jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 02 September 2009

Sekwan siapkan Rp 2 miliar dari APBD

SOLOPOS; edisi Kamis, 03 September 2009 , Hal.VI


Sukoharjo (Espos). Sekretariat Dewan (Sekwan) Kota Makmur telah mengajukan usulan anggaran senilai Rp 2 miliar lebih, untuk mengantisipasi sarana dan prasarana anggota baru Dewan masa bakti 2009-2014.

Usulan diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P). Berdasarkan data yang diterima Espos, Selasa (1/9), Sekwan telah mengajukan usulan anggaran senilai Rp 2,06 miliar melalui APBD-P.

Anggaran tersebut digunakan untuk mengantisipasi anggota baru Dewan, mulai dari fasilitas untuk ketua, wakil ketua, komisi hingga fraksi. Dibandingkan dengan formasi anggota Dewan periode sebelumnya, kepengurusan periode 2009-2014 memang ada perbedaan.

Pasalnya, jika sebelumnya hanya ada lima fraksi, periode mendatang diperkirakan ada enam fraksi. Berdasarkan Undang-Undang (UU) tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD (Susduk) terbaru, wakil ketua Dewan yang sebelumnya hanya dua orang, kini menjadi tiga orang.

Masih mengacu kepada UU Susduk, empat kepanitiaan di tubuh Dewan, terhitung sejak September 2009, masing-masing akan menjadi badan. Keempat badan tersebut badan legislasi, anggaran, kehormatan dan badan musyawarah.

Anggota tim Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sukoharjo, Hasman Budiadi, menerangkan memang Sekwan telah mengajukan anggaran untuk mengantisipasi anggota baru Dewan. ”Jadi jangan disalahartikan dengan Dewan yang meminta anggaran. Melainkan, anggaran senilai Rp 2 miliar adalah anggaran yang diminta Sekwan,” jelas Hasman ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa.

Ditanya apakah dana itu untuk pengadaan empat mobil pejabat di Dewan, sebagaimana informasi yang marak beredar, Hasman tak menampiknya. ”Pengadaan mobil hanya salah satunya. Anggaran Rp 2 miliar ini digunakan untuk membiayai berbagai macam kebutuhan.”

Terkait dengan mobil untuk pejabat Dewan, Hasman menambahkan satu sedan Altis senilai kurang lebih Rp 300 juta bakal digunakan oleh wakil ketua. Sedangkan tiga Kijang Innova yang selanjutnya menjadi aset Sekwan, masing-masing bakal digunakan untuk ketua badan.

”Jadi, perlu dicatat juga supaya tidak keliru, mobil Innova, misalnya, bukan untuk ketua, melainkan sifatnya hanya pinjam pakai. Mobil-mobil itu tetap menjadi aset Sekwan,” tandas Hasman.

Di kesempatan sama, Sekretaris Dewan (Sekwan), Lasiman, membenarkan pihaknya telah mengajukan usulan anggaran senilai Rp 2 miliar lebih. ”Dana itu untuk mengantisipasi anggota Dewan yang baru.”

Lasiman menambahkan selain dipakai untuk pengadaan mobil, anggaran tersebut juga untuk melengkapi fasilitas kelengkapan Dewan. ”Misalnya, untuk penataan ruangan dan kebutuhan lain pasca pelantikan. Saya tidak hafal kalau ditanya satu persatu. Tapi yang jelas, banyak sekali memang kebutuhan untuk anggota baru Dewan yang akan dilantik Sabtu (5/9).”


Sumber: http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h33&id=286061

Tidak ada komentar:

Posting Komentar