jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 18 November 2009

Anggota FPKS Minta SBY Laksanakan Rekomendasi Tim 8


Jakarta. Anggota Komisi III DPR dari FPKS Nasir Jamil berharap SBY menindaklanjuti rekomendasi Tim 8. SBY diminta menyampaikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk menghentikan kasus Bibit dan Chandra.
"Intinya Presiden harus menindaklanjuti rekomendasi Tim 8, ini bagian dari pengembalian kepercayaan publik," kata Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Nasir berharap Presiden menelaah baik-baik rekomendasi Tim 8. Kurangnya bukti dalam kasus tersebut diharapkan jadi dasar Presiden untuk meminta Kapolri atau Jaksa Agung menghentikan kasus tersebut.

"Saya lebih setuju kalau rekomendasi diteruskan dan ada SP3 atau SKPP untuk Bibit dan Chandra," ujar Nasir.

Kalau tidak, Nasir khawatir akan semakin banyak demonstrasi di mana-mana. Hal ini berbahaya mengingat sudah mulai terbentuk kelompok pro dan kontra di masyarakat. "Kita khawatir ada bentrok antar dua kubu pendukung Kapolri, Kejagung, dan KPK. Untuk itu Presiden harus bertindak cepat," harap Nasir.

Menurut Nasir, Presiden sudah melakukan upaya penyelamatan KPK. Oleh karena itu alangkah baiknya jika upaya tersebut dimaksimalkan. "Sering sekali orang membenturkan seolah-olah Tim 8 intervensi, padahal itu tindakan hukum yang dilakukan presiden, tinggal bagaimana kelanjutannya," pungkas Nasir.


Sumber: www.pk-sejahtera.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar