jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 13 Juni 2010

Informasi buat temen2 mahasiswa dan umum (yang berdomisili di Solo Raya dan sukoharjo)

Assalamu'alaikum wr wb....

Open Recruitment, untuk bergabung dengan tim nasyid Sang Jiwa => Nasyid Haroki Solo Raya.

Membutuhkan 4 orang untuk diposisikan sebagai:

1. Suara 1, plus backing vocal
2. suara 2
3. Pemain Gitar bas
4. Pemain Drum

Dewan sayangkan lepasnya Adipura

Sukoharjo (Espos). Kalangan legislatif menyayangkan lepasnya Adipura untuk Kota Makmur. Faktor utama yang menyebabkan jatuhnya penilaian dari pemerintah pusat tersebut ditengarai berkaitan dengan masalah pengelolaan sampah.

Anggota komisi III, Sunoto mengatakan, pihaknya kecewa karena penghargaan Adipura sekali lagi lepas di tahun ini. Dengan demikian berarti sekitar 10 tahun Sukoharjo tidak pernah lagi mendapat penghargaan di bidang kebersihan. “Berdasarkan keterangan yang saya dapat saat panitia khusus (Pansus), penyebab utama adipura lepas karena masalah sampah,” jelasnya ketika dijumpai wartawan, Kamis (10/6).

Persoalan sampah tersebut, imbuhnya, berkaitan dengan pengelolaan sampah yang kurang baik terutama tempat pembuangan sementara (TPS). Penyebab lain lepasnya Adipura, tambah Sunoto, diperkirakan juga berhubungan dengan masalah pengelolaan limbah.

Tiga Penyebab Suara PKS Melonjak Di 2014

Anis Matta Sebut Tiga Penyebab Suara PKS Melonjak Di 2014
RMOL. Pemilu 2014 masih jauh, tetapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah berani memprediksi kenaikan signifikan perolehan suara nasionalnya sepanjang empat tahun mendatang.

Sekjen PKS, Anis Matta, menekankan kembali pandangannya soal tren penurunan suara partai-partai papan atas pasca Pemilu 2009 lalu. Menurutnya, tren penurunan itu akan menguntungkan PKS mengembangkan suara inti pada skala nasional.

"Tren penurunan suara pada partai besar sehingga kami merasa peluang mendapatkan suara dari suara inti yang kami pertahankan pada tiga kali pemilu bisa lebih dipertahanakan,"
terang Anis, saat mengisi diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/6).

PKS Optimis Mampu Raih Posisi 3 Besar di Pemilu 2014

PKS Pede Mampu Raih Posisi 3 Besar di Pemilu 2014

Jakarta. Usulan Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas perolehan suara sebesar 5 persen tidak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpengaruh dalam pencapaian target Pemilu 2014. PKS tetap menargetkan masuk 3 partai besar di Pemilu nanti.

"Sekarang kita di posisi keempat. Terget kita masuk tiga besar. Bisa nomor 3, nomor dua, atau nomor satu," kata Sekjen PKS Anis Matta usai diskusi 'Pimpinan Baru PKS: Antara Pusaran Politik dan Target 2014' yang disponsori Radio Trijaya di Warung Daun, Jakarta (12/06/2010).

Ia optimis partai berjargon 'Bersih, Peduli, dan Profesional' yang dipimpinnya dapat mencapai targetan tersebut.

Terobosan Struktur PKS untuk 2014

Partai Keadilan Sejahtera akan meresmikan struktur Dewan Pimpinan Pusatnya pada Musyawarah Nasional yang digelar mulai 16 Juni 2010 nanti. PKS membuat terobosan baru di strukturnya, sebagai bagian dari strategi pemenangan dalam Pemilu 2014.

"Rancangan struktur DPP PKS yang akan disahkan pada Munas ke-2 mengintegrasikan struktur DPP dengan struktur Fraksi di DPR," kata Mahfudz Siddiq, salah satu Ketua PKS dalam struktur yang akan diresmikan nanti.

Struktur DPP akan menggarap semua agenda dakwah, pelayanan masyarakat dan pembangunan basis dukungan. Sementara struktur fraksi mengelola agenda kebijakan publik dan pemerintahan.

Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China. Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.