jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 23 Agustus 2010

Proyek Pujasera Mangkrak

SUKOHARJO. Kawasan Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) Sukoharjo yang rencananya juga akan dibangun puluhan kios oleh pemerintah kabupaten (Pemkab), hingga saat ini terkesan dibiarkan mangkrak begitu saja. Bahkan sejak terhentinya bangunan tahun 2009 lalu, belum ada tindak lanjut kapan bakal dilanjutkan.

Anggota Komisi II DPRD Sukoharjo Hasman Budiadi dalam rapat badan anggaran (Banang) mengatakan, sejak awal rencana pembangunan kawasan pusat jajan serba ada (Pujasera) dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran daerah. Namun apa yang terjadi saat ini, bangunan tidak terealisasi dengan baik, dan nasib dan statusnya malah tidak jelas lagi.

“Rencana awal bangunan Pujasera bisa dilakukan sesuai dengan target dan kemudian berlanjut hingga tahun ini yang tidak kunjung ada kejelasan kapan pembangunan itu akan dilanjutkan,”
tandasnya.

Menurut Hasman, sejak awal pertama rencana pembuatan Pujasera lokasinya berada di sebelah Gedung Budi Sasono (GBS) tepatnya di belakang gedung DPRD Sukoharjo. Konsep bangunannya sendiri adalah dua lantai. Namun, karena dana terbatas proses pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Tapi apa yang terjadi di lapangan saat ini, bangunan lantai bawahnya saja belum selesai 100 persen. Akibatnya bangunan yang sebagian sudah sedikit dibangun menjadi mangkrak dan banyak yang sudah rusak,” ujar Hasman.

Apalagi lanjut Hasman, dalam APBD 2010 lalu tidak ada dana yang dialokasikan untuk kelanjutan pembangunan Pujasera tersebut. Dan kini, nasib pembangunan gedung tersebut bisa dikatakan sangat tragis. “Saat ini dalam anggaran 2010 juga sudah tidak ada sisa dana lagi. Artinya pembangunan Pujasera itu bisa dikatakan memang mangkrak,” imbuhnya.

Belum Disetujui

Hal senada juga diungkapkan anggota Banang lainnya Suryanto. Dia mengatakan, dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2010, ada usulan untuk mengalokasikan dana bagi kelanjutan proyek Pujasera. Namun dalam rapat Banang DPRD, usulan tersebut belum sepenuhnya disetujui.

“Dalam pembahasan di tingkat Komisi II muncul usulan dana pembangunan Pujasera sebesar Rp 81 juta. Akan tetapi itu masih dalam tingkat pembahasan,” ujarnya.

Selain itu kata dia, belum lagi usulan tersebut disetujui, sudah ada pemotongan Rp 50 juta dari dana tersebut untuk tujuan lainnya. Sehingga ada kekhawatiran jika pembangunan dilanjutkan dalam Perubahan APBD tidak akan selesai. Pasalnya, waktu efektif hanya tiga bulan, Oktober, November dan Desember.

“Maka dari itu, jalan terbaiknya adalah Pujasera akan diberikan anggaran secara menyeluruh pada APBD 2011. Dengan cara seperti itu setidaknya pembangunan bisa diselesaikan dengan cepat tanpa kendala dana lagi,” ujarnya. (mal)


Sumber: Harian Joglosemar Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar