jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 15 Juni 2010

Amerika dan PKS Akui Saling Mendekat untuk Kerja Sama

TEMPO Interaktif, Jakarta. Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan kedua belah pihak perlu saling mendekat untuk membangun saling pengertian dan kerja sama di masa depan.

Juru bicara Kedutaan Besar Amerika, Paul Belmont, mengatakan pihaknya menyambut baik undangan untuk menjelaskan sikap politik Presiden Amerika Barack Obama terhadap dunia Islam dalam Musyawarah Nasional PKS.

"Hadir memberikan pidato akan menjadi kesempatan yang baik sekali untuk lebih terlibat dalam dunia muslim," kata Belmont kepada Tempo kemarin.

PKS akan menggelar munas keduanya pada 16-20 Juni di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Ritz-Carlton selama ini dianggap simbol Amerika dan berkali-kali menjadi target serangan teroris anti-Amerika.

Pada munas kali ini, PKS pun akan mengundang Duta Besar Amerika Cameron R. Hume untuk menjadi salah satu pembicara. Panitia munas juga akan menggelar lomba menulis surat untuk Obama.

Menurut Belmont, Duta Besar Cameron R. Hume tidak bisa menghadiri Munas PKS karena sedang berada di luar Jakarta. Namun Kedutaan Amerika akan mengirim Deputy Chief of Mission Theodore G. Osius untuk berpidato menggantikan Hume. “Tugas Deputy Chief of Mission memang menggantikan Duta Besar saat Duta Besar tak berada di tempat,” ujar Belmont.

Belmont menambahkan, pidato Osius akan memiliki semangat yang sama dengan pidato Obama di Universitas AlAzhar, Kairo, Mesir, beberapa waktu lalu. Saat itu Obama mengemukakan bahwa Amerika Serikat berharap bisa menutup jarak dengan dunia muslim.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Jawa Tengah Muhammad Haris mengakui keinginan partainya untuk bisa dekat dengan dunia internasional, terutama Amerika Serikat, yang menjadi negara adikuasa. “PKS sekarang sudah menjadi partai agak besar. Wajar jika ingin bersuara di tingkat internasional,” kata Haris di Semarang kemarin.

Agar aspirasi yang digelorakan PKS didengarkan masyarakat internasional, menurut Haris, perlu berbagai upaya pendekatan. “Ke depan harus dekat dengan mereka agar didukung,” ujarnya.

Haris menambahkan, PKS sejauh ini belum puas dengan politik internasional Obama. Tapi PKS menganggap Amerika harus didekati. “Kami akan menuntut lebih banyak lagi, seperti penyelesaian kasus Jalur Gaza dan kemerdekaan Palestina,” ujar Haris.

Haris mengaku tidak khawatir jika “kemesraan” dengan Amerika bisa menggerus dukungan pemilih PKS yang militan. Dia pun mengklaim, pemilih PKS adalah pemilih rasional yang memberi dukungan karena mengetahui kiprah partai.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Barat Yudi Widiana Adia juga mendukung strategi pengurus pusat partai untuk menjalin hubungan dengan Amerika.

Menurut dia, penjelasan politik luar negeri Amerika setelah dipimpin Obama merupakan agenda penting. “Obama merupakan Presiden Amerika yang paling terbuka berhadapan dengan dunia Islam,” kata dia.

Meski begitu, menurut Yudi, undangan untuk Duta Besar Amerika bukan hal luar biasa.

Duta Besar Amerika bukan satu-satunya perwakilan negara asing yang diundang. Undangan serupa juga dikirim kepada Duta Besar Cina, Australia, dan Jerman. “Ada 40 perwakilan negara asing yang diharapkan hadir,” kata Yudi.


Sumber: Tempointeraktif.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar