jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Susno Duadji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Susno Duadji. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Mei 2010

Republik Mafia?

OPINI

KOMPAS.com. Susno Duaji, seorang mantan Kabareskrim yang belakangan getol menjadi ”peniup peluit” (whistleblower) membongkar mafia di kepolisian, akhirnya ditahan oleh kepolisian. Dia diduga menerima suap dalam sebuah kasus.

Sejauh mana itu benar tentu pengadilan yang akan mengujinya, tetapi penahanan ini mengindikasikan bahwa nyanyian soal mafia ini bukanlah nyanyian yang sumbang. Penyelidikan dan penyidikan harus secara tuntas dilakukan karena soal mafia yang selama lebih dari satu dasawarsa dibantah, nyatanya sekarang diakui ada oleh Pemerintah.

Persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme di tubuh penegak hukum memang sangat serius dan bisa menghancurkan lembaga penegak hukum kalau tidak diberantas. Korupsi adalah persoalan global di mana tak sebuah negara pun yang tak terserang korupsi. Di banyak negara lain, gerakan pemberantasan korupsi menjadi gerakan nasional yang bergandeng tangan dengan gerakan global. Maka, muncul banyak terminologi yang dipakai untuk melawan korupsi, seperti perlunya good governance dan good corporate governance.

Sejalan dengan itu, berbagai survei dilakukan oleh beberapa lembaga internasional yang nyatanya menyedot perhatian dunia dan dijadikan rujukan di banyak negara termasuk Indonesia.

Senin, 12 April 2010

PKS: Alasan Penangkapan Susno Dibuat-buat

INILAH.COM, Jakarta. Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji ditangkap saat hendak berangkat ke Singapura dengan alasan tidak mempunyai izin. Alasan ini pun dinilai dibuat-buat.

"Menurut saya, langkah polri membawa susno dengan alasan melanggar disiplin dan tanpa izin Kapolri, cenderung dibuat-buat," ujar Anggota Komisi III dari F PKS Nasir Jamil kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (13/4).

Ia justru mempertanyakan alasan penangkapan mantan Kapolda Jawa Barat tersebut. Karena tindakan tersebut menurut Jamil, bisa menyudutkan Polri sendiri di mata publik. "Jika memang itu alasannya, kenapa baru ditangkap sekarang," tanya dia.

Senin, 11 Januari 2010

FPKS: Susno Lupa Bawa Baju Pengganti

Jadi Saksi di Sidang Antasari


INILAH.COM, Jakarta. Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji menjadi saksi ahli pada persidangan Antasari dengan menggunakan seragam dinas polisi lengkap. Susno pun dinilai lupa bawa baju pengganti.
"Pertama mungkin lupa membawa baju pengganti," ujar Anggota Komisi III dari FPKS Nasir Djamil di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/1).

Selain lupa membawa baju pengganti, pemakaian seragam polisi dalam persidangan menggambarkan kultur polisi yang masih kental. "Bisa saja keduanya-duanya dan ada kultur militer yang dominan," katanya.

Komjen Susno memberikan keterangan sebagai saksi atas permintaan dari pengacara Antasari Azhar. Susno diminta untuk jadi saksi meringankan bagi mantan Ketua KPK tersebut. [jib]


Sumber: Inilah.Com