jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 17 Januari 2011

Pemenang vs Pecundang

By: Asma Nadia
--------------

Pemenang melakukan apa yang harus dilakukan,
Pecundang melakukan apa yang suka dilakukan.

Pemenang jadi bagian dari jawaban;
Pecundang jadi bagian dari masalah.

Pemenang membuat masalah besar menjadi kecil
Pecundang membuat masalah kecil menjadi besar

Pemenang mengecilngecilkan masalah besar
Pecundang membesarbesarkan masalah kecil

Pemenang melihat jawaban dalam setiap masalah;
Pecundang melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang melihat peluang dalam setiap permasalahan
Pecundang melihat permasalahan dalam setiap peluang

Pemenang melihat hal yang mungkin dalam setiap kemustahilan
Pecundang melihat hal yang mustahil dalam setiap kemungkinan

Pemenang berkata, "Itu memang sulit, tapi mungkin bisa"
Pecundang berkata, "Itu mungkin bisa, tapi memang sulit"

Pemenang berkata, "Gampang-gampang susah!"
Pecundang berkata, "Susah-susah gampang!" (susahnya dua kali)

Pemenang berpikir, kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit?
Pecundang bilang, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?

Pemenang berpikir, bagaimana bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk orang/lembaga
Pecundang berpikir, bagaimana orang/lembaga bisa melayani saya

Pemenang berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya"
Pecundang berkata, "Itu bukan pekerjaan saya"

Pemenang membuat komitmen-komitmen,
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang berani ambil resiko sekalipun dengan tanggung sendiri akibatnya
Pecundang berani ambil resiko sepanjang ditanggung orang lain akibatnya

Pemenang membuat rencana untuk menghindari bencana.
Pecundang membuat bencana karena menghindari rencana.

Pemenang selalu mengutamakan rencana untuk berhasil
Pecundang selalu menyiapkan rencana bagaimana kalau gagal.

Pemenang membuat sesuatu terjadi,
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Pemenang selalu mengakui kesalahan.
Pecundang selalu mencari siapa yang disalahkan.

Pemenang selalu memperbaiki diri
Pecundang selalu merasa dirinya baik

Pemenang belajar dari kegagalan
Pecundang gagal dari pembelajaran

Pemenang belajar dari masa lalu
Pecundang trauma atas masa lalu

Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu"
Pecundang berkata, "Seseorang harus melakukan sesuatu".

Pemenang percaya pada menang-menang (win-win solution);
Pecundang percaya, jika ingin menang, orang lain harus kalah.

Pemenang seperti thermostat (mengatur suhu),
Pecundang seperti thermometer (sekedar mencatat suhu).

Pemenang menggunakan argumentasi kuat dengan kata2 yang lunak;
Pecundang menggunakan argumentasi lemah dengan kata2 yang keras.

Pemenang berpegang teguh pada visi tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh;
Pecundang bersikeras pada hal-hal remeh tapi bersedia mengkompromikan visi.

Pemenang berempati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda";
Pecundang berfilosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".

Pemenang merasa sukses adalah perjalanan,
Pecundang merasa sukses adalah tujuan.

So, are you winner or loser..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar