jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 18 Maret 2010

Dihujat di Twitter dan Facebook, Tifatul Cuek

JAKARTA, KOMPAS.com. Sejak wacana RUU soal penyadapan dan konten multimedia bergulir, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kerap dicaci dan dihujat pengguna jejaring sosial twitter dan facebook. Ketika ditanya perasaannya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini mengaku tidak terlalu ambil pusing.
"Perasaan saya biasa-biasa aja tuh. Jika itu (cacian dan hujatan) tidak ada manfaatnya, ya, saya abaikan. Tidak perlu diperhatikan," ujar Tifatul dalam sebuah diskusi, Kamis (18/3/2010) di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Meski demikian, kata Tifatul, manusia juga punya perasaan. Jika hujatan tersebut dirasa berlebihan dan perlu diluruskan, dirinya tak segan-segan melakukan hal tersebut. Diakui Tifatul, pengguna jejaring sosial, seperti twitter dan facebook, sangat beragam.

"Dari orang yang berbahasa seperti orangutan, yang kerjanya tukang nyela, hingga yang kebarat-baratan," ujarnya.

Salah satu yang terkenang Tifatul adalah ketika ada seorang ibu yang mengaku mual saat melihat wajah Tifatul muncul di layar kaca televisi. "Lho, kok Anda yang hamil saya yang disalahkan," ujarnya sambil berkelakar.

Dikatakan pula, dirinya bukanlah pejabat negara yang butuh sanjungan dan pujian dari masyarakat. Sebaliknya, ungkapnya, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, ini mengaku termasuk tipe egaliter. Toh, jabatan menteri yang kini diembannya suatu saat bisa hilang.


Sumber: Kompas.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar