jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 23 Agustus 2011

Anis Matta: Politik Untuk Kemaslahatan Umat

Banda Aceh. Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Aceh mengadakan silaturahim dengan masyarakat Aceh melalui berbuka puasa bersama bertempat di Anjong Mon Mata Banda Aceh pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2011, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1432 H. Dihadiri oleh 1500 orang undangan dari para tokoh masyarakat, parpol, ormas dan lain sebagainya.

Ketua DPW PKS Aceh, Tgk. H. Ghufran Zainal Abidin, MA., menjelaskan bahwa PKS Aceh selain menggelar silaturahim dengan masyarakat Aceh juga melakukan konsolidasi kader.

“Silaturahim dan buka Puasa bersama tersebut turut dihadiri tokoh nasional, H. M. Anis Matta, wakil ketua DPR-RI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKS”, terang Ghufran.

Acara konsolidasi kader PKS Aceh, yang berlangsung di Hermes Palace Hotel berlangsung dari pukul 14.00 – 17.00 WIB dengan mengambil tema Ramadhan Momen untuk Konsolidasi Penguatan Ummat dan Bangsa. Acara dilanjutkan dengan silaturahim dengan masyarakat Aceh dan berbuka puasa bersama. Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh sudah mengagendakan dapat menghadiri kegiatan ini. Agenda Anis Matta selanjutnya melaksanakan shalat Isya dan Tarawih dan mengisi ceramah di masjid Baitul Musyahadah Setui Banda Aceh.

Pada malam harinya setelah tarawih, Anis Matta dijadwalkan bertemu dan berbincang santai dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Selain membicarakan masalah perkembangan politik dan sosial yang terjadi di Aceh, bukan tidak mungkin juga dirinya akan mendiskusikan koalisi-koalisi strategis. Apalagi sesuai dengan kondisi Aceh yang sebentar lagi akan menggelar pemilihan kepala daerah.

Politik untuk Kemaslahatan Ummat

Anis Matta dalam acara konsolidasi kader mengingatkan kader-kader PKS di Aceh untuk merefleksikan tujuan partai yaitu sebagai perekat umat. “Kader-kader PKS adalah jembatan berbagai kepentingan umat selama bermuara kepada kemaslahatan umat. Sehingga tidak ada satu pun pihak yang terganggu dengan kehadiran PKS dan aktivitas kader dakwahnya.” ungkap Anis Matta. “Sebagaimana Islam itu sendiri, maka kader PKS harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan umat, itulah politik kita”, katanya.

Di samping itu, Anis Matta memuji kepeloporan Aceh dan masyarakatnya, yang harus terus dipelihara dan dijaga kelangsungannya terutama untuk memberi arah perpolitikan Indonesia sehingga menjadi lebih baik ke depan. Masyarakat Aceh harus terus menjadi teladan yang memotori reformasi di segala bidang, tidak justru terpinggirkan dan harus menjadi penumpang gerbong atau pengekor hanya karena terlilit perseteruan dan perbedaan pandangan.

Wakil ketua DPR RI yang juga merupakan koordinator bidang ekonomi dan keuangan ini menambahkan bahwa ia berkeyakinan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai Islam ini akan mampu mencari formula yang tepat merancang regulasi pilkada Aceh dan akhirnya mampu melahirkan pemimpin yang memenuhi harapan seluruh masyarakat Aceh. “Karakternya sama seperti masyarakat tempat lahir saya di Makassar“, selorohnya.

Pembangunan yang Partisipatif

Ketua Panitia, H. Saifunsyah menambahkan bahwa dalam kesempatan terbatas, Anis Matta juga dijadwalkan bertemu dengan pengusaha Aceh. Pertemuan tersebut dimaksudkan bertukar pikiran tentang konsep arah pembangunan Aceh yang lebih terfokus menuju Aceh yang lebih makmur, adil, dan sejahtera.

“Pikiran dan pendapat para pengusaha penting dikumpulkan guna menemukan format pembangunan yang melibatkan semua pihak agar lebih partisipatif” terang Saifunsyah. Indikator pembangunan yang maju, adalah di mana pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus saling mendukung. Fenomena sekarang, malah ketiga unsur ini berjalan sendiri-sendiri, walhasil pembangunan Aceh lambat dan berdampak pada ketidakstabilan ekonomi. Pada kesempatan ini mari kita satukan ketiga unsur ini dan Aceh menjadi lebih sejahtera ungkap Saifunsyah, Sekretaris Umum PKS Aceh.

Sumber: PKS Aceh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar