jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 11 Mei 2010

Puluhan ribu orang hadiri peresmian cabang MTA

Sukoharjo (Espos). Puluhan ribu jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) menghadiri pengajian akbar dalam rangka peresmian cabang MTA, Minggu (9/5) di alun-alun Satya Negara Sukoharjo.

Dalam acara yang dihadiri oleh Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukino, Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto beserta Muspida dan bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut sebanyak delapan cabang MTA diresmikan, di antaranya terdiri dari MTA cabang Baki, Weru, Grogol, Kartasura, Mojolaban, Polokarto dan Sukoharjo.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Ridwan yang hadir memberikan tausiah mengatakan, tidak ada masalah dengan ajaran MTA. pada kesempatan itu Cholil juga mengajak, kepada jamaah yang hadir untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan menggiatkan salat berjamaah.

“Masjid paling mubazir adalah Masjid kubah emas di Sawangan, Depok, Jabar. Saya prihatin, masjid yang cukup megah dan bernilai triliunan tersebut jamaah salat subuhnya tidak lebih dari 16 orang, untuk itu salat berjamaah tidak hanya dilakukan saat salat Jumat saja,” katanya.


Sumber: Solopos Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar