jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 09 Juni 2010

Serangan wereng di Sukoharjo meluas

Sukoharjo (Espos). Serangan penyakit hama wereng di Sukoharjo semakin meluas. Akibatnya, sejumlah petani mengaku merugi lantaran hasil panennya anjlok.

Salah seorang petani, Narto Wiyono, 68, warga RT 02/RW III Desa Celep mengatakan, penyakit wereng cokelat kini sudah mulai menyerang tanaman padi di wilayahnya yang hampir panen. Akibatnya, tanaman padi langsung rusak dan mengering.

“Di sini sebagian tanaman sudah terkena wereng, bahkan padi yang sudah menguning jika terserang dalam dua hari langsung habis tidak berisi,” ujarnya kepada Espos Rabu (9/6) di desanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain di Desa Celep, tanaman padi miliknya di Desa Plesan juga terserang wereng cokelat hingga menyebabkan tanaman padi layu dan tidak berisi. Dia mengaku, tidak bisa berbuat banyak lantaran tanaman yang diserang penyakit sudah hampir panen.

“Kalau tanaman masih dalam pertumbuhan bisa secepatnya diobati, tapi kalau sudah hampir panen sulit, jadi hasil panen rata-rata anjlok, biasanya dalam 2.000 meter bisa menghasilkan 30 kresek padi sekarang tidak bisa,” katanya. Hal senada juga dikatakan petani lainnya, Giman. Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi wereng.

Sementara itu, Kepala Desa Celep, Surono mengatakan, dari 80 hektare tanaman padi di desanya, 20 hektare di antaranya sudah diserang wereng. “Serangan wereng saat ini hampir merata, sebab dulu desa kami tidak pernah terkena wereng. Kemungkinan hasil panen bisa menurun hingga 30%,” katanya.


Sumber: Solopos Online

1 komentar: