jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 08 Juni 2009

853 RIBU SUARA PKS JATIM SIAP KE SBY-BOEDIONO


SURABAYA-REPUBLIKA. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, berdasar survey yang dilakukan oleh PKS, banyak suara konstituen PDIP dan Golkar yang lari ke SBY."Berdasar survey, suara pemilih Golkar yang lari ke SBY itu 30 persen. Sedangkan PDIP itu 19 persen," terangnya.

Mengenai dukungan PKS ke SBY-Boediono, Tifatul mengatakan ia mempunyai power sharing sebelum menyepakati untuk mendukung pasangan SBY-Boediono maju sebagai capres dan cawapres pada pilpres 8 Juli nanti.

Selain itu, dukungan PKS terhadap capres incumbent ini karena permintaan konstituen berdasarkan hasil survey . "Kami mempunyai power sharing sebelum memberikan dukungan kepada pak SBY. Salah satunya adalah kesamaan platform," jelasnya saat datang di Surabaya mendeklarasikan dukungan kepada SBY-Boediono, yang digelar DPW PKS Jatim, di Hotel Utami, Juanda Surabaya, Ahad (7/6).

Tapi Tifatul enggan memberikan penjelasan secara blak-blakan soal power sharing tersebut. Dia hanya menjelaskan soal kesamaan platform antara PKS dan Partai Demokrat. Meski sudah berulang kali dipancing oleh para wartawan usai acara, power sharing itu soal jatah komposisi kabinet menteri atau lainya, dia hanya menjawab

"Itu urusan nanti. Tapi kita mendukung SBY-Boediono karena platform kita sama, pokoknya 99,50 persen sama dan bersyarat," ujarnya.

Menurutnya power sharing tersebut pasti ada, kalau soal komposisi (Kabinet) tetap suara terbesar dapat jatah paling besar (PD). "Kami berpikir itu dulu, tapi yang utama adalah kerja bagaimana agar SBY-Boediono menang," ujarnya

Sementara menyinggung soal strategi PKS untuk memenangkan SBY, Tifatul mengaku optimis dengan mesin partai, yang dinilainya saat ini masih panas karena tenggang waktu pileg dan pilpres tidak panjang.

Dia menargetkan, pada pilpres nanti PKS mampu menyumbang 10 persen suara untuk SBY-Boediono. Suara itu adalah suara perolehan PKS pada pilleg lalu. Artinya, minimal partai berbasis Islam itu mematok target, suara PKS tetap."Syukur Kalau bisa lebih," ujarnya.

Terkait soal keputusan PKS memilih SBY untuk didukung, itu juga sudah atas dasar survey yang dilakukan PKS terhadap konstituenya ditingkat bawah."Diantara tiga pasangan calon, ternyata 70 persen konstituen PKS menghendaki kita mendukung SBY, bukan calon lain," pungkasnya.

Sementara Ketua DPP PKS Wilda Jatim dan Bali Sigit Sosiantomo, Ketua DPW PKS Jawa Timur Ja'far Tri Kuswahyono, Ketua Korwil Jawa Timur Kampanye Nasional Imam Utomo, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD PD Jatim, Arief Affandi hadir dalam deklarasi tersebut

Selain itu, sekitar 500 pengurus PKS, mulai dari tingkat DPW, MPW (Majlis Pertimbangan Wilayah), DSW (Dewan Syariat Wilayah), DPD (Dewan Pimpinan Daerah), dan beberapa pengurus cabang lain.

Di jelaskan Kuswahyono, DPW PKS Jatim mentarget suara PKS untuk pasangan SBY-Boediono nanti minimal tetap seperti perolehan suara pada pilleg 9 April lalu, yaitu 853 ribu."Kalau bisa naik diatas itu," ujarnya. (uki/ahi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar