jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 28 Desember 2009

Ormas Islam harus Lebih Fokus pada Umat


JAKARTA. Memasuki tahun 2010, ormas Islam diharap dapat lebih fokus berperan dalam masalah-masalah keumatan di Indonesia. Ini ditegaskan Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Senin (28/12).
Dikatakan Adian, ormas Islam tidak cukup hanya disibukkan dengan sekedar membanggakan diri, namun tanpa kegiatan berarti bagi umat. "Ormas Islam tidak perlu hanya sekedar mengklaim sebagai katakanlah ormas terbesar, ormas mayoritas. Namun yang terpenting adalah bagaimana ormas Islam dapat benar-benar fokus dalam masalah-masalah yang dihadapi umat Islam pada umumnya," tegas Adian.

Ke depan, Adian berharap ormas Islam bisa lebih fokus misalnya pada masalah-masalah dakwah dan hal-hal yang menyangkut pendidikan, kesehatan serta masalah kesejahteraan umat.

Sebagai ormas Islam, Adian berharap ormas-ormas islam yang ada dapat menjadi teladan bagi umatnya. "Di tengah kondisi bangsa yang carut marut sekarang ini, umat benar-benar memerlukan peranan riil dari ormas Islam, memerlukan teladan," ungkap Adian.

Ia berharap pergantian tahun nanti dapat dijadikan sebagai momen perubahan bagi ormas Islam. "Tentunya secara internal masing-masing ormas perlu melakukan evaluasi diri dan merancang program-program yang dapat langsung menyentuh umat untuk tahun-tahun mendatang," papar Adian. (osa/taq).


Sumber: Republika Newsroom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar