jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 08 Juni 2009

PKS JATIM DEKLARASI PEMENANGAN SBY-BOEDIONO


Surabaya - beritajatim.com. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur, hari ini, Minggu (07/06/2009) menggelar deklarasi pemenangan SBY-Biediono, pada pilpres 8 Juli nanti. Sebagai salah satu partai pendukung, PKS begitu mantab mendukung pasangan incumbent yang diusung Partai Demokrat (PD) itu.

"Kita mendukung SBY-Boediono karena platform kita sama dengan pak SBY. 99,50 persen sama," kata Tifatul Sembiring, Presiden PKS dihadapan sekitar 500 pengurus PKS Jatim, saat deklarasi pemenangan di Hotel Utami, Juanda Sidoarjo.

Dalam acara deklarasi itu, hadir presiden PKS, Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Wilda Jatim dan Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono, Ketua Korwil Jawa Timur Kampanye Nasional Imam Utomo, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PD Jatim, Arief Affandi.

Selain itu, sekitar 500 pengurus PKS, mulai dari tingkay DPW, MPW (Majlis Pertimbangan Wilayah), DSW (Dewan Syariat Wilayah), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), dan beberapa pengurus cabang lain."Sekarang kita berfikirnya jangan mundur," ujar Ja'far Tri Kuswahyono, ketua DPW PKS Jatim.

Dia menjelaskan, DPW PKS Jatim mentarget suara PKS untuk pasangan SBY-Boediono nanti minimal tetap seperti perolehan suara pada pilleg 9 April lalu, yaitu 853 ribu."Kalau bisa naik diatas itu," ujarnya.[fik/ted]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar