jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 19 Mei 2011

PKS Menang di Pilkada Pekanbaru

Hasil perhitungan cepat Lembaga Survey Indopolling Rabu (18/5) malam menunjukkan, pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi yang diusung Partai Demokrat, PKS dan Hanura memperoleh suara sebesar 59,3 persen.

“Dengan demikian, pasangan Firdaus-Ayat diprediksi memenangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru,” ungkap Direktur Strategis Indopolling, Karyono Wibowo melalui jejaring komunikasi kepada ANTARA.

Ia juga mengutarakan, angka “Golput” cukup besar pada Pilkada Walikota/Wakil Walikota ibukota Provinsi Riau ini, yakni mencapai 53,4 persen.

“Berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) Indopolling yang diambil dari 85 persen sampel yang masuk di `data center` kami, perolehan suara pasangan nomor urut-1 Firdaus-Ayat meraih 59,3 persen suara,” ulangnya.

Sementara itu, menurutnya, pasangan nomor urut-2 (Pilkada Pekanbaru diikuti 2 pasang kandidat-ed), Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk yang diusung Partai Golkar, PAN, PKB, PPP dan Partai Gerindra memperoleh suara 40,7 persen.


“Pasangan Firdaus-Ayat unggul di 11 zona wilayah. Posisi perolehan suara `Quick Count` ini direlease pada pukul 16.03 WIB,” katanya.

Perhitungan cepat ini, lanjutnya, menggunakan sample sebesar 250 TPS, yakni diambil dari 1250 TPS yang menyebar secara proporsional sesuai dengan persentase pemilih di 12 kecamatan di kota Pekanbaru.

“Quick count ini memiliki tingkat kepercayaan 99 persen, dengan `margin error` kurang lebih satu persen,” ujarnya.

Sementara itu, tuturnya, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Kota Pekanbaru ini cukup rendah, yakni sebesar 46,96 persen.

“Jadi, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya sebesar 53,4 persen dari total pemilih yang terdaftar di DPT,” demikian Karyono Wibowo.(*)

Sumber: AntaraNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar