jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 11 November 2009

Warga Magelang geger telinga bayi berbentuk lafaz Allah


Magelang. Warga Magelang digegerkan dengan kelahiran seorang bayi perempuan karena dianggap memiliki keanehan. Daun telinga bayi tersebut berbentuk lafaz Allah.
Bayi yang diberi nama Indah Kun Nuryana merupakan anak kedua pasangan Eko Riyono, 42, dan Siti Munawaroh, 36 warga Gang Kokrosono I Blok A1, Perumahan Purna Bhakti RT 24 RW 9, Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Magelang, Jawa Tengah.

Mereka mengaku kaget saat mengetahui keanehan pada bayi yang dilahirkan di Bidan desa setempat itu. Bayi yang lahir dengan berat 3,2 kilogram ini mempunyai dua daun telinga dengan bentuk lafaz Allah.
Pada daun telinga sebelah kanan, lafaz Allah terbaca jelas jika dilihat dari bawah telinga. Sebaliknya, pada daun telinga kiri, lafaz Allah bisa dibaca dari atas kebawah.

Kabar mengenai keanehan bayi ini langsung menyebar dari mulut ke mulut. Akibatnya, ratusan orang pun penasaran dan berdatangan ke rumah Eko. Mereka berebut ingin memastikan langsung kebenaran kabar tersebut.

Eko sendiri mengaku kaget saat pertama kali mengetahui keanehan pada diri anaknya. Saat itu Eko akan mengumandangkan azan di telinga anaknya.

“Saat saya akan azani, saya kaget kok daun telinganya berbentuk lafaz Allah,” ungkap Eko.

Menurut Eko, selama proses kehamilan sang bayi, dia dan istrinya tidak mendapatkan firasat aneh. Semuanya berjalan normal seperti kehamilan anak pertama mereka.

“Tidak ada firasat apa-sapa mas. Saya anggap ini berkah bagi keluarga saya,” tegas Eko.


Sumber: http://www.solopos.com/2009/channel/jateng/warga-magelang-geger-telinga-bayi-berbentuk-lafaz-allah-7223/comment-page-1#comment-2266

Tidak ada komentar:

Posting Komentar