jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 18 November 2008

Tifatul Sembiring: Tunggu Iklan Berikutnya


VIVAnews. Jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang terbaru menunjukkan dukungan publik kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cuma 4,9 persen. Perolehan itu menurun tajam dari hasil Pemilu 2004 dimana PKS mendapat 7,2 persen suara.

Hasil itu juga menurun dari hasil survei LSI yang digelar Oktober 2008. Dalam survei itu partai ini mendapat 6,3 persen suara. Dua hasil survei ini jauh dari target petinggi partai itu. Dalam Pemilu 2009 mereka mematok target memperoleh 20 persen suara. Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, menanggapi perubahan itu. Berikut petikan wawancara dengan VIVAnews.

Mengapa dukungan merosot. Padahal partai ini punya target 20 persen di Pemilu 2009?

Survei itu kan hasil sesaat. Dan LSI juga mengumumkan bahwa 34 persen di antara yang disurvei merupakan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Jadi, hasil survei sangat segmentatif. Karena kalangan yang disurvei juga termasuk penerima BLT dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kalau kalangan ini memilih Susilo Bambang Yudhoyono, ya, wajar saja. Jadi survei kemarin itu berbeda dengan survei-survei lain sebelumnya. Bagaimanapun masih ada waktu lima bulan lagi. Dan perolehan suara masih bisa naik dan turun.

Bagaimana strategi PKS mendongkrak perolehan suara?

PKS tetap konsisten dengan program-program yang kita lakukan. Selama ini juga terbukti tidak ada anggota PKS yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Nah, persepsi masyarakat, bukan berdasarkan hasil survei semata. Tapi juga, program-program dan bukti yang kontinyu dari suatu partai. Kami juga membidik pemilih pemula, karena ini penting untuk mendongkrak suara.

Apakah PKS akan mengeluarkan iklan di media lagi. Apakah iklan itu nanti seperti iklan yang kemarin diperdebatkan?

Ya, tentu, setelah kemarin, PKS beriklan tanggal 9,10 dan 11 November 2008, maka nanti akan ada iklan lagi dengan jenis iklan yang berbeda. Supaya masyarakat tidak bosan. Tapi, iklan seperti apa, itu nanti saja kita umumkan. Kalau saya bilang sekarang, nanti tidak surprise lagi, dong.


Sumber: vivanews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar