jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 13 Mei 2010

Robert Tantular Bela Misbakhun

INILAH.COM, Jakarta. Robert Tantular mulai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus L/C bodong milik PT Selalang Prima Internasional yang dikeluarkan Bank Century. Robert pun membela Misbakhun.
"Saya sendiri enggak pernah ketemu dengan Misbakhun. Mengenai L/C bodong itu enggak ada. Ini sudah diplesetkan," ujar Robert Tantular saat hendak menjalani pemeriksaan di gedung Jampidum, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/5).

Kemudian, mantan pemilik saham terbesar Bank Century inipun mengakui PT SPI memang sempat gagal bayar. Namun, menurutnya upaya selanjutnya yang dilakukan perusahaan Misbakhun itu sudah benar dengan melakukan restrukturisasi.


"Saya juga baca dari koran, Bapak Misbakhun itu mengakui L/C itu memang ada. Tidak bodong tapi gagal bayar dan sudah merestrukturisasi memberikan jaminan bayar, dan mulai mengangsur. Sudah mulai mengangsur kenapa dibeginikan juga?" ungkapnya.

Sedangkan terkait sangkaan bahwa PT SPI menggunakan dokumen palsu untuk mencairkan L/C nya, Robert mengaku tak tahu menahu. "Saya sama sekali ga tahu. Itu administrasi di bank. Saya bukan pengurus, bukan direksi, bukan juga komisaris di Bank Century. Itukan ada bagian-bagiannya, direksi, divisi, semua kan ada pengajuan prinsip dan syarat-syarat," pungkasnya. [tia/mut]


Sumber: Inilah.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar