jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 12 April 2010

PDIP-PKS Lawan Demokrat di Solo

VIVAnews. Mulai Jumat 9 April 2010, Pemilihan Kepala Daerah Kota Surakarta memasuki masa kampanye. Ada dua pasangan calon yang bertarung dalam kampanye yang dijadwalkan sampai Kamis 22 April 2010 mendatang.

Pasangan calon pertama adalah Joko Widodo-Fx Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Joko saat ini juga masih Walikota Solo. Pasangan kedua adalah yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar dan Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS), Edi Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-di).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Didik Wahyudiono mengatakan bahwa kampanye akan berlangsung selama empat belas hari. ”Besok masing-masing calon akan memulai kampanye dengan melakukan penyampaian visi dan misi di depan sidang Paripurna DPRD. Kemudian akan berakhir pada hari Kamis, 22 April dengan penurunan alat peraga bersama,“ tutur dia kepada VIVAnews di Solo, Kamis, 08 April 2010.

Kemudian, lanjut Didik, masing-masing calon akan melakukan kampanye. “Yang mendapat giliran pertama adalah pasangan yang diusung PDIP. Berdasarkan nomor urut pasangan. Kemudian untuk model kampanye terserah pada masing-masing pasangan calon dan tim kampanyenya."

Kampanye ini sendiri akan berlangsung cukup ramai. Karena para tokoh parpol nasional turun gunung untuk memenangkan pasangan calon. Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani dan Hidayat Nur Wahid akan menjdi juru kampanye untuk menarik simpati dan dukungan pada pasangan Jo-dy.

Seperti tak mau kalah, pasangan Wi-di pun akan mendatangkan tokoh parpol nasional Demokrat dan Partai Golkar, seperti Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Agung Laksono. Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais awalnya direncanakan berkampanye untuk pasangan ini, namun kemudian batal karena PAN mendukung sebaliknya.


Sumber: Vivanews.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar