jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Rabu, 11 Februari 2009

Inilah 8 Wanita "Inspiring Wowen"


Jakarta, myRMnews. Kejutan memang benar diberikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terjawab sudah siapa delapan tokoh wanita Indonesia yang menjadi sumber inspirasi bagi bangsa ini yang memperoleh anugerah ‘Inspiring Women’ versi partai bulan sabit emas, malam ini (Jumat, 19/12).

Dalam acara yang digelar di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, diumumkan bahwa mereka yang terpilih adalah wanita-wanita Indonesia dengan prestasi masing-masing. Award diberikan langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring.

"Setiap perempuan Indonesia adalah anugerah untuk bangsa ini. Perempuan yang sudah memberikan inspirasi kepada bangsa ini patut diberikan apresiasi tertinggi," demikian disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Perempuan PKS, Leida Hanifa, dalam sambutannya.

Ledia menambahkan, pemberian penghargaan tersebut dilatarbelakangi dengan Peringatan Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember.

Mereka adalah:

1. Neno Warisman, mantan penyanyi era 80an.
2. Nani Zulminarni, pejuang perempuan yang mendorong wanita tak bersuami untuk melakukan gerakan menabung dengan sistem usaha simpan pinjam atau koperasi.
3. Bunda Iffet Veceha Sidharta, manajer grup musik Slank.
4. Dr Eniya Listiani Dewi, perempuan yang aktif di bidang iptek dan mampu mengubah sinar matahari menjadi energi listrik.
5. Prof Edi Sedyawati, tokoh perempuan yang melanglang buana dengan memperkenalkan Indonesia melalui tarian dan benda-benda purbakala.
6. Sri Wulandari, yang menggagas serta kegiatannya membentuk Forum Putra Daerah Peduli Pendidikan.
7. Marwah Daud Ibrahim, politisi wanita Partai Golkar.
8. Maria M Hartiningsih, seorang wartawati Kompas yang mendorong peace jornalism.

Sayang, nama Mbak Tutut (Siti Hadiyanti Rukmana), putri sulung penguasa Orde Baru yang dari awal disebut-sebut akan mendapat award, ternyata tidak muncul. Namanya hanya santer dalam nominasi saja bersama Menkeu Sri Mulyani dan juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar