jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 04 Oktober 2010

Kejahatan Seksual Anak Meningkat, Kader PKS Minta Postur KPAI Diperkuat

RMOL. Tantangan dan hambatan dalam perlindungan anak Indonesia ke depan semakin berat.

Negara tanpa batas dengan arus informasi dan komunikasi yang semakin gencar menyebabkan anak rentan terhadap kejahatan cyber, pornografi dan juga kekerasan cyber lainnya. Disamping itu hak-hak anak masih banyak yang terabaikan. Pemenuhan hak anak secara utuh belum tercapai.

Misalnya saja kasus kekerasan seksual terhadap anak.kecenderungan kasus meningkat. Tahun 2010 misalnya, dari 1085 pengaduan, 23% (250 kasus)berupa kekerasan seksual seperti pelecehan seks, perkosaan, maupun eksploitasi bermotifkan ekonomi.

Karena itulah, menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Herlini Amran, dibutuhkan postur Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang kuat dan tentu saja juga bisa membangun kerjasama dengan berbagai pihak.

Lebih lanjut anggota yang membidangi masalah anak ini juga memandang, KPAI periode sebelumnya belum secara maksimal menunaikan tugasnya.

"Kita bisa memahami karena positioning KPAI yang secara anggaran masih menginduk pada Kemeneg Pemberdayaan Perempuan tapi walau begitu tidak menjadi alasan dengan anggaran terbatas kerja dan kinerja KPAI terbatas juga," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online, (Selasa, 5/10).

Kedepan, imbuh dia, KPI harus membuat terobosan-terobosan baru dengan membangun koordinasi yang sinergis dengan berbagai kementrian yang terkait sehingga lebih bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan anggaran.


Sumber: Rakyat Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar