jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Minggu, 11 Oktober 2009

Puteri Indonesia 2009 lepas jilbab demi rambut

Jakarta. Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009, membuat pernyataan kontroversi. Gadis 18 tahun itu mengaku menanggalkan jilbab demi rambutnya.

“Karena rambut adalah suatu keindahan dan saya bangga dengan keindahan,” ujarnya saat berbicara di Malam Final Puteri Indonesia 2009, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (9/10) malam.

Qory menjadi kontestan asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang tidak berjilbab saat mengikuti Puteri Indonesia 2009. Menurut pembawa acara Charles Bona Sirait, sejak 2003 kontestan asal serambi Mekkah selalu berbusana jilbab.

Mahasiswi semester 1 Sastra Prancis Universitas Indonesia itu menjadi Puteri Indonesia 2009 setelah mengalahkan 38 kontestan dari seluruh tanah air.

Mengisi posisi 3 besar Puteri Indonesia 2009 selain Qory adalah Zukhriatul Hafizah kontestan asal Sumatera Barat di posisi kedua dan Isti Ayu Pratiwi asal Maluku Utara yang bertengger di posisi ketiga. (dtc/fid)
___________________________________________________________________________

Komentar-komentar:
"Naudzubillahi mindzalik… Ternyata rela mengesampingkan Allah SWT demi ketenaran…"

"Puluhan mahasiswa yang tergabung dlm Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), melakukan aksi menentang terpilihnya Qary Sandioriva, sebagai Puteri Indonesia 2009. KAMMI menilai Qory justru telah menodai kaidah Islam yang selama ini telah mengakar di provinsi Aceh. "Ini dapat melunturkan citra povinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam," kata Koordinator aksi, Shinta Nelsa. (via Kompas)"

Sumber: http://www.solopos.com/2009/pergelaran/puteri-indonesia-2009-lepas-jilbab-demi-rambut-6024/comment-page-1#comment-1427

Tidak ada komentar:

Posting Komentar