,"
ujar politisi PKS ini.

Komsisi III, masih menurut Fachei, menolak jika calon Kapolri yang diajukan hanya satu calon saja dan tidak akan membiarkan mereka (Polri) untuk membuat deal-deal tertentu.

PKS Curigai Penanganan Terorisme oleh Polri

JAKARTA-MI. Sikap misterius Mabes Polri dalam melakukan penangkapan teroris mulai menuai protes. Sikap ini justru mengganggu rasa aman masyarakat.

Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq menyatakan Polri harus menjelaskan kepada masyarakat atas penangkapan terhadap Abu Bakar Ba'asyir. Pasalnya, polisi tidak pernah memberikan penjelasan konkrit penyelesaian kasus terorisme.

"Pihak Polri harus segera menjelaskan ke publik soal penangkapan Abu Bakar Ba'asyir, berupa delik dan alat buktinya,"
tegasnya ketika dihubungi di Jakarta, Senin (9/8).

Isu Obama Seorang Muslim Sengaja Dihembuskan, Apa ya Tujuannya?

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON. Jajak pendapat terbaru yang dihajat PEW Research Center menyebutkan, satu dari lima warga Amerika Serikat yakin Barrack Obama adalah seorang Muslim. Angka ini naik 11 persen dari jajak pendapat yang sama pada bulan Maret 2009. Hanya 34 persen warga yang dengan tepat menjawab bahwa Obama adalah seorang Kristen.

Sisanya, 43 persen menyatakan ntak tahu apa agama sang presiden. Angka ini naik dari jajak pendapat sebelumnya pada awal 2009 yang menghasilkan angka 34 persen publik AS tak tahu apa agama Obama.

Survei yang sama juga dilakukan Majalah Time yang dilakukan pada Senin-Selasa ini, atau dua hari setelah Obama berkomentar tentang pembangunan masjid itu. Hasilnya, 24 persen responden menyatakan Obama adalah seorang Muslim, 47 persen menyatakan Obama seorang Kristen, dan 24 persen menyatakan bingung atau tidak tahu apa sebenarnya agama presidennya.

Sumbangan Al-Ikhwan Al-Muslimun untuk Kemerdekaan Republik Indonesia

Pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), Hasan Al Banna ternyata pernah menjadi anggota Panitia Pembela Kemerdekaan Indonesia di Mesir. Atas desakan IM, Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Dengan demikian, lengkaplah syarat-syarat sebuah negara berdaulat bagi RI.


Kota pelabuhan Iskandariyah pertengahan Juli 1945. Jam kayu di sebuah penginapan murah di kota pelabuhan Mesir telah menunjuk angka 22.00 waktu setempat. Di satu ruangan yang tak seberapa besar, empat-puluhankelasi kapal berkebangsaan Indonesia berkumpul. Sejumlah mahasiswaIndonesia yang tengah studi di Mesir terlihat memimpin rapat.

Beda dengan pertemuan sebelumnya, malam itu atmosfir rapat terasa agak emosionil! Para kelasi Indonesia yang bekerja di berbagai kapal asing yang tengah merapat di Iskandariyah, Port Said, dan Suez itu banyak yang yakin, jihad fii sabilillah yang tengah digelorakan banga Indonesia melawan penjajah belanda dalam waktu dekat akan sampai padapuncaknya. Muhammad Zein Hassan, salah seorang mahasiswa Indonesia yang hadir,berpesan pada para kelasi agar mulai menabung. "Di saat terjadinya jihad, mereka sebaiknya meninggalkan kapal-kapal sekutu agar tidakmenodai perjuangan."

Sambutan para kelasi yang dalam kesehariannya jauh dari tuntunan agama itu sungguh mengharukan. Mereka dengan sepenuh hati menyanggupi hal tersebut. "Jika fatwa sudah turun, kami akan mematuhi," ujar salahseorang dari mereka.

Tak terasa, jam telah berada di angka satu. Acara ditutup dengan sumpah setia dengan perjuangan bangsanya yang nun jauh di seberang lautan. Seluruh peserta mengangkat tangan kanan dan dikepalkan. Dengan menyebut nama Allah SWT, mereka bertekad akan membantu dengan sekuat tenaga jihad fii sabilillah yang akan digelorakan bangsanya dalam waktu dekat ini.

Sumpah para kelasi tersebut tidak main-main. Terbukti di kemudianhari, dua bulan setelah proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta, dua orangkelasi Indonesia tiba di Kairo dengan berjalan kaki dari Tunisia.

"Saat kami tanya mengapa berjalan kaki sejauh itu, mereka menjawab bahwa mereka menerima fatwa yang dibawa teman-teman mereka dariIndonesia. Fatwa itu menyatakan haram hukumnya bekerja dengan orang kafir yang memerangi kaum Muslimin," ujar Zein Hassan.

Walau tidak punya cukup uang, dua orang kelasi itu segera meninggalkan kapal sekutu tempatnya bekerja dan berjalan kaki menuju Mesir, karena di Mesir-lah berada banyak orang sebangsanya.

Di Mesir sendiri kala itu tengah berkembang sikap antipati terhadap penjajahan Inggris. Sikap non kooperatif terhadap penjajah Inggris ini dicetuskan oleh organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun yang mendapat sambuta nluar biasa dari rakyat Mesir. Sebagai gerakan dakwah yang menembus sekat geografis, Al-IkhwanAl-Muslimun telah memiliki "jaringan iman" dengan berbagai gerakan Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sebab itu, ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Sekutu dengan sekuat tenaga memblock-out berita ini masuk ke Timur Tengah. Dikhawatirkan jika kemerdekaan Indonesia sampai didengar umat Islam disana, ini bisa menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di Timur Tengah.

Serapat-rapatnya sekutu menutup informasi ini, akhirnya pada awal September 1945, sebulan setelah kemerdekaan Indonesia dibacakan, beritaini sampai juga ke Mesir.

Mansur Abu Makarim, seorang informan Indonesia yang bekerja diKedutaan Belanda di Kairo, membaca berita kemerdekaan Indonesia dalam suatu artikel di majalah Vrij Nederland. Bagai angin berhembus, beritaini dengan cepat menyebar ke Dunia Islam.

Koran dan radio Mesir memuat berita kemerdekaan RI dengan gegap gempita. Para penyiar dengan penuh semangat mengatakan bahwa inilahawal kebangkitan Dunia Islam melawan penjajahan Barat.

Di Mesir saat itu, seorang Arab hanya dihargai sepuluh pound Mesirjika dibunuh atau dilindas kendaraan militer Sekutu tanpa hak mengaduatau menggugat. Sebab itu, proklamasi kemerdekaan sebuah negeri Muslimterbesar di dunia ini disambut dengan luapan kebahagiaan.

Di sejumlah kota, Al-Ikhwan Al-Muslimun segera menggelar munashorohbesar-besaran mendukung penuh kemerdekaan Indonesia. Ini dijadikannyamomentum momentum yang bagus untuk memerdekakan Mesir dari Inggris.

Bukan itu saja, sejumlah ulama di Mesir dan Dunia Arab denganinisiatif sendiri membentuk "Lajnatud Difa'i'an Indonesia" (PanitiaPembela Indonesia). Badan ini dideklarasikan pada 16 Oktober 1945 diGedung Pusat Perhimpunan Pemuda Islam dengan Jendral Saleh Harb Pasya sebagai pimpinan pertemuan.

Hadir dalam acara itu antara lain Syaikh Hasan Al Banna dan Prof. Taufiq Syawi dari Al-Ikhwan Al-Muslimun, Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan Sekjen Liga Arab Dr. Salahuddin Pasya.

Dalam pertemuan yang semata didasari ukhuwah Islamiyah, pakar hukum internasional, Dr. M. Salahuddin Pasya menyerukan negara-negara Islam untuk sesegera mungkin mendukung, membantu, dan mengakui kemerdekaan RI. Selain itu, Panitia Pembela Indonesia juga mengancam Inggris agar tidak membantu Belanda kembali ke Indonesia.

"Jika Inggris membantu Belanda untuk kembali ke Indonesia, maka Inggris akan menuai kemarahan Dunia Islam di Timur Tengah!" ancam Salahuddin Pasya.

Sejarah telah menulis, Inggris tetap membela "kawan seakidah" bernama Belanda. Pasukan NICA membonceng Sekutu kembali ke Indonesia.

Pada 25 Oktober 1945, sejumlah ulama NU pimpinan KH. Wahid Hasyim bertemu dan mengeluarkan fatwa jihad fii sabilillah melawan penjajah.Fatwa ini bergema ke seluruh nusantara dan disambut dengan gegap gempita.

Fatwa jihad inilah yang melatarbelakangi pertempuran 10 November1945 di Surabaya (hingga kini 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan di Indonesia, red.). Untuk memompakan keberanian rakyat Surabaya, Bung Tomo lewat corong radio perlawanan – cikal bakal RRI – terus menerus mengingatkan para mujahid bahwa gerbang surga telah terbuka luas bagi mereka yang syahid.

Hanya semangat jihad dan keridhaan Allah SWT yang mampu membuatribuan rakyat Surabaya berani melawan pasukan Sekutu bersenjata lengkap.

Kedahsyatan pertempuran Surabaya bergema hingga ke Dunia Arab. Keberanian umat Islam Surabaya mengobarkan jihad melawan pasukan Sekutu yang habis mabuk kemenangan dalam Perang Dunia II, ditambah tewasnya satu Jenderal Sekutu – Malaby – di Surabaya, dirasakan oleh kaum Muslimin Timur Tengah sebagai bagian dari kemenangan Islam atas kaum kafir. Upaya perlawanan terhadap Inggris di Mesir pun kian membuncah.

Di berbagai lapangan dan Masjid di Kairo, Mekkah, Baghdad, dannegeri-negeri Timur Tengah, dengan serentak umat Islam mendirikan sholat ghaib untuk arwah para syuhada di Surabaya.

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia danDunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."

Dukungan negara-negara Islam di Timur Tengah terhadap kemerdekaan Indonesia tidak saja dilakukan dalam tingkat akar rumput, namun juga dalam dunia diplomasi. Dalam berbagai sidang di Perserikatan Bangsa-Bangsa, terlihat dengan jelas adanya perbedaan sikap antara negeri-negeri Muslim yang mendukung Indonesia dengan negeri-negeri salib yang memandang Indonesia masih bagian dari Belanda.

Wakil-wakil dari Indonesia di sidang PBB, diperbolehkan ikut sidang setelah negeri-negeri Arab mengakui kedaulatan RI, dalam menghadapi serangan pihak Sekutu sering menanggapinya dengan cara diplomatis dan terkesan lunak. Hal ini dikecam keras Muhammad Ali Taher dari Palestina.


"Mengapa kamu masih saja bersikap diplomatis terhadap seseorang yangingin menghancurkan negeri kamu!" sergahnya mengingatkan wakil dariIndonesia agar tidak takut melawan kezaliman.

Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya dari penjajah kafir, Al-IkhwanAl-Muslimun tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya.

Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media, yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya,berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.

Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali mendemo Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap dilakukan mereka.

Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo ketakutan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Merekajuga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.

Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI, juga atas desakan dan lobi yang dilakukan para pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun, membuatpemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946.

Inilah pertama kalinya suatu negara asing mengakui kedaulatan RI secara resmi. Dalam kacamata hukum internasional, lengkaplah sudah syarat Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat.

Bukan itu saja, secara resmi pemerintah Mesir juga memberikan bantuan lunak kepada pemerintah RI. Sikap Mesir ini memicu tindakan serupa dari negara-negara Timur Tengah.

Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno mengirimdelegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah delegas ipemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara pertamayang disinggahi delegasi tersebut.

Tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo.Beda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua in ilebih intens. Di Hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir dan Dunia Arab mendatangi delegasi RI untuk menyampaikanrasa simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi juga hadir. Termasuk pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun Hasan al Banna dan sejumlah tokoh Ikhwan dengan diiringi puluhan pengikutnya.

Setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia, diikuti serius oleh setiap Muslim baik di Mesir maupun di Timur Tengah pada umumnya. Para mahasiswa Indonesia yang saat itu tengah berjuang di Mesir dengan jalandiplomasi revolusi, senantiasa menjaga kontak dengan Ikhwan.

Ketika Belanda melancarkan agresi Militer I (21 Juli 1947) atas Indonesia, para mahasiswa Indonesia di Mesir dan aktivis Ikhwan menggalang aksi pemboikotan terhadap kapal-kapal Belanda yang memasuki selat Suez.

Walau Mesir terikat perjanjian 1888 yang memberi kebebasan bagi siapa saja untuk bisa lewat terusan Suez, namun keberanian para buruh Ikhwan yang menguasai Suez dan Port Said berhasil memboikot kapal-kapal Belanda.

Pada tanggal 9 Agustus 1947, rombongan kapal Belanda yang dipimpin kapal kapal Volendam tiba di Port Said. Ribuan aktivis Ikhwan yang kebanyakan terdiri dari para buruh pelabuhan, telah berkumpul dipelabuhan utara kota Ismailiyah itu.

Puluhan motor boat dan motor kecil sengaja berkeliaran di permukaan air guna menghalangi motor-boat motor-boat kepunyaanperusahaan-perusahaan asing yang ingin menyuplai air minum dan makanan kepada kapal Belanda itu.

Motor-boat para ikhwan tersebut sengaja dipasangi bendera merahputih. Dukungan Ikhwan terhadap kemerdekaan Indonesia bukan sebatas dukungan formalitas, tapi dukungan yang didasari kesamaan iman dan Islam.

Walau pemimpin Ikhwan Hasan Al Banna menemui syahid ditembak mati oleh begundal rezim Mesir di siang hari bolong, 12 Februari 1949, dukungan ikhwan terhadap muslim Indonesia tidaklah berakhir. Dakwah tiada kenal kata akhir, hingga Islam membebaskan semua manusia.


Oleh: Rizki Ridyasmara
Sumber: Majalah Saksi – No. 21 Tahun VI, 18 Agustus 2004.

Target Tiga Institusi Jeblok

SUKOHARJO. Dua perusahaan daerah (Perusda) dan satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dinilai tidak mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2009. Jika tidak diatasi, dikhawatirkan ketiganya justru akan membebani keuangan daerah.

Ketiganya adalah Bank Pasar, Percetakan Daerah (Percada) yang masuk dalam perusahaan daerah dan Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) yang masuk dalam SKPD.

Ketua DPRD Sukoharjo Dwi Jatmoko dalam rapat Banang terkait Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-PAPBD) di DPRD, Kamis (19/8) menyayangkan hasil yang dicapai lembaga tersebut.

Dewan Ngotot Nambah Dana Aspirasi

SUKOHARJO. Meski usulan dana aspirasi Dewan ditolak oleh badan anggaran (Banang), anggota DPRD Sukoharjo rupanya belum menyerah. Mereka akhirnya mengusulkan tambahan dana aspirasi tersebut melalui Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2010.

Namun terkait kepastian besaran dananya belum dapat dinominalkan. Anggota Banang DPRD Hasman Budiadi mengatakan, dari hasil rapat pembahasan tim Banang bersama dengan jajaran DPRD Sukoharjo sudah diputuskan bahwa tambahan dana aspirasi dewan dipastikan masuk di KUA-PPAS Perubahan APBD 2010.

“Tetapi, terkait ada tidaknya dana tambahan aspirasi tersebut, baru akan ditentukan dalam pembahasan draf Perubahan APBD mendatang,”
ujarnya, Kamis (19/8).

700 Personel Siap Amankan Pelantikan Bupati

SUKOHARJO. Sebanyak 700 personel Polres Sukoharjo siap mengamankan pelantikan bupati dan wakil terpilih, Wardoyo Wijaya- Haryanto 1 September 2010 mendatang. Pernyataan itu dilontarkan oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyono usai mendengarkan pidato Presiden dalam rangka menyambut HUT ke-65 RI di DPRD Sukoharjo, Senin (16/8).
“Hingga saat ini Polisi sudah koordinasi mengenai kesiapan pasukan untuk mengamankan pelantikan bupati wakil bupati,” ujar Kapolres kepada wartawan.

Menurut Kapolres, jumlah personel Polres Sukoharjo yang akan dikerahkan itu setara dengan tiga perempat jumlah pasukan yang ada. “Jumlah tersebut dirasa cukup untuk mengamankan pelantikan,” tandasnya.

Beragama yang (Tidak) Hegemonik

Suatu ketika, pada tahun ketiga setelah hijrah, Abu al-Husain dari keluarga Bani Salim Ibn Auf datang menemui Nabi Muhammad saw. Pada saat itu, kondisi umat Islam sudah cukup kuat. Jumlah kaum muslim terus bertambah.

Abu al-Husain memiliki dua orang anak laki-laki yang memeluk agama Nasrani sebelum kenabian Muhammad. Setelah datangnya Islam, kedua anak Abu al-Husain menyusul ke Madinah. Sebagai seorang ayah, Abu al-Husain berusaha sedemikian rupa agar kedua anaknya memeluk Islam. ”Saya tidak akan membiarkan kamu berdua, hingga kamu masuk Islam,” kata Abu al-Husain. Demi melihat sikap ayahnya yang selalu memaksakan kehendaknya, mereka bertiga menghadap Rasulullah.

Di hadapan Rasulullah, Abu al-Husain berkata: ”Apakah sebagian tubuhku akan masuk neraka dan aku diam saja?” Pertanyaan Abu al-Husain dijawab Allah dengan menurunkan wahyu surat Al-Baqarah, 2:256: ”Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). (Karena) sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.”

Irwan Prayitno-Muslim Kasim Resmi Jadi Gubernur-Wakil Gubernur

PADANG. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mewakili Presiden melantik politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Irwan Prayitno dan mantan Bupati Padangpariaman Muslim Kasim sebagai gubernur-wakil gubernur baru Provinsi Sumatera Barat periode 2010-2015 dalam rapat paripurna DPRD Sumbar, Padang, Minggu (15/8/2010).

Irwan dan Muslim memenangkan Pilkada Sumatera Barat yang digelar 30 Juni lalu. Didukung PKS, Partai Hanura, dan Partai Bintang Reformasi, pasangan ini mengalahkan empat pasangan lainnya, termasuk incumbent gubernur Marlis Rahman dengan perolehan suara 657.763 atau 32,44 persen.

Pelantikan gubernur baru dilakukan di gedung belakang kantor DPRD Sumatra Barat Jalan Khatib Sulaiman, bekas garase bus dan mobil dinas dewan. Ini dilakukan karena ruang utama gedung DPRD Sumbar masih belum diperbaiki setelah rusak berat dihantam gempa 30 September 2009.

Jabatan SBY Diperpanjang?

Lelucon Terburuk tuh...

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA. "Lelucon terburuk tahun ini," demikian kata Daniel Sparringa, staf khusus presiden bidang komunikasi dan politik, menanggapi ide politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, agar jabatan SBY diperpanjang hingga tiga periode. Menurut Daniel Sparringa, usulan Ruhut Sitompul sama sekali tidak mencerminkan kehendak dan rencana SBY.

Istana menanggapi dengan terkejut ide Ruhut Sitompul. Mereka menganggap ini pandangan yang tidak saja tidak merepresentasikan pikiran Istana, tidak mencerminkan kehendak dan rencana presiden, melainkan juga membuat gaduh yang sebenarnya tidak perlu.

Presiden sendiri di dalam beberapa kesempatan mengatakan kepada publik komitmen kuatnya mematuhi konsitusi. Dalam periode jabatan kedua ini, seluruh program pemerintah berjalan dengan baik, ujar Daniel Sparinga. "Kalau harus ditanya pandangan presiden, jelas presiden sangat tidak happy. Tidak menyambut apa pun pernyataan itu dan bahkan mungkin menganggapnya sebagai lelucon politik."

MUI Nilai Sah Imbauan Kyai NU Tak Salatkan Jenazah Koruptor

Jakarta. Nahdlatul Ulama (NU) mengimbau agar para kyai tidak menyalatkan jenazah koruptor. Cukup anggota banser NU saja yang menyalatkan koruptor. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menilai imbauan ini sah-sah saja untuk kampanye pemberantasan korupsi.

"Kalau dalam kampanye untuk memberantas korupsi tidak masalah," ujar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Rabu (18/8/2010) malam.

Menurut Amidhan, menyalatkan jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah. Jika jenazah seseorang sudah disalatkan, maka kewajiban orang lain menjadi gugur. Imbauan NU ini tidak melanggar hukum Islam, karena jika jenazah seorang koruptor sudah disalatkan oleh anggota banser atau yang lainnya, maka tidak perlu lagi disalatkan oleh para kyai.

MUI: Masyarakat Jangan Terprovokasi Hari Pembakaran Al qur`an

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan mengatakan, hendaknya masyarakat Indonesia tidak terprovokasi dengan rencana Hari Pembakaran Al Qur`an Sedunia yang akan diadakan pada 11 September 2010. "MUI tidak akan mengeluarkan fatwa atau kecaman terhadap hal tersebut karena bukan bahasa kami, melainkan melawan dengan sikap damai," katanya saat acara pertemuan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) dengan MUI, di kantor MUI, Jakarta, Kamis.

Amidhan juga mengatakan, belajar dari permaslahan yang sudah lalu, sebaiknya jangan terpancing karena nantinya akan terjadi kerusuhan-kerusuhan yang tidak perlu. "Yang merusak itu tidak menyelesaikan masalah," tandasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jendral MUI, Ichwan Syam juga mengatakan, MUI tidak merespon hal tersebut karena menurutnya tindakan tersebut hanyalah refleksi dari kemarahan sebagian kecil kelompok saja. "Jika umat beragama dalam keadaan sehat batin dan rohani, maka pasti tidak akan melakukan hal tersebut," ujarnya.