jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Kamis, 19 Mei 2011

PERTAHANANKAN KWALITAS DEMI TERCAPAINYA TARGET KUANTITAS

Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (Nya) yang bertaqwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian Kami, dan tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir".

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.


Dan Rasulullah SAW. bersabda:
"Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah, dan pada setiap mukmin ada kebaikan, bersungguh-sungguhlah kamu untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah. Dan apabila kamu menghadapi suatu musibah maka janganlah kamu mengatakan, seandainya aku melakukan ini dan itu…, akan tetapi katakanlah, ini adalah takdir Allah, dan apa yang dikehendaki-Nya Ia lakukan, karena kata law (seandainya)pintu masuk kepada pekerjaan syaitan". HR. Muslim.

Ikhwan dan akhwat fillah!

Partai kita adalah partai dakwah Alhizbu hual jama'ah wal jama'ah hial hizbu, dakwah sebagai panglima bagi partai ini, ukuran keberhasilan dan kemenangan harus dengan ukuran dakwah, kemenangan politik harus berbanding lurus dengan kemenangan dakwah.

Tugas utama kita, baik qiyadah, fungsionaris dan kader adalah dakwah yang kita kenal dengan istilah wazhifah mashiriayah (tugas fungsional), tugas yang tidak dibatasi waktu, tempat dan keadaan

Menjalankan tugas dakwah tidak ada batasan waktu, baru akan berakhir dengan berakhirnya masa hidup di dunia ini yaitu dengan kematian.

Jika kita sebagai PNS atau karyawan swasta maka akan berakhir dengan pensiun, tugas dakwah tidak mengenal istilah pensiun.

Jika kita sebagai politis atau pejabat structural maka masa tugasnya dibatasi dengan batasan waktu atau pride tertentu, sedangkan tugas dakwah tidak ada batasan waktu dan tidak ada masa bakti serta tidak ada periodesasi dalam dakwah.

Jika kita sebagai pelajar atau mahasiswa maka ada masa libur sekolah dan kuliah, atau dapat mengajukan surat cuti, kerja dakwah tidak ada tidak ada libur dan cuti.
Jika kita bekerja maka kita bekerja waktu jam kerja atau sebagai pelajar ada jam belajar, kuliah ada jam kuliah, untuk dakwah tidak ada jam dakwah, seluruh waktu dalam satu hari dan satu malam waktu untuk berdakwah, pagi dan sore, siang dan malam adalah waktu untuk dakwah.

Oleh karenanya seluruh kegiatan dan aktivitas yang kita lakukan harus berorientasi dakwah dan untuk kemaslahatan dakwah.

Di rumah, di kantor, pasar, parlemen, dewan, pabrik, jalan, ladang, sawah, lapangan bola dan di manapun kita berada adalah sebagai dai, menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.

Ikhwan dan akhwat fillah!

Partai kita adalah partai kader, kader di dalam partai ini sebagai ujung tombak dakwah, kader sebagai kekuatan utama dalam mengemban amanah dakwah, kader adalah asset termahal bagi partai ini.

Oleh karena itu kaderisasi, tarbiyah dan pembinaan serta rekruitmen tarbawi menjadi program prioritas di dalam partai ini. Tarbiyah adalah asas segalanya harus berangkat dari tarbiyah, walaupun tarbiyah bukan segala-galanya.

Untuk itu seluruh kader partai ini berkewajiban mengikuti proses tarbiyah sebagai mutarabbi dan menjalankan fungsi tarbiyah yaitu mentarbiyah orang lain atau yang dikenal sebagai murabbi.

Semua kita dituntut untuk menjadi murabbi, sebagai naqib usrah atau murabbi halaqah, paling tidak melakukan tarbiyah fardiyah, tidak boleh tidak.

Ikhwan dan akhwat fillah!

Apabila kita sebagai kader tidak menjalankan fungsi tarbiyah, kaderisasi, pembinaan dan rekruitmen tarbawi maka dapat dipastikan tidak akan ada yang menjalankannya, karena tarbiyah murni tugas kita yang tidak dapat diwakilkan, didelegasikan dan diserahkan kepada orang lain kecuali kita sendiri.

Bila kita membutuhkan dana di saat kita tidak memilikinya maka kita dapat membuat proposal dan mengajukannya kepada para donator, tetapi perlu kita ketahui tidak akan pernah ada donatur yang menyumbangkan kadernya.

Apabila kita memerlukan sarana dan prasarana maka kita dapat membeli, menyewa atau meminjamnya, namun kita semua tahu tidak ada di dunia pasar atau toko yang menjual kader, tidak ada rental yang menyewakan kader dan tidak ada orang yang meminjamkan kader, tidak ada…. Kecuali hasil produksi kita sendiri.

Ikhwan dan akhwat fillah!

"Partai kader harus memastikan bahwa seluruh jajaran yang ada di dalamnya telah berkontribusi dalam proses kaderisasi"

Qiyadah adalah murabbi
Fungsionaris adalah murabbi
Eksekutif adalah murabbi
Anggota dewan adalah murabbi
Birokrat adalah murabbi
Professional adalah murabbi
Pengusaha adalah murabbi
Pedagang adalah murabbi
PNS adalah murabbi
Mubaligh adalah murabbi
Trainer adalah murabbi
Guru adalah murabbi
Dosen adalah murabbi
Pelajar adalah murabbi
Mahasiswa adalah murabbi
Buruh adalah murabbi

Seluruh kader di manapun berada apapun pekerjaannya adalah murabbi

Ikhwan dan akhwat fillah!

Terkait dengan kader dan kaderisasi ada dua hal penting dan strategis yang harus mendapat perhatian kita semua, yaitu aspek kualitatif dan kuantitatif sebagai mana telah ditegaskan oleh Allah SWT. dalam surat Ali 'Imran ayat 146 ribbiyuna katsir (kader-kader yang bertaqwa, taat, setia, loyal dan militant dan jumlahnya banyak).


Pertama: Aspek kualitatif

Kualitas kader harus dimulai dari qiyadah yang ber kualitas, karena ribiyun (kader) datang setelah nabi (qiyadah) wakaayin min nabiyin qatala maahu ribbiyun. dan dapat dilihat di dalam surat Yusuf ayat 198, surat Al-Ahzab ayat 21, 23 dan surat Muhammad ayat 29, yang menegaskan qiadah (pemimpin) selalu berada di depan sebelum qaidah (kader)

Kriteria kader yang berkualitas adalah:

1. Quwaturruhiyah (kekuatan moral dan mental spiritual) Famawahanu lima ashabahum fii sabillah (mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah). di dalam surat Muhammad di sebutkan rukka'an sujjada yabtaghuna fadklan minallah waridlwana (selalu ruku dan sujud, mengharapkan pahala dan ridha Allah). Komitmen syariat dalam menjalankan tugas dakwah dan ikhlas karena-Nya.

2. Hayawiyatul harakah (harakah yang dinamis), wama dlau'fu (dan tidak lesu), tidak lemah secara fisik, tidak lamban dalam menjalankan tugas, semua kader bergerak tidak ada yang fakum, istirahat dan berhenti dari fungsi dan tugasnya sebagaai dai dan murabbi dan tidak ada yang tertinggal dari barisan dakwah, seuanya aktif dan berperan serta memberikan kontribusi aksial untuk keenangan dakwah.

3. At-tafaul wal mujahadah (optimis dan ulet ) wamastakaanu (tidak pernah menyerah dan pasrah), tidak pernah putus asa terus mencoba dan mencoba lagi, bangkit dan bangkit lagi sampai berhasil.

Tiga point di atas sebut dengan sabar wallu yuhibbus shabirin (dan Allah mencintai orang-orang yang sabar), sabar aktif bukan sabar yang fasif, sabar dalam berjuang dan sabar menunggu kemenangan.


4. Mutaba'ah wal muhasabah (melakukan evaluasi dan introspeksi)

Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian Kami, dan tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir".

Evaluasi program tidak kalah pentingnya dari program itu sendiri, sering kali kita membuat perencanaan dan program yang bagus akan tetapi evaluasinya lemah sehingga hasil tidak optimal.

Allah mengingatkan kita bahwa kendala utama tidak terlaksananya program dan tidak tercapainya target adalah faktor dosa dan maksiat serta tidak konsisten pada program yang telah ditetapkan, karenanya para kader harus selalu istighfar dan taubat dari dosa dan maksiat.

"Ya Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami”

Kedua: Aspek kuantitatif

Dalam tarbiyah selain pencapaian aspek kualitatif juga harus memperhatikan aspek kuantitatif, Allah menegaskan ribbiyuna katsir (kader yang berkualitas dengan jumlah yang banyak).

Bila kita bandingkan antara jumlah kader dengan penduduk Indonesia rasionya 1: 733 orang, sedangkan dalam kondisi normal di saat kualitas terjaga adalah 1: 10 orang sebagai mana dijelaskan di dalam surat Al-Anfal ayat 65

Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Dan di saat kualitas kader rendah maka rasionya 1: 2 orang, sebagai mana dalam surat Al-Anfal ayat 66:

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dengan rasio normal maka seharusnya setiap kader memiliki dua halaqah tarbawiyah per halaqahnya 5 orang peserta tarbiyah (mutarabbi)

Selain kebutuhan da'awi tarbawi juga kebutuhan politik, bahwa dukungan suara sangat menentukan kemenangan politik, kemampuan kader merekrut massa sangat menentukan keberhasilan politik. Terkait dengan ini maka kebutuhan terhadap kader dengan jumlah banyak adalah salah satu strategi partai dakwah.

Kebutuhan dakwah terhadap SDM di berbagai sektor dengan jumlah banyak sesuatu yang mendesak untuk menyongsong mihwar daulah.

Ikhwan dan akhwat fillah!

Apabila kita sudah memenuhi syarat-syarat kemenangan di atas maka kemenangan yang dijanjikan Allah SWT. pasti akan diberikan kepada kita;

Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia] dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Sumber: Khutbah Jumuah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar