jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Selasa, 12 April 2011

PKS akan Ubah Lambang Partai

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam waktu dekat akan mengubah lambang partai untuk meneguhkan satu kesatuan makna “Keadilan” dan “Sejahtera” yang dalam logo sebelumnya kedua kata itu posisinya terpisah.

Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Tengah Ahmadi ketika audiensi dengan redaksi Perum LKBN Antara Biro Jawa Tengah di Semarang, Senin (28/3), mengatakan, kata “Keadilan” dan “Sejahtera” akan menyatu menjadi satu baris di bawah logo bulan sabit kembar dan untaian padi.

Lambang PKS yang sekarang menunjukkan kata “Partai Keadilan” berada di bagian atas gambar bulan dan padi, sedangkan kata “Sejahtera” berada di bagian bawah.

Menurut rencana, kata Ahmadi, peluncuran perdana lambang partai baru itu akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan milad atau ulang tahun PKS pada 24 April mendatang yang akan menghadirkan puluhan ribu kader dan simpatisan PKS.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih dalam kesempatan sama menambahkan, perubahan logo tersebut tidak ada kaitannya dengan rumor yang berkembang di luar bahwa di DPP PKS ada “Faksi Keadilan” dan “Faksi Sejahtera”.

Di luar penyatuan kata “Keadilan” dan “Sejahtera” itu tidak ada perubahan gambar dan warna partai, tetap kombinasi warna hitam dan kuning emas.

Fikri menambahkan, sejauh ini kader PKS di Jawa Tengah masih solid di tengah gempuran isu yang menerpa DPP PKS, seperti kasus pengaduan mantan pengurus DPP PKS Yusuf Supendi dan kasus impor daging.


“Orang sering membayangkan PKS itu seperti kumpulan para malaikat, padahal orang bisa saja berbuat salah dan khilaf,” kata Fikri.

Ia menegaskan, untuk menjadikan bersih sendiri itu tidak terlalu sulit, namun karena PKS juga memiliki tekad melakukan perbaikan di semua lini, maka hal itu merupakan pekerjaan yang tidak akan pernah selesai. (Ant/OL-9)


Source: Media Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar