jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 16 November 2009

Lutfi: Kader PD Banyak Loncat ke PKS


INILAH.COM, Serang. Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak mengklaim, hanya PKS yang sanggup bertahan dari tsunami perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009. Sebab, banyak kader Demokrat yang justru loncat ke PKS.
"Banyak kader Golkar dan PDIP yang beralih ke Demokrat. Justru sebaliknya kader Demokrat loncat ke PKS. Pada Pemilu 2004 lalu kita berhasil meraih 45 kursi. Pemilu kali ini kita justru naik sedikit dengan perolehan 57 kursi," kata Lutfi pada Musyawarah Wilayah PW PKS Banten di Serang, Minggu (16/11).

Atas dasar itulah, kata Lutfi, pada Pemilu 2014 yang akan datang PKS harus lebih siap. "Kalau sekarang saja kita bertahan dari tsunami, jadi kalau ke depan ada gempa, kita sudah terbiasa dan tidak panik," kata Lutfi, disambut tawa peserta Muswil.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Banten Irvan Maulidi menjelaskan, salah satu tujuan Muswil adalah mengkoreksi rekomendasi Muswil yang digelar pada tahun 2006 silam. "Saat itu, kami mencanangkan perolehan suara sebanyak 30 persen pada Pemilu 2009. Ternyata kami hanya berhasil meraih 10,4 persen atau setara 11 kursi di DPRD Banten, Suara kita stagnan. Saat inilah akan dibahas mengapa itu terjadi," kata Irvan.

Hal lain yang menjadi kajian Muswil, lanjut Irvan, saat ini adalah tentang rangkap jabatan pengurus Parpol dengan lembaga legislatif. Menurutnya, sejak awal PKS menegaskan siapa saja kader yang menduduki posisi di lembaga eksekutif di pusat maupun daerah, maka ia harus meletakan jabatannya di kepengurusan partai guna menghindari konflik kepentingan. [*/mut]


Sumber: Inilah.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar