jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Senin, 09 Mei 2011

Kader Perempuan PKS Miliki Kesempatan Tumbuhkan Roda Perekonomian Rakyat

Sebagai kader partai yang memiliki struktur mengakar hingga tingkat RW dan RT, para perempuan PKS memiliki kesempatan besar dalam menumbuhkan dan menjalani roda perekonomian khususnya sektor (UMKM).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Bidang Perempuan (Bidpuan) Iceu Hernawati dalam sambutannya pada Seminar Perempuan dan Ekonomi: Kemandirian Ekonomi Perempuan antara Tantangan dan Peluang, di Gedung Juang, Jakarta (7/5).

Sejauh ini menurut Iceu para kader perempuan PKS sudah mulai membuat berbagai pelatihan bermanfaat untuk menambah pendapatan keluarga. Mulai dari pelatihan hantaran pengantin, pelatihan memasak, hingga kerajinan daur ulang. “Ke depannya, selain melakukan pelatihan, para fungsionaris perempuan PKS ini juga diharapkan mampu mengelola potensi di masyarakat tersebut menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi dengan ketersediaan pasar yang menjanjikan,” ujarnya.

Seminar yang diselenggarakan Bidpuan PKS DKI Jakarta ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana yang menjadi keynote speaker. Di hadapan sekitar seratus fungsionaris perempuan PKS se-DKI Jakarta, Triwisaksana menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Salah satu fungsi keberadaan perempuan dalam pembangunan sebagai pilar penting berbangsa adalah sebagai motor penggerak perekonomian. “Tak salah jika program pemberdayaan ekonomi perempuan banyak digiatkan di tengah masyarakat,” ungkap Triwisaksana.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pembangunan yang sensitif gender bukan sekedar memberikan hak bagi perempuan untuk menempati posisi atau jabatan strategis dalam pemerintahan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Namun lebih jauh lagi, perencanaan pembangunan yang sensitif gender adalah perencanaan pembangunan yang secara komprehensif menjamin hak-hak bagi perempuan dalam kebijakan publik, partisipasi dalam pembangunan dan pemenuhan hak sesuai kodratnya termasuk hak reproduksi, privilege dalam pelayanan publik dan pemanfaatan sarana publik dan perlindungan.

Iceu sendiri berharap melalui seminar ini kader-kader perempuan PKS semakin termotivasi untuk menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi di lingkungannya masing-masing. Terlebih PKS telah memiliki organ Pos Wanita Keadilan (Pos WK) di tengah masyarakat, yang bisa digunakan sebagai wadah pemberdayaan perekonomian perempuan.

Sumber: PKS Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar