jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 13 Juni 2011

Pemilu Turki: Pidato Kemenangan Erdogan Laiknya Pidato Kholifah Abu Bakar Ash-Shidiq

Pemilu Turki yang digelar Minggu 12 Juni 2011 menghasilkan kemenangan telak partai AKP (Adalet ve Kalkınma Partisi - Partai Keadilan dan Pembanguan) pimpinan Perdana Menteri Turki Recep Tayip Erdogan dengan perolehan 326 kursi parlemen dari total 550 kursi atau setara dengan 59,27 %. Ini merupakan kemenangan ke-3 pemilu secara berturut-turut partai bentukan harakah Islam di Turki ini sejak 2002.

Usai pengumuman hasil pemilu, para pendukung, yang kebanyakan adalah pemuda, berkumpul di luar markas AKP di Ankara guna merayakan kemenangan mereka serta menunggu pemimpin Erdogan menyampaikan sambutan.

Pidato Erdogan disiarkan live di televisi Turki, yang kemudian oleh @pksmesir ditulis point-point isinya di twitter. Berikut point-point kutipan isi pidato Erdogan:

• Dunia akan belajar Demokrasi dari Turki.

• Walau AKP menang kali ini, AKP tetap merangkul oposisi

• Apa yang sudah kami persembahkan sebelumnya, adalah garansi bahwa kami tetap bekerja untuk kemajuan Turki.

• Kami berusaha menjauhi kesombongan. Inilah akhlak kami dalam berpolitik. Kami tidak ingin berbangga. Kami akan lebih merunduk dari sebelumnya.

• Kami bukan Tuan-tuan untuk rakyat. Tetapi kami adalah para pelayan untuk rakyat.

• Kemenangan 50% ini bagi AKP juga kemenangan Al-Quds. Kemenangan masa depan Palestina.

KOMPAS.com menulis diantara isi pidato Erdogan, sbb:

"Kita akan berkonsensus dengan oposisi utama, kelompok oposisi lain, partai di luar parlemen, media, lembaga swadaya masyarakat, kaum akademisi, dan siapapun yang ingin berpartisipasi," ungkap Erdogan.

Pidato Erdogan ini mengingatkan kita pada pidato Kholifah Abu Bakar Ash-Shidiq saat diangkat sebagai kholifah menggantikan Rasulullah saw yang wafat:

“Amma ba’du. Wahai manusia, aku telah diserahi kekuasaan untuk mengurus kalian, padahal aku bukanlah orang terbaik dari kalian. untuk itu, jika aku melakukan kebaikan, maka bantulah aku, jika aku berbuat salah, maka ingatkanlah aku. Jujur itu amanah, sedang dusta itu khianat. Orang lemah di antara kalian adalah orang kuat di sisiku hingga aku berikan haknya insya Allah, dan orang kuat di antara kalian adalah orang lemah di sisiku hingga aku mengambil haknya darinya insya Allah."


Lebih dari 50 juta warga Turki (termasuk warga Turki di luar negeri) diperkirakan mendatangi tempat pemungutan suara untuk memberi suara mereka untuk memilih 550 anggota parlemen dari 7.492 calon dari 15 partai politik dan 203 calon independen.

Jajak pendapat sebelum pemilihan umum memperlihatkan partai yang berkuasa, AKP, dapat meraih 48 persen suara untuk memperoleh masa jabatan ketiga kali berturut-turut. Ini merupakan dampak kebijakan dan kepemimpinan AKP yang mampu mendongkrak perekonomian rakyat Turki dengan pendapatan perkapita naik 3 kali lipat. Pertumbuhan ekonomi menjadi kartu truf bagi AKP dan Erdogan. "Ekonomi adalah kunci," kata Cuneyd Zapsu, seorang asisten Erdogan.

Meskipun berhaluan Islam yang relatif lebih bersih dari kasus-kasus amoral dibanding partai lain, AKP mengandalkan agenda ekonomi selama memerintah. "Kami tidak memerintah dengan agenda Islam, kita memerintah dengan agenda ekonomi," kata Zapsu menjelaskan alasan tingginya dukungan masyarakat Turki pada AKP.


Berikut hasil lengkap Pemilu Turki:


(Nama partai-perolehan jumlah suara-jumlah kursi. Parliamentary threshold bagi partai peserta pemilu adalah 10% sehingga partai yg suaranya dibawah 10% tidak dapat kursi parlemen, kecuali calon independen)

-Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP) 21.441.303 suara atau 49,85% - 326 kursi
-Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) perolehan suara 11.131.910 suara atau 25,88% - 135 kursi
-Milliyetçi Hareket Partisi (MHP) perolehan suara 5.580.194 suara atau 12,97% - 53 kursi
-Bağımsız / Calon-calon Independen (BGSZ) 2.858.668 suara atau 6,65% - 36 kursi

Yang tidak dapat kursi:

- Saadet Partisi (SP) perolehan suara 534.428 atau 1,24%
- Halkın Sesi Partisi (HAS) perolehan suara 326.248 atau 0,76%
- Büyük Birlik Partisi (BBP) perolehan suara 315.476 atau 0,73%
- Demokrat Parti (DP) perolehan suara 278.609 atau 0,65%
- Hak ve Özgürlükler Partisi (HEPAR) perolehan suara 121.914 atau 0,28%
- Demokratik Sol Parti (DSP) perolehan suara 105.926 atau 0,25%
- Doğru Yol Partisi (DYP) perolehan suara 64.485 atau 0,15%
- Türkiye Komünist Partisi (TKP) perolehan suara 60.944 atau 0,14%
- Millet Partisi (MP) perolehan suara 59.654 atau 0,14%
- Milliyetçi ve Muhafazakar Parti (MMP) perolehan suara 36.791 atau 0,09%
- Emek Partisi (EMEP) perolehan suara 31.414 atau 0,07%
- Liberal Demokrat Parti (LDP) perolehan suara 15.643 atau 0,04%


Sumber: KOMPAS online, Twit @pksmesir, Muchlisin Blog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar