jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 11 November 2009

90% CPNS di Sragen disinyalir lewat ‘belakang’


Sragen (Espos). Wakil Ketua DPRD Sragen Giyanto mensinyalir jumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melalui tes murni sekitar 10%, sedangnya sisanya 90% CPNS yang diterima melalui jalur “belakang”. Kondisi tersebut diprediksi juga bakal terjadi pada penerimaan CPNS tahun 2009 di Kabupaten Sragen.
Kakalangan anggota Dewan Sragen juga mempertanyakan besaran anggaran untuk membiayai proses penerimaan CPNS di Kabupaten Sragen senilai Rp 1,225 miliar yang diajukan dalam RAPBD-Perubahan 2009.

“Kalau dipersentase jumlah CPNS yang melalui tes murni itu hanya sekitar 10%, sedangkan yang lainnya melalui ‘bekalang’ atau boleh dikatakan harus membayar. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen lebih mengoptimalkan PNS yang ada dan ditingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masing-masing PNS. Peningkatan SDM itu bisa melalui workshop atau pelatihan lainnya,” tegas Wakil Ketua DPRD Sragen Giyanto saat ditemui wartawan, Selasa (10/11), seusai mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) Dewan.

Penegasan Giyanto tentang adanya peningkatan kualitas SDM PNS itu juga dibenarkan anggota Komisi I DPRD Sragen Tohar Ahmadi yang ditemui Espos secara terpisah. Penerimaan CPNS itu, menurut Giyanto, dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sehingga kebutuhan anggaran untuk rekrutmen CPNS ini juga lebih efisien.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Aris Surawan lebih menyoroti pada besarnya anggaran penerimaan CPNS yang mencapai Rp 1,225 miliar. Padahal di daerah sepanjang pengetahuan dia, jumlah anggaran penerimaan CPNS itu hanya sekitar Rp 800 juta.

Sementara itu, Kepala BKD Sragen, Wahyu Widayat mengakui bahwa BKD akan mengajukan anggaran senilai Rp 1,225 miliar ke APBD-Perubahan. Menurut dia, pengajuan anggaran itu direncanakan untuk memproses penerimaan CPNS sebanyak 6.500 orang. Seperti halnya pengajuan pada tahun 2008, lanjutnya, alokasi anggaran untuk penerimaan CPNS sampai Rp 1,5 miliar.


Sumber: www.solopos.com/sragen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar