jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 08 Juni 2009

Mesin Partai Siap Menangkan SBY-Boediono


PK-Sejahtera Online. Pemilu legislatif 2009 telah menempatkan PKS menjadi partai empat besar nasional. Dengan 57 kursi DPR-RI atau 7,8% suara nasional. Persyaratan 20% untuk bisa mencalonkan kadernya di Pilpres 2009 tidak terpenuhi, maka untuk mengoptimalkan agenda musyarakah siyasiyah (Partisipasi politik) pada musyawarah Majelis Syura PKS ke-11 memutuskan berkoalisi dengan SBY dan Partai Demokrat.

PKS yang sudah mantap berkoalisi mengusung SBY-Boediono melakukan konsolidasi internal untuk memenangkan pasangan tersebut. Acara koordinasi dan konsolidasi itu melibatkan seluruh ketua dan staf Bidang Pembinaan Kader Dewan Pengurus Wilayah (DPW) se-Indonesia yang seluruhnya berjumlah 350 orang. Acara konsolidasi itu dipimpin Ketua Bidang Pembinaan Kader DPP PKS Ahmad Zainuddin.

Sekretaris Bidang Pembinaan Kader DPP PKS Musyaffa Ahmad Rohim mengatakan, selain untuk menyemangati kader pasca Pileg yang lalu, acara ini juga dimaksudkan sebagai pemenangan SBY-Boediono, karena PKS ingin berjuang lebih optimal dengan melibatkan seluruh kader.

"Acara yang dilaksanakan pada 5-8 Juni 2009 ini dimaksudkan untuk menggerakkan semua elemen pembinaan kader PKS dari DPW seluruh Indonesia," kata Musyaffa dalam sambutannya saat pembukaan Acara Konsolidasi itu di Puspiptek (Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Serpong, Tangerang Selatan - Banten, pada Sabtu, 6 Juni 2009.

PKS, kata Musyaffa, akan berkonsentrasi menghidupkan struktur Bidang Pembinaan Kader sebagai ujung tombak yang akan menghidupkan kembali mesin politik PKS dalam memenangkan SBY-Boediono. Demikian juga para caleg PKS yang berjuang dalam pemilihan umum legislatif, kata Musyaffa, bakal dikonsolidasikan ulang dan dijadikan garda terdepan.

Dalam waktu dekat, PKS bakal menghidupkan kembali kegiatan-kegatan untuk pemenangan SBY-Boediono di seluruh wilayah Indonesia. "Kami telah bertekad menjalankan amanah Majelis Syuro ke-11 untuk itulah acara ini diselenggarakan," papar Musyaffa.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS DR. Surahman Hidayat, MA menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan partainya menetapkan berkoalisi mengusung SBY-Boediono adalah prinsip musyarakah yang mengatakan bahwa muhtamal raajih fauzuhu (kemungkinan besar menangnya) menurutnya insya Allah ada pada SBY-Boediono. Surahman menyampaikan hal tersebut saat memaparkan konsideran keputusan Majelis Syuro ke-11 di hadapan peserta Rakor BPK se-Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar