jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 12 April 2016

Penertiban Daerah Kumuh Harus dengan Pendekatan Manusiawi


Jakarta (12/4) -- Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahmy Alaydroes mengatakan bahwa menertibkan daerah kumuh dan semrawut adalah salah satu tugas pemerintah daerah; kemudian membangunnya menjadi daerah yang lebih rapi, bersih dan manusiawi.

“Apalagi kalau lahan yang mau ditertibkan itu milik negara, yang pada akhirnya demi kebaikan dan kemaslahatan kita semua," kata Fahmy, di Jakarta, Selasa (12/4).

Hanya saja, lanjutnya, dalam hal mengeksekusi harusnya memerhatikan berbagai hal yang boleh jadi akan menimbulkan prasangka, kekisruhan, atau bahkan menabrak nilai-nilai keadilan.

“Penggusuran rumah-rumah pemukiman penduduk yang sudah menghuninya selama puluhan tahun tentu perlu mendapat perlakuan yang bijak. Mereka kebanyakan adalah rakyat jelata yang memerlukan perlindungan dan pembelaan dari pemerintah. Janganlah diperlakukan dengan cara-cara yang kasar, menakut-nakuti mereka dengan menghadirkan aparat polisi, bahkan TNI yang siap 'menghajar' mereka yang melawan, mereka yang mencoba mempertahankan dan membela rumah yang telah mereka diami puluhan tahun lamanya,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti jangan sampai ada kesan, pemerintah terkesan kasar dan kejam kepada rakyat jelata, dan memberikan segala kemudahan dan fasilitas kepada pihak lain yang lebih kuat dan mapan.

“Sebaiknya, menghadapi rakyat jelata, yang hidup susah dan sengsara, memerlukan cara dan pendekatan yang lebih menusiawi,” ungkapnya.


Sumber: PKS Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar