jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 26 Desember 2012

Aleg-Aleg Harapan Rakyat


Malam itu, Sabtu 22/12, warga siriawan, Kec. Batu Aji, Sekupang, Batam menjadi saksi kepedulian dan keberpihakan serta konsistensi aleg aleg PKS memperjuangkan kepentingan rakyat. Beragam permasalahan yang melilit , keluhan, aspirasi dan harapan masyarakat diselesaikan dan didengarkan oleh Aleg-aleg PKS dari daerah pemilihan kota Batam, Provinsi Riau.
Tiga aleg PKS dari tiga tingkat perwakilan rakyat, Ir. Riky Indrakari dari DPRD Kota, Ibu Suryani, SE dari DPRD Provinsi dan  Hj. Herlini Amran, MA dari DPR RI, bersinergi melaporkan program-program yang telah diselesaikan dan menjadi aspirasi warga, mereka tidak banyak banyak bicara, mereka lebih banyak mendengar dan bekerja, menyerap dan mengadvokasi.
Dalam acara rangkaian Reses malam itu, mereka hanya berbicara sekitar lima menit, dan selebihnya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga, sebelumnya dimulai dengan pemberian bantuan kompang majlis ta’lim, bahan seragam ibu-ibu majlis ta’lim, bantuan uang pembinaan majlis ta’lim, bantuan alat-alat olah raga, bantuan pembangunan masjid, bantuan untuk kominitas perkumpulan ojek.
Memasuki dialog interaktif, aleg-aleg ini tidak bicara, tapi hanya langsung mempersilahkan warga menyampaikan keluhan dan aspirasinya. Satu persatu pun warga bergantian menyampaikan permasalahan dan harapan mereka. Mulai dari permasalahan anak-anak mereka, hingga permasalah telpon dan internet mereka. Mulai dari permasalahan anak remaja dengan perkumpulannya gelanggang remaja hingga peralatan olah  raga mereka, bola takro dan voli. Uneg-uneg dan harapan pak ustadz mulai dari bantuan pembangunan masjid, ambulance hingga wifi koneksi internet untuk pemdidikan anak-anak mereka di masjid.
Permasalahan ibu-ibu mulai dari alat-alat kompangnya hingga pakaian seragam mereka. Permasalah wargan mulai dari jalanan, pencahayaan hingga perayaan menyambut tahun baru. Semuanya didegarkan oleh aleg-aleg ini.
Harapan Pak Yunizar misalnya, sebegai Ketua RT, ia berharap aleg-aleg PKS bisa mempersembahkan yang terbaik buat masyarakat dal  am menyelesaikan permasalahan mereka, bisa mengadvokasi aspirasi rakyat utamanya pembanguan fasum (fasilitas umum) yang dibutuhkan oleh warga.
“Mudah-mudahan dalam kesempatan kali ini, ibu-ibu dan bapak (aleg) bisa memberikan yang terbaik buat kita semua, karena masih banyak PR-PR pembangunan yang perlu diselesaikan, utamanya fasilitas fasum”, harapnya.
Lain lagi dengan pak Dedi, Ketua RT 5, Siriawan, selain mengajukan proposal pembangunan balai pertemuan masyarakat dengan biaya Rp. 40 juta, ia juga langsung dan berhasil memalak aleg aleg tersebut dengan meminta uang tunai untuk SKR (Sanggar Kegiatan Remaja).
Kecintaan dan perhatian aleg-aleg ini kepada rakyatnya melebihi cinta dan perhatiannya kepada diri mereka sendiri dan keluaganya. Pak Riky Indrakari misalnya, malam itu ia tampil dengan baju apa adanya, belum sempat mandi dan ganti baju. Ia belum sempat kembali ke rumahnya untuk mandi dan ganti baju. Warga yang menyampaiakan harapan dan keluhan lebih rapi dan bagus. Walau putranya sedang sakit, ia lebih memilih berada dan menemani warga mendengarkan keluhan warga. Ia pun sembuh total dari luka jahitan di bibirnya akibat tabrakan saat menjalankan amanah rakyat.
Beda lagi dengan Hj. Herlini Amran, ibu yang dikarunia lima anak ini, dari pagi hingga jam sebelas malam belum sempat istrahat. Pagi-pagi jam delapan sudah harus ada bersama rekan-rekan jurnalis yang ada di kota Batam, ia meminta peran aktif para jurnalis dalam mengawal APBD dan pembangunan di kota Batam. Selesai dengan jurnalis dan shalat dzuhur, ia harus mengejar waktu dan hujan-hujanan hadir dan membawakan sambutan di pengajian ibu-ibu majlis ta’lim di kota Batu Tua. Selesai dari kota Batu Tua, ternyata beliau masih ada agenda pengajian akhwat di Batu Kampar. Setengah enam sore balik ke Hotel PIH Batam untuk mengantarkan makan malam untuk putra putrinya.
Sejam bersama keluarganya, langsung berangkat lagi ke Siriawan, Kec. Batu Aji, menembus kegelapan malam dan melewati jalanan bergelombang-gelombang, setelah tiga jam setengah bersama warga Siriawan, menyapa dan mendengarkan warga setempat,  baru balik ke hotel jam 23.30.
Inilah cerminan dari ucapan tokoh pergerakan lembah sungai Nil, Imam Syahid Hasan Al-Banna, ketika menggambarkan jiwa-jiwa pejuang kebaikan, beliau mengatakan:
“Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai dari diri kami sendiri. Kami bangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain cinta kami yang telah mengharu biru hati kami, menguasai  perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasa di hati kami ketika menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan."
 
Sumber :  PKS Piyungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar