jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 16 Desember 2008

Kritik Soal Tutut Bukti Cinta PKS


INILAH.COM, Jakarta. PKS telah menuai pro-kontra dengan iklan yang menampilkan Presiden Kedua RI Soeharto sebagai pahlawan. Kini, PKS berencana akan memberi penghargaan kepada delapan perempuan yang dianggap berjasa bagi bangsa. Salah satu nominatornya adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut, yang merupakan putri Soeharto. Tidak takut dianggap akan merapat ke Cendana?

"Kita setuju-setuju saja dibilang seperti itu. Jika ada yang mengkritik itu tandanya cinta,” kata Humas PKS Ahmad Mabruri, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/12).

Mabruri menjelaskan, terjaringnya Tutut dalam daftar nominasi penghargaan perempuan PKS merupakan keinginan masyarakat sendiri. Sebab, PKS, telah memasang iklan di salah satu tabloid dan majalah yang berisi tentang siapa tokoh perempuan yang dianggap berjasa bagi bangsa ini.

Di dalam iklan itu, lanjutnya, masyarakat dapat mengusung calonnya dengan mengirimkan SMS. "Terkumpul 600 atau 700 SMS, dan sekitar 50-an terkumpul nama," jelasnya.

Beberapa nama yang terdaftar, di antaranya Mira Lesmana, Neno Warisman, Bunda Ifet, Tuty Alawiyah, Nia Dinata, Dian Sastro, Ani Soetjipto, Dewi Motik, dan Maria Hartiningsih.

Selain itu ada Toeti Aditama, Rosiana Silalahi, Siti Hardijanti Indra Rukmana (Tutut), Megawati Soekarnoputri, Khofifah Indar Parawansa, Sri Mulyani, Meuthia Hatta, dan sejumlah nama lainnya.

PKS, ujarnya, sudah mempersiapkan penghargaan ini pada November yang lalu. Rencananya, delapan nama perempuan itu akan diumumkan pada 18 Desember. Sedangkan penghargaan kepada mereka akan diberikan di Hotel Sari Pan Pacific pada 19 Desember.

Karena itu, PKS mengaku tidak takut penghargaan ini akan menuai kontroversi kembali dengan masuknya Tutut sebagai nominator. “Masyarakat yang menentukan semuanya," tandasnya.


http://smsplus.blogspot.com/2008/12/kritik-soal-tutut-bukti-cinta-pks.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar