jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Hari Pembakaran Al Qur'an 11 September 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Pembakaran Al Qur'an 11 September 2010. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 September 2010

PKS dan Rabithah Alawiyah Minta Pemerintah RI Desak AS untuk Cegah Rencana Pembakaran Al-Qur’an

Dakwatuna.Com – Jakarta. Kelompok Habaib yang tergabung dalam Rabithah Alawiyah meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut mendesak pemerintah untuk melakukan antisipasi terhadap isu akan dilakukannya pembakaran Al Quran di AS pada tanggal 11 September 2010 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Smith ketika menerima silaturahim Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan pengurus PKS, Selasa (7/9) di kantor Rabithah Alawiyah, Jakarta.

Sebagai anggota koalisi dalam pemerintahan, PKS diharapkan berperan besar untuk mengingatkan pemerintah terhadap dampak yang mungkin timbul dari peristiwa tersebut, apabila pemerintah tidak mengantisipasi dengan baik. “Perisitiwanya memang jauh di Amerika, tapi umat Islam di mana pun, termasuk Indonesia tidak akan rela kitab sucinya dibakar. Jika pemerintah tidak mengantisipasi dikhawatirkan akan muncul sentiment-sentimen agama yang merusak keharmonisan kehidupan beragama,” kata Habib Zein.

Menanggapi permintaan tersebut, Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa maupun Presiden SBY. “Mudah-mudahan pemerintah Indonesia segera meresponnya, dan mendesak pemerintah AS untuk mencegah tindakan provokasi seperti itu,” jelas Luthfi.

Kamis, 19 Agustus 2010

Muslim Kanada Sebar Alquran untuk Menjawab Hari Membakar Alquran

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH. Seorang Muslim di Kanada, Suhail Kapoor, akan membagi-bagikan Alquran secara gratis untuk menyebarkan pesan kedamaian Islam kepada masyarakat di Kanada dan Amerika Serikat. Puluhan ribu Alquran itu akan dibagi-bagikan berkat dukungan dermawan Muslim di sana.

Kapoor yang merupakan anggota dari Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) melakukan itu untuk menjawab 'Gerakan Hari Membakar Alquran' yang dicetuskan sebuah geraja di Gainesville, Florida, Amerika Serikat. ''Kita membuat langkah proaktif dan kami berharap ini akan memiliki respon positif. Banyak orang memusuhi Islam karena ketidaktahuan mereka tentang agama ini. Jika mereka mendapatkan kesempatan untuk membaca Alquran, yang merupakan keajaiban dari Allah SWT, pasti ini akan mengubah pikiran mereka,'' kata Kapoor seperti dikutip Arab News.

Kapoor merupakan seorang mualaf. Sejak menjadi Muslim pada 1990 ketika bekerja di Arab Saudi, dia kini menjadi pendakwah yang menyebarkan Islam. Menurutnya, sebagai firman Allah, Alquran mempunyai kekuatan hipnotis besar yang mampu menenangkan hati manusia. ''Kau tahu, Alquran yang mengubah pikiran Umar bin Khattab yang sebelum menganut Islam, telah berjanji untuk membunuh Nabi Muhammad. Aku tahu bahwa ribuan orang menerima Islam setelah membaca buku yang suci ini,'' jelasnya.

MUI: Masyarakat Jangan Terprovokasi Hari Pembakaran Al qur`an

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan mengatakan, hendaknya masyarakat Indonesia tidak terprovokasi dengan rencana Hari Pembakaran Al Qur`an Sedunia yang akan diadakan pada 11 September 2010. "MUI tidak akan mengeluarkan fatwa atau kecaman terhadap hal tersebut karena bukan bahasa kami, melainkan melawan dengan sikap damai," katanya saat acara pertemuan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) dengan MUI, di kantor MUI, Jakarta, Kamis.

Amidhan juga mengatakan, belajar dari permaslahan yang sudah lalu, sebaiknya jangan terpancing karena nantinya akan terjadi kerusuhan-kerusuhan yang tidak perlu. "Yang merusak itu tidak menyelesaikan masalah," tandasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jendral MUI, Ichwan Syam juga mengatakan, MUI tidak merespon hal tersebut karena menurutnya tindakan tersebut hanyalah refleksi dari kemarahan sebagian kecil kelompok saja. "Jika umat beragama dalam keadaan sehat batin dan rohani, maka pasti tidak akan melakukan hal tersebut," ujarnya.