jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Jumat, 08 Juni 2012

Rapor Wakil Rakyat PKS | Nasir Djamil Dirikan 10 Koperasi di Aceh

INILAH.COM - Banyak anggota DPR yang melakukan kegiatan di luar bidang yang digelutinya di komisi. Kebanyakan dari mereka memilih untuk melakukan kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Salah satu anggota Dewan yang melakukan kegiatan di luar bidangnya adalah Wakil Ketua Komisi III Nasir Djamil. Sebagai salah satu pimpinan Komisi III yang membidangi hukum, Nasir dalam kegiatannya di dapil tidak banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hukum.


Kegiatan yang rutin dilakukannya saat menyambangi dapilnya yakni Aceh I yang meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Pidie, Pidie Jaya, Singkil, Simeulu, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat ini selalu menghabiskan kegiatannya dalam bidang sosial.


"Program khusus itu melakukan pembinaan mental dan keagamaan, bantuan untuk modal usaha, memberikan hewan sembelihan saat hari raya Qurban," ujar Nasil kepada INILAH.COM.


Politisi PKS ini mengaku kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi rakyat di dapilnya. Masyarakat di sana selalu meminta agar anggota DPR bisa memperhatikan perekonomian masyarakat.


"Keluhannya modal usaha untuk menunjang perekonomian mereka," jelasnya.


Atas aspirasi itu, Nasir berinisiatif untuk membentuk sebuah koperasi yang berbasis kerakyatan. Koperasi ini dijalankan oleh beberapa santri yang ada di Aceh, sebab basis pemilihnya di Aceh sebagian besar masyarakat pesantren.


Nasir membentuk koperasi di 10 pesantren yang ada di Aceh. "Terkadang saya juga membantu mereka mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian yang diarahkan untuk program kelompok dan lembaga keagamaan," jelasnya.


Pria yang akrab dipanggil Endje ini menjelaskan kegiatan koperasi itu bergerak di bidang perkebunan dan peternakan. Dalam kegiatan perkebunan, para santri mengelola sebuah lahan pertanian yang ditanami cabe dan jagung. Kemudian untuk peternakan para santri juga memelihara ternak seperti sapi, ayam dan kambing.


Dari hasil itu, para santri menjualnya ke agen penampungan hasil tani dan ternak. Selanjutnya hasil keuntungannya digunakan kembali untuk kegiatan-kegiatan di pesantren tersebut. [bar]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar