jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 08 Mei 2011

Mengapa Aku Menahan Amarahku Kepada Suamiku...

Suatu hari, dua orang wanita yang bersahabat saling bertemu dan bertukar cerita. Salah satu dari mereka lalu mengungkapkan rasa penasarannya bahwa sahabatnya terlihat sangat jarang sekali marah kepada sang suami, atas bagaimanapun perlakuan yang diterimanya.

Lalu sang sahabat berkata...

Ketika kemarahan itu sudah sampai diubun-ubun, lalu aku masih menahannya dan mencoba tetap mendidik diriku untuk tetap mengingat betapa jasanya yang dalam himpitan kesusahan, lelah dan penat, dia berusaha mencukupi nafkah untuk aku dan keluargaku. Dan tidak jarang pula, akhirnya dia melupakan perawatan atas dirinya sendiri.

Aku seperti halnya kamu, adalah seorang wanita, yang memang diciptakan lebih lemah dari pada lelaki. Dan saat kelemahanku itu hadir dan mengusik mereka, seribu satu kemakluman mereka hadirkan untuk tetap mengerti kekurangan kita sebagai wanita.

Terkadang keegoisan kami sama- sama datang, namun akhirnya naluri mengalahnya atas perempuan manja yaitu aku pun muncul. Direngkuhnya aku dan terucaplah perkataan maaf itu. Dan, dari disanalah akhirnya perdamaian kami tercipta. Semakin mesra.

Tapi...

Pengaruh Pemuda dalam Kenbangkitan Bangsa

Hari kebangkitan nasional adalah masa dimana bangkitnya rasa persatuan, kesatuan dan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia yang ingin tetap mempertahankan kemerdekaannya. Demi tegak dan kokohnya negara ini, tentu sangat membutuhkan tenaga dan semangat para pemuda. Dikarenakan seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pemuda memiliki semangat yang membara dan kemampuan yang lebih daripada orang yang lebih tua.

Coba kita kaji secara cermat tentang sejarah para pemimpin dunia masa lalu, hampir dapat dipastikan kejayaan, kemajuan dan kemenangan mereka senantiasa tidak lepas dari peran dan dukungan para pemuda. Dalam sejarah kebangkitan bangsa-bangsa, pemuda selalu meliki peranan yang besar, strategis, dan pengaruh yang sangat dahsyat. Karena itu, untuk menuju kebangkitan bangsa, maka kita sangatlah membutuhkan pola pikir yang maju, keyakinan yang kuat, ketulusan, semangat kejujuran, kesungguhan dalam bekerja dan yang penting adalah pengorbanan pemuda dalam menegakkan negara itu.

Ancang-ancang Pemilu 2014, PKS Solo siap geser Demokrat

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo mulai mempersiapkan diri menggeser posisi Partai Demokrat sebagai partai peraih suara kedua terbanyak dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang.
Target tersebut mencuat dalam rapat konsolidasi pejabat publik DPD PKS se-Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka pemenangan Pemilu 2014 di Hotel Sahid Jaya, Minggu (1/5).
DPW PKS Jateng menargetkan perolehan suara terbanyak ketiga pada Pemilu 2014. Hal tersebut tergambar dalam rencana perolehan kursi DPRD yaitu untuk Provinsi Jateng yang saat ini sebanyak 10 kursi akan dinaikkan menjadi 15 kursi. Sementara perolehan kursi DPRD se-Jateng yang saat ini sebanyak 120 akan ditingkatkan menjadi sebanyak 240 kursi.

PKS Serius Garap Pemilih Baru

Hadapi Pemilu 2014

Pemilih pemula yang memberikan suaranya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada pemilu legislatif/presiden 2009 lalu mencapai 10.000-an orang. Jumlah ini cukup fantastis karena menyumbang hampir separo perolehan suara PKS yang tercatat 23.000 pemilih.

Mengingat jumlahnya yang signifikan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Solo bertekad menggarap secara serius pemilih ini. Mulai sekarang hingga tiga tahun ke depan, pengurus PKS tingkat kota, kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk menggaet voters ini.

Menurut Ketua DPD Sugeng Riyanto, pada masa kepemimpinan ini suara pemilih baru itu akan diperebutkan kembali. Bermodalkan dari pemetaan hasil perolehan suara pemilu 2009 itu, langkah berikutnya adalah pengembangan dari pemetaan.

Gerakan Beli Produk Kader & Simpatisan PKS (#BeliPKS)

Dengan mengucap Basmallah, Departemen Pengembangan Usaha DPP PKS meluncurkan Gerakan Beli Produk Kader atau Simpatisan (#BeliPKS) atau utk level nasional dikenal dengan nama Gerakan Beli Produk Indonesia (#BeliIndonesia)
Gerakan Beli Produk Kader atau Simpatisan (#BeliPKS) secara umum ‘mewajibkan’ Kader/Simpatisan PKS mengenali dan membeli produk/jasa di lingkungan terdekat dengannya

Setiap kader/simpatisan diminta untuk mengenali produk/jasa dari kader/simpatisan lainnya di Unit Pembinaan Terkecil (#UPT), lalu meningkat ke level RT/RW/DPRa/DPC dst sampai level nasional

Kader harus menanyakan bagaimana cara beli produk/jasanya, terkait detil: harga, cara pemesanan, cara pembayaran, garansi, dll

Soliditas Tim dan Sikap Pluralis

PEMILIHAN Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Salatiga baru saja usai. Sudah diprediksi sebelumnya, gelaran ini bakal dimenangi pasangan Yuliyanto-Muh Haris (Yaris) yang berlatarbelakang pengusaha-politikus intelektualis sebagaimana survei LPSI pada 4 Mei lalu, yang memosisikan perolehan suara tertinggi pasangan itu 39,4%.
Yaris terbukti justru meraup elektabilitas lebih tinggi, yakni 34.019 suara sementara atau 44%, sementara Dihati 28.905 (37%), Poros 10.254 (13%) dan Basis 4.227 (6%).

Pasangan Yaris memiliki beberapa kelebihan fenomenal yang telah dijualnya selama kampanye, yakni sebagai putra asli daerah, santun, dan muda. Hal ini sejalan dengan ekspektasi masyarakat Salatiga ketika memilih berargumen ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik, mencari pemimpin muda dan berperilaku elegan, sehingga kurang tertarik pada figur incumbent selama ini. Harapan tersebut tidak lain ditemukan pada figur Yaris.

PKS Menangkan Pilkada SALATIGA

Salatiga, CyberNews. Pasangan Yuliyanto-Haris (Yaris) diklaim telah memenangkan Pilkada Salatiga, Minggu (8/5). Berdasarkan penghitungan final tim sukses pasangan calon yang diusung PKS, PIS, PPP, dan PD ini, Yaris unggul dengan selisih 6 % suara dengan pesaing terdekat.

"Lebih dari 90 % suara dari 376 TPS sudah masuk perhitungan. Yaris berhasil mendapatkan lebih dari 33 ribu suara atau sekitar 43,66 %. Sementara pasangan Diah-Tedy memperoleh 37,83 %," tandas Ketua Bidang Pileg dan Pemilukada DPW PKS Jateng Hadi Santoso, di Salatiga, Minggu (8/5).

Adapun pasangan Basis dan Poros masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat dengan perolehan suara berturut-turut 5,5 % dan 13,01 %.

Biduk Kebersamaan

"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.” (Ar-Rafi’i)

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti. Kita tak pernah berhenti karena menderita oleh keadaan seperti itu. Di jalan ini, "rasa sakit telah menjadi kenikmatan, pengorbanan menjadi indah dan jiwa menjadi tidak berharga." Kata itu yang pernah diucapkan seorang pejuang Palestina terkenal yang telah gugur, Mahmud Abu Hanud. Inilah perjalanan yang kita pilih untuk kita lalui bersama menuju keridhaan-Nya. Tujuan yang kita tetapkan dalam kebersamaan terbukti telah menjadikan kita lebih kuat, tabah, kokoh, menghadapi rintangan apapun juga.

Saudaraku,
Dalam perjalanan panjang seperti ini, kita memerlukan satu bekal, yaitu sikap lapang dada, nafas panjang dan mudah memaafkan. Seperti orang-orang shalih dahulu, yang tak peduli dengan suasana getir yang mereka terima dalam menjalankan ketaatan. Seperti para pejuang yang tak pernah tersengal-sengal oleh kejaran musuh-musuhnya di jalan Allah. Seperti Rasulullah saw yang tak merasa tertekan dengan penghinaan atau cacian orang-orang sekitarnya, dalam menjalani misi kenabiannya.

Kaum Muslim Rusia Butuh Bantuan Indonesia

Indonesia bisa memberikan penguatan kapasitas bagi Dewan Mufti Rusia karena Majelis Ulama Indonesia sudah cukup banyak berperan di berbagai sektor yang mungkin di Rusia peran mereka perlu dipacu atau diakselerasi.

"Mereka ingin memperkuat kerja sama dengan MUI," kata anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh, Jumat. Yoyoh baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Moskow.

Sejumlah mufti Rusia telah mengunjungi beberapa tempat di Pulau Jawa dan bertemu pimpinan lembaga Islam di Indonesia sesuai program KBRI Rusia beberapa waktu lalu. "Kaum Muslim di Rusia ternyata sudah cukup lama mengenal RI, bahkan pada 1956 Presiden Pertama Soekarno membuka sebuah masjid besar di Petersburg setelah 40 tahun bangunan tersebut dijadikan gudang. Ini dicatat dalam sejarah Muslim Rusia sebagai kehormatan besar," ujar Yoyoh, politisi PKS dari Dapil Banten.