jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 23 Agustus 2010

PKS BERBUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM PIATU - Kembalikan Niat Ramadhan Fair Sebenarnya!

Penyelenggaraan Ramadhan Fair sebagai syiar Islam harus dievaluasi serta dikembalikan ke niatan awalnya. Karena belakangan ini, agenda tahunan Pemko Medan ini dinilai ternoda dan menjadi ajang lokasi berpacaran bagi remaja.
“Ramadhan Fair diharapkan kembali ke niat awal, syiar Islam. Tidak boleh berbenturan dengan ritual-ritual ibadah,” imbau Ketua DPD PKS Medan, Surianda Lubis dalam acara buka puasa bersama yang disertai dengan pemberian santunan bagi 18 anak yatim piatu berupa beasiswa selama enam bulan dan santunan langsung terhadap lima anak dhuafa di Garuda Plaza Hotel, Sabtu (21/8) lalu.

Politisi PKS ini juga menilai kegiatan Ramadan Fair harus dikembalikan sebagai salah satu upaya Syiar Islam. Seperti festival budaya islam, tausiyah Ramadan yang disampaikan para ulama. “Evaluasi Ramadhan Fair ini sangat memungkinkan,” katanya.

Ramadhan Fair sambungnya, setiap tahun mengisi ruang sepanjang bulan suci Ramadan. Bahkan beberapa waktu lalu, DPRD Surabaya, sempat studi banding terkait penyelenggaraan Ramadhan Fair ini. Makanya, agenda tahunan yang merupakan icon kota Medan ini, harus bernuansa lokal dan menjadi identitas.

“Ramadhan Fair ini identitas keislaman mudah-mudahan jadi karakteristik Medan dari daerah-daerah lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Surianda juga menekankan untuk mendapatkan keselamatan terhadap janji-janji Allah SWT, tidak cukup berpuasa dalam rentang waktu 12 jam saja. Seperti di bulan suci Ramadan, namun berpuasalah sepanjang usia. Karena dengan berpuasa akan dapat menahan diri dari kehidupan duniawi dan berpikir pada kematian. “Berpuasa sepanjang umur, agar tidak menjadi orang yang berorientasi menyembah duniawi,” katanya.

Sebelumnya Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang hadir di sana menyebutkan melalui kegiatan buka puasa bersama dapat memperkokoh silaturrahim. ”Kesempatan ini juga momentum yang sangat baik untuk membina persaudaraan dan kekeluargaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan. Akhirnya akan menumbuhkan kerukunan dan kedamaian ditengah masyarakat,” katanya, sehingga mampu mengatasi persoalan kota Medan yang kian kompleks.

Kegiatan rutin ini, selain dihadiri Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin dan Ketua DPW PKS Sumut, Mustafa Ismail juga tampak Ketua Dewan Syariah Daerah PKS Medan, Salman Alfarisi, Sekretaris Dewan Syariah Wilayah, Muslim Maksum, mantan calon wakil walikota Medan, Nurlisa Ginting, Ormas serta undangan lainnya.


Sumber: Harian Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar