jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 28 Oktober 2009

Jateng berpotensi kehilangan PAD Rp 50 miliar


Semarang (Espos). Pemprov Jawa Tengah berpotensi kehilangan pendapatan asil daerah (PAD) Rp 50 miliar pada tahun anggaran 2010, dengan akan diberlakukannya toleransi muatan nol persen dan pelimpahan pengelolaan TPI ke kabupaten/kota.
Sementara Gubernur Bibit Waluyo mengajukan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jawa Tengah (Jateng) 2010 senilai Rp 5,377 triliun.

Menurut anggota Komisi C DPRD Jateng, Bambang Eko Purnomo dengan diberlakukannya ketentuan toleransi muatan di jalan raya nol persen pada 2010 berdampak terhadap penutupan seluruh jembatan timbang yang ada.

“Dengan ditutupnya jembatan timbang ini, maka pemerintan provinsi (Pemprov) Jateng akan kehilangan PAD jambatan timbang senilai Rp 35 miliar,” katanya kepada wartawan seusai rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Jl Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (21/10).

Sedang dari pemindahan pengelolaan tempat pelelangan ikan (TPI) kepada pemerintah kabupaten (Pemkab)/pemerintah kota (Pemkot), sambung ia Pemprov akan kehilangan PAD senilai Rp 15 miliar.

“Jadi secara total pada tahun 2010, PAD Pemprov Jateng yang hilang senilai Rp 50 miliar,” tandas anggota Dewan dari Partai Demokrat ini.

Untuk itu, Eko mendesak Pemprov harus segera mencari pengganti PAD yang hilang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar