jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 28 Oktober 2009

Angka kematian ibu dan bayi di Boyolali masih tinggi


Boyolali (Espos). Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Boyolali saat ini masih tinggi. Dari data yang terkumpul hingga tahun 2009, tercatat angka kematian ibu (AKI) sebanyak 19 kasus dari 15.844 kelahiran atau 119,91/100.000 kelahiran hidup.
Sementara jumlah bayi lahir mati sebanyak 141 kasus dari 15.985 kelahiran dan jumlah kematian bayi sebanyak 203 kasus dari 15.844 kelahiran hidup. Angka kematian Balita tak besar, yakni 11 kasusu dari 15.985 kelahiran.

Demikian diungkapkan Bupati Boyolali, pada cara Monitoring dan Evaluasi Implementasi Pelaksanaan Kecamatan Sayanng Ibu dan Bayi serta Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi di Pendopo Pemkab setempat, Jumat (23/10).

Ia memaparkan dari 19 kasus kematian ibu, kematian pada masa nifas paling besar yakni 15 kasus. Jika ditilik dari kelompok umur, delapan kasus terjadi pada kelompok umur di atas 35 tahun.

“Jika ditinjau dari tingkat pendidikan, 11 kasus di antaranya terjadi pada ibu dengan tingkat pendidikan SD,” tuturnya.

Penyebab tingginya angka kematian ibu, sambung dia, lebih banyak karena faktor non medis. Diakui Bupati, angka kematian ibu dan bayi berhubungan erat dengan angka kemiskinan. Oleh karenanya, penanganan persoalan kemiskinan secara komprehensif menjadi prioritas pelaksanaan pembangunan Kabupaten Boyolali.

Faktor non medis penyebab tingginya angka kematian ibu, bayi dan balita di antaranya kasus anemia pada ibu hamil dan berat bayi lahir rendah yang mengakibatkan bayi mudah terkena infeksi dan gizi buruk.

Dalam kesempatan itu Bupati menekankan pentingnya gerakan saying ibu dan bayi dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Gerakan sayang ibu dan bayi adalah gerakan yang dilakukan masyarakat bersama pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan dalam berbagai kegiatan.


Sumber: http://www.solopos.com/2009/boyolali/angka-kematian-ibu-dan-bayi-di-boyolali-masih-tinggi-6724

Tidak ada komentar:

Posting Komentar