jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 04 Oktober 2009

Fraksi PKS Sumbang Gaji Pertama untuk Korban


PKS telah mengirim tim untuk bangun dapur umum dan enam dokter ke lokasi gempa.


VIVAnews. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera menyumbangkan uang representasi pertama mereka untuk korban gempa di Sumatera Barat. Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat PKS juga telah menyumbangkan dana awal Rp 50 juta.

"Para anggota Fraksi PKS akan menyumbangkan uang representasi pertamanya," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, usai dilantik sebagai anggota DPR, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2009.

Sementara bantuan Rp 50 juta akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari korban gempa yang mengungsi. Selain itu, PKS juga telah mengirim tim turun ke lokasi gempa di Padang dan Padang Pariaman.

Tim tersebut melakukan pemetaan masalah, mendirikan tenda, membangun dapur umum, dan fasilitas kesehatan. PKS mengirim enam dokter bekerjasama dengan Tim Tanggap Darurat Program Penanggulangan Bencana PKS.

Sebelumnya, Amien Rais mengusulkan 20 persen gaji pertama anggota DPR disumbangkan untuk korban gempa berskala 7,6 Skala Richter kemarin. Menurut Amien, inilah bentuk simpati yang paling tepat dari para anggota DPR.


Sumber: vivanews

PKS: SBY yang Minta Hidayat Tetap Ketua MPR

VIVAnews. Partai Keadilan Sejahtera sebenarnya sudah lapang dada tak mendapat posisi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kadernya yang Ketua MPR periode 2004-2009, Hidayat Nur Wahid, lalu disodorkan sebagai calon menteri ke Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu apa respons SBY?

"Sewaktu PKS menyodorkan Hidayat sebagai kandidat menteri, Pak SBY menyatakan, sebaiknya beliau tetap menjadi Ketua MPR dan saya (SBY-red) tetap mendukung beliau," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Fahri Hamzah, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 30 September 2009.

Karena itu, PKS pun kembali mencalonkan Hidayat memimpin lembaga yang berwenang mengamandemen konstitusi itu. PKS yakin, SBY akan kembali mendukung Hidayat.

"Logikanya, ketika PDIP menjadi musuh kita dalam pertempuran memenangkan kursi presiden, Pak SBY sudah mengatakan bahwa Pak Hidayat saya senang kalau Bapak tetap duduk sebagai Ketua MPR," kata Fahri. Belum lagi masalah kenyamanan. "Tentu SBY lebih nyaman dengan Hidayat."

Dan keyakinan itu masih ada. Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY bisa saja memerintahkan jajaran partainya mendukung Hidayat kembali jadi Ketua MPR. "Masalahnya keputusan ada di tangan SBY dan Demokrat pasti akan mendengar SBY," kata Fahri. "Demokrat ya SBY."

Politisi-politisi Partai Demokrat, meski belum resmi, berulang kali menyatakan mendukung Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR. Bahkan semalam, tiga partai yakni Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional berkumpul dengan Taufiq Kiemas.


Sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/93235-pks__sby_yang_minta_hidayat_tetap_ketua_mpr