jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 23 Februari 2011

Saatnya PKS Munculkan Tokoh

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA. Mengejar target tiga besar pada Pemilu 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong kadernya menjadi tokoh di wilayah dan level masing-masing. Popularitas masih menjadi faktor yang mendukung pendulangan suara. Persoalan minimnya tokoh di PKS disebut sebagai salah satu 'kelemahan' terbesar partai ini.

”Sudah saatnya, tokoh politik PKS maju ke depan menjadi tokoh masyarakat,” tegas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Rabu (23/2). Terutama, sebut dia, para kader yang menjadi anggota dewan baik di tingkat pusat maupun daerah. Juga para pejabat dan kepala daerah yang diusung partai ini.

Mengawali musyawarah kerja nasional di Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/2) sampai Ahad (27/2), PKS menggelar beragam kegiatan pembuka. Salah satunya adalah koordinasi dengan 80 pimpinan Badan Kebijakan Publik atau Fraksi PKS di semua tingkat.

Luthfi mengatakan popularitas para anggota dewan dari PKS memiliki posisi penting sebagai modal untuk mencapai target tiga besar pada Pemilu 2014. Penentuan target pemenangan pemilu ini sudah terlebih dahulu diputuskan PKS dalam musyawarah nasional.

Menurut Luthfi target tiga besar pada Pemilu 2014 bukanlah hal muluk bagi partai dakwah ini. Tetapi, ujar dia, target pemenangan pemilu bukan satu-satunya kerja kader dakwah. Ada hal lain yang lebih penting dalam rangka memenangkan pemilu tersebut. “Yakni kepercayaan masyarakat kepada PKS sebagai penyelenggara negara,” tegas Luthfi.


Sumber: Republika Newsroom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar