jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 18 Februari 2013

Gara-gara “Konspirasi”, PKS Gresik Panen Ranting Baru


Berbagai kejanggalan dalam pemberitaan tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong puluhan warga Gresik bergabung dengan partai nomor urut 3 itu. Bukan sekedar menjadi anggota, mereka juga bersedia menjadi pengurus Ranting di desa masing-masing. Alhasil, 36 DPRa baru pun dilantik, Ahad (17/2) pagi. Diantaranya DPRa desa Randuagung, Indro dan Karangkiring kecamatan Kebomas. Sedangkan dari kecamatan Gresik antara lain DPRa Pulo Pancian, Trate, dan Lumpur.

Dalam pelantikan DPRa baru di Gedung Dekopinda Jl Dr Wahidin itu terungkap, banyak warga di Kabupaten Gresik, khususnya kecamatan Gresik dan Kebomas, yang berpikir adanya konspirasi untuk menjatuhkan nama PKS. Pasalnya, terdapat berbagai keanehan dalam isu suap impor sapi yang mencatut nama LHI. Misalnya istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang terkesan direkayasa, “garang”nya KPK yang dengan cepat menahan LHI sementara tokoh lain tidak diperlakukan demikian, Ketua KPK Abraham Samad yang meralat pernyatannya sendiri bahwa ada rekaman pembicaraan antara LHI dengan Mentan, dan seterusnya.

“PKS Islami kayak gini kok dibilang korupsi. Ini pasti ada yang nggak senang,” kata Ridho, salah seorang anggota baru yang menghadiri pelantikan.

Selain seremonial pelantikan DPRa baru, acara yang digelar hingga menjelang Dzuhur itu juga diisi pemutaran video pidato-pidato Presiden PKS Bung Anis Matta dan penyerahan beasiswa secara simbolis oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Gresik Adi Wisnugraha.

Adi berharap, 36 DPRa baru yang dilantik pada hari ini membuat PKS Gresik semakin siap memenangkan pemilu 2014.

“Inilah saatnya kita naik. Di Gresik PKS masih jadi partai kecil, tapi dengan bergabungnya DPRa baru, optimis kita akan naik kelas. Dari segi modal kita memang tak sebanding dengan partai-partai besar, tapi laiknya mission iimposible force, dengan tim yang solid, maka peluang sekecil apapun akan kita optimalkan,” kata Adi dalam sambutannya.

Kabupaten Gresik adalah salah satu diantara tiga kabupaten di Jawa Timur yang PKS belum memiliki kursi DPRD. Salah satu faktor mengapa PKS Gresik tidak mendapatkan kursi pada pemilu 2009 adalah minimnya DPRa.Berbagai kejanggalan dalam pemberitaan tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong puluhan warga Gresik bergabung dengan partai nomor urut 3 itu. Bukan sekedar menjadi anggota, mereka juga bersedia menjadi pengurus Ranting di desa masing-masing. Alhasil, 36 DPRa baru pun dilantik, Ahad (17/2) pagi. Diantaranya DPRa desa Randuagung, Indro dan Karangkiring kecamatan Kebomas. Sedangkan dari kecamatan Gresik antara lain DPRa Pulo Pancian, Trate, dan Lumpur.

Sumber: pks.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar