jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label info tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info tokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2016

Jamal: BPR-BKK Harusnya Fokus Penyaluran Kredit Produktif

SEMARANG, PKS Jateng Online – Bank Perkreditan Rakyat (BPR)—Badan Kredit Kecamatan (BKK) diminta untuk fokus pada penyaluran kredit yang sifatnya produktif kepda masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Jamaluddin, dalam keterangannya pada Jumat (15/4/2016).

Menurut Jamal  fokus BPR-BKK pada penyaluran kredit produktif tersebut adalah dalam upaya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil, sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Tahun 2015 rasio kredit produktif BPR BKK se-Jateng sebesar 59,27 persen, ini masih perlu didorong lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Jamal menyampaikan bahwa dengan adanya kredit produktif, akan mendorong pergerakan sektor riil di masyarakat. “Sehingga, kami meminta agar ekspansi kredit BPR BKK harus diarahkan ke sektor  tersebut," tandas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini.

Rabu, 13 April 2016

Taujih Ust. Musyafa A.R : Hati-Hati dengan "Wewenang"

Tersebut dalam hadits muttafaqun ‘alaih (Bukhari [1496, 4347] dan Muslim [19]) bahwa Rasulullah SAW mengutus Mu’adz bin Jabal – radhiyallahu ‘anhu – (20 SH – 18 H = 603 – 639 M) ke Yaman, untuk melaksanakan tugas dakwah di satu sisi, dan sebagai amil zakat, di samping tugas-tugas yang lainnya.

Ada banyak point “taujih” penugasan yang diberikan oleh Rasulullah SAW kepadanya, dan sudah banyak buku, syarah dan kajian yang mengulas makna mendalam dari setiap point “taujih” Rasulullah SAW tersebut.

 Di antara point taujih yang perlu mendapatkan pendalaman adalah “peringatan” beliau SAW kepada Mu’adz (RA) sebagai berikut:

«... فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ، فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ»

«… Maka, jika mereka telah taat kepadamu untuk hal itu, maka berhati-hatilah terhadap harta mereka yang mulia, dan takutlah kamu terhadap do’a orang yang terzhalimi, sebab tidak ada hijab (penghalang) antara do’a orang yang terzhalimi dengan Allah SWT».

Selasa, 12 April 2016

Fraksi PKS Terima Masukan Pencabutan PP Nomor 78 tentang Pengupahan

Jakarta (12/4) – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ansory Siregar hari ini, Selasa (12/4), menerima masukan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Masukan dari KSP tersebut di antaranya terkait dengan Pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Penolakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Pengangkatan Guru dan Tenaga Honorer menjadi PNS, Pengesahan RUU Pembantu Rumah Tangga (PRT), dan sebagainya.

“Terkait dengan persoalan Pengupahan, saat ini masih dibahas di Panja Komisi IX. Ada Panja yang ke Maluku Utara, dan ada yang ke Bandung. Kami juga terus melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak-pihak terkait,” jelas Legislator PKS sejak 2004 ini.

Minggu, 10 April 2016

Mustafa Kamal Gantikan Taufik Ridlo Sebagai Sekjen PKS


Jakarta (6/4) -- Dewan Pimpian Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjuk Mustafa Kamal sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Taufik Ridlo. Seperti diketahui Taufik Ridlo mengundurkan diri dari posisi Sekjen PKS karena alasan kesibukan pribadi.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan, pergantian Taufik Ridlo dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Sekjen, yang selama dalam satu bulan terakhir ini kosong. Dalam masa itu tugas-tugas Sekjen ditangani oleh Wakil Sekjen.

“Posisi Sekjen sangat penting dalam organisasi, karenanya tidak bisa dibiarkan kosong dalam waktu yang lama. Harus segera diisi agar roda organisasi dapat berputar dengan normal,” kata Sohibul Iman, Rabu (6/4).

Dorong Kualitas Hidup Brebes Lebih Baik, PKS Ajukan Suswono

Brebes, PKS Jateng Online - Melihat rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes, nomor 2 terbawah se Jawa Tengah, Partai Keadilan Sejahtrea (PKS) ajukan DR Ir H Suswono MMA sebagai calon bupari Kabupaten Brebes. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Wilayah Dakwah Jateng, Jatim, Yogyakarta (Jatijaya) DPP PKS Abdul Fikri Faqih di Gedung Islamic Center Brebes, beberapa waktu lalu.

 "Untuk itulah, seluruh struktur PKS Jawa Tengah merekomendasi dan menunjuk DR Ir H Suswono MMA, untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Brebes," kata Fikri.

Brebes menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, pada tahun 2014 termasuk kedalam Kabupaten dengan IPM relatif rendah yaitu 62,55. Atas kondisi tersebut Fikri menerangkan bahwa perlunya pemimpin seperti Suswono yang punya pengalaman dibidang pemerintahan, pemerataan pembangunan, dan yang terpenting mempunyai karakter yang kuat untuk membangun Brebes.

Perempuan PKS Diminta Jadi Advokator Tekan Kasus Kekerasan Anak

SEMARANG, PKS Jateng Online—Para perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta menjadi kader terdepan dalam perlindungan anak. Menurut Netty Prasetiani Heryawan, istri gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bentuk perlindungan tersebut adalah menjadi motivator dan advokator dalam menekan kasus kekerasan pada anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Netty saat memberikan pengarahan tentang kekerasan pada anak pada Seminar Parenting di Semarang, Minggu (10/1). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perempuan PKS harus menjadi motivator dalam menekan kasus kekerasan pada anak. 

Menurut Netty, kekerasan pada anak seringnya terjadi oleh orang-orang terdekat, seperti orang tuanya, tukang ojeknya, kakek neneknya, hingga tetangganya. Baik yang berupa kekerasan fisik, perkataan hingga psikologis. Kesemuanya sering terjadi diawali oleh orangtuanya. 

Rendahnya Pendidikan Tenaga Kerja Hambat Indonesia Hadapi MEA

Solo – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, M Rodhi menyatakan, rendahnya mutu pendidikan tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu hambatan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Karena itu salah satu langkahnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),” jelas Rodhi, saat memberi kuliah umum di Program Pascasarjana Universitas Islam Batik (Uniba), Sabtu (26/3).

Hambatan lainnya, menurut Rodhi, antara lain ketersediaan dan kualitas infrastruktur masih kurang. Sehingga mempengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Sektor industri yang rapuh karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi, keterbatasan pasokan energi, dan lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor bahkan sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia. Pemerintah, lanjutnya, telah membuat cetak biru dalam menghadapi MEA tersebut.

Jasiman: Manfaatkan Bankeu, BUMDes Bisa Terbentuk

MAGELANG, PKS Jateng Online - Kalangan dewan meminta perangkat desa agar bantuan keuangan (Bankeu) yang diterima tidak hanya difokuskan pada kegiatan fisik. Namun, Bankeu itu juga dapat digunakan untuk kegiatan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena sudah ada aturan yang mengaturnya.
Dengan adanya BUMDes itu, maka nantinya desa akan memiliki masukan dana sendiri. Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi A DPRD Jateng Jasiman, saat kunjungan kerja ke Bapermas Kabupaten Magelang, belum lama ini.

"Dana yang terkumpul dari BUMDes itu bisa digunakan untuk menunjang kegiatan desa. Bahkan, bisa meningkatkan kinerja ataupun potensi yang dimiliki desa. Komisi A berharap semua informasi bisa disamakan, sehingga informasi yang diterima oleh desa bisa sama dan tidak ada miskomunikasi nantinya," katanya.

Rabu, 03 April 2013

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un, Kembali Hari Ini PKS Kehilangan Satu Kader Terbaiknya



Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un Telah Berpulang Ke Rahmatullah Drs. Supardi yang akrab dipanggil Ustad Apay Aleg PKS Kab. Bandung dari daerah pemilihan 7. Hari ini Rabu 3 April 2013 pukul 4.30 setelah dirawat sepekan di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah Kab. Bandung.

Kepada seluruh Ikhwah mohon untuk mendo'akan beliau agar ditempatkan di tempat yang mulia



اَللّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُوْلَهُ

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkan dia, berilah 'afiyah kepadanya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga)..."
 

Senin, 18 Maret 2013

Meluruskan Sejarah Kapitan Ahmad ‘Pattimura’ Lussy

CATATAN AGUNG PRIBADI

Pattimura-ini benteng duurstede fort-benteng tempat perjuangan Pattimura-Ahmad Lussy-bersama teman-temannya-jpeg.image

SALAM-ONLINE: Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama
“Ahmad Lussy”, tetapi dia lebih dikenal dengan “Thomas Mattulessy”
yang identik dengan nama Kristen.

Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan pengkhianatan kaum minor atas sejarah pejuang Muslim di Maluku atau Indonesia umumnya.

“Nunu oli Nunu seli Nunu karipatu Patue karinunu”
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan menggantinya).

Sabtu, 09 Maret 2013

Gatot Pujo Nugroho : Dari Tukang Batu, Gagal Kuliah, Bea Siswa, sampai jadi Gubernur Propinsi terbesar ke-3 di Indonesia

Nama Gatot Pudjo Nugroho tengah populer di Provinsi Sumatera Utara. Ia unggul dalam perhitungan cepat (quick count) pilgub, Kamis (7/3) lalu. Pria kelahiran Magelang itu berpeluang menjadi Gubernur Sumut 2013-2018.

UNGGUL dalam penghitungan cepat pilgub menjadi prestasi bagi pria kelahiran Magelang, 11 Juni 1962.

Bersaing dengan rival pasangan calon yang semuanya adalah putra daerah setempat, ia berhasil menunjukkan sisi ketokohannya. Beberapa tahun terakhir ia memang menempati jabatan strategis eksekutif di Tanah Batak.

Sebelumnya ia adalah wakil gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013 mendampingi Gubernur Syamsul Arifin. Namun, pada 2011 ia naik menjadi Plt Gubernur Sumut karena Syamsul Arifin terjerat kasus korupsi.

Kamis, 07 Maret 2013

Akademisi Jogja undang Nur Mahmudi 'Gerakan Mencintai Makanan Tradisional'

YOGYAKARTA - Gerakan mencintai makanan lokal (tradisional), harus terus digalakkan. Sebab, menurut Walikota Depok Dr Ir H Nur Mahmudi Ismail MSi, makanan tradisional seperti jagung, ubi jalar, singkong, mbili, kimpul, ganyong, dan sejenisnya memiliki gizi tinggi.

Disamping memiliki gizi tinggi, juga alami karena tidak mengandung zat kimia. Sementara makanan sekarang justru berbahaya bagi kesehatan manusia, karena banyak mengandung zat kimia dan campuran bahan-bahan berbahaya.

Nur Mahmudi, mengatakan itu pada acara puncak Dies Natalis ke 40 di Kampus Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS)-AKK Yogyakarta, Jalan Nitikan, Yogyakarta, Rabu (6/3). ”Untuk itu, perlu ada gerakan mencintai makanan tradisional,” katanya.

Kamis, 28 Februari 2013

Anis Matta, Anugerah Tuhan untuk Indonesia

Fatih | Kompasiana


“Sengsara membawa nikmat” adalah salah satu novel yang kemudian difilmkan dan menjadi legenda di Indonesia. Saya sendiri tidak pernah membaca novel yang ditulis tahun 1928 ini. Saya hanya pernah menonton mini serinya di TV. Itu pun waktu saya kecil tahun 90-an dan saya lupa alur ceritanya. Yang saya tahu, ending dari film tersebut adalah happy ending.

Salah satu yang menarik dari novel/film ini adalah judulnya. Ya, judulnya yang membawa kesan optimisme bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagaimana tanah liat yang harus merasakan sakitnya tempaan dan panasnya bakaran api untuk menjadi gelas keramik yang cantik. Atau sebagaimana anakan pohon yang harus merasakan sakitnya dicabut sampai ke akarnya untuk bisa dipindahkan ke tempat yang membuat anak pohon itu bisa leluasa bertumbuh menjadi pohon yang lebih besar lagi.

Minggu, 24 Februari 2013

Tas Ransel Aleg PKS Digeledah Satpam Senayan

Tas ransel selalu menempel di pundak. Gaya dan penampilannya memang santai. jauh dari kesan jaim alias jaga image. Dia buka tipe pria pernuh gengsi, walaupun menyandang jabatan terbilang mentereng, anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat. Sederhana dan ramah.

Itulah penampilan sehari-hari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR TB Soemandjaja, sosok yang langka di DPR. Ketika TRIBUNnews.com menemuinya di gedung parlemen di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/2), untuk wawancara, Sumandjaya sedang memimpin rapat di MPR.
Ia meminta waktu menyelesaikan rapat tersebut. Sesudah rapat, ia lalu mengajak ke ruangannya di Gedung Nusantara V.

Soeman memang dikenal sebagai sosok sederhana. Tidak seperti kebanyakan anggota DPR lainnya yang bergaya hidup glamour, mobil mewah, atau tas jinjing bermerk mengilap. Sedangkan Soeman, sapaan Soemandjaja tidak.

Senin, 18 Februari 2013

Antara LHI dan Bibit-Candra

Suap impor daging sapi yang menjerat LHI,walaupun sebenarnya kasus ini belum benar-benar terbukti.Emang sih ada uang yang disita yang KATANYA uang itu untuk menyuap LHI.bisakah dalil KATANYA bisa jadi alat bukti untuk memvonis seseorang bersalah??tentu kita belum lupa dengan kasus serupa yang menjerat pimpinan KPK bibit-candra yang KATANYA mau disuap ama si AW,mari lihat perlakuan antara kedua kasus tersebut:

1. Kasus bibit-candra dimulai dari tertangkap tangannya ari muladi (kacung AW) yang KATANYA Mau menyuap bibit-candra,apa reaksi masyarakat??tentu marah dan menjelek-jelekkan pihak kepolisian,tapi perlakuan berbeda terhadap kasus LHI mengapa??karena KPK itu malaikat yang tak pernah salah.

2. Saat bibit-candra sudah jadi tersangka (belum ditahan) mereka bebas melakukan roadshow jumpa pers dimana-mana tapi perlakuan berbeda saat LHI jadi tersangka,saat jumpa pers dgn kader saja dilarang dan waktunya di cut.

Mensos Penuhi Janji Buatkan Rumah Untuk Mak Yati

Mak Yati, pemulung yang menabung selama tiga tahun untuk berkurban dua ekor kambing saat Idul Adha, mendapatkan balasan yang berlipat. Kementerian Sosial membuatkan rumah untuk Mak Yati di Pasuruan, Jatim.

Rumah tersebut berada di kampung halaman Mak Yati di Purwosari, Pasuruan. Rumah bercat putih dan hijau ini ini memiliki luas tanah 100 meter persegi, dengan luas bangunan 45 meter persegi.

"Bapak dan Ibu saya tak tahu harus bagimana membalasnya, banyak terimakasih untuk pemberian Bapak semoga diberi panjang umur,"
kata Mak Yati yang mengenakan jilbab abu-abu dan kemeja lengan panjang warna merah di kantor Kementerian Sosial, Jl Salemba Raya, Jakarta, Senin (18/2/2013). Mak Yati bisa melihat rumah barunya itu lewat slide yang ditunjukkan.

Muslim yang Mengalahkan Perancis Seorang Diri

Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha perancis (keturunan AlJazair) yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia. Sebagaimana kita tahu perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi yang muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda.

Maka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar. Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar: “Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.

PKS Desak Pemerintah Tunda Pelaksanaan Kurikulum 2013

Jakarta (18/2) - Rencana kemendikbud untuk melaksanakan kurikulum baru di tahun 2013 ini banyak dikeluhkan oleh para pemangku kepentingan pendidikan di daerah. Demikian disampaikan Ahmad Zainuddin, anggota komisi X DPR RI setelah mengadakan kunjungan panja kurikulum komisi X di Kalimantan Timur baru-baru ini.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan kurikulum baru yaitu pertama; Pemerintah harusnya tidak mengabaikan tujuan pendirian negara ini sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membentuk masyatakat Indonesia yang cerdas, demokratis, moderen dan bermoral.
Kedua; Menjadikan pendidikan karakter dan pendidikan agama sebagai acuan dan fokus utama dalam pengembangan kurikulum serta mengintegrasikannya dalam semua mata pelajaran agar tujuan utama pendidikan nasional sebagaimana termaktub dalam UUD 45 yaitu membangun masyarakat yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dapat tercapai. Dan ini menjadi konsekuensi dari kebijakan dasar pengembangan kurikulum yang bersifat tematik dan integratif.

Ustadz Dedy Wirastyo, Murobbi dan Qiyadah Teladan PKS Kota Semarang ini telah berpulang...

Mendung nampak menyelimuti langit Kota Semarang, Senin (18/02) siang, saat segenap kader PKS Kota Semarang mengiringi kepergian salah satu ustadznya ke peristirahatan terkahir di Pemakaman Umum Sambiroto Semarang. Bersamaan dengan itu rasa kesedihan yang mendalam begitu dirasakan oleh para kader dakwah se-Kota Semarang. Hari ini dakwah kehilangan salah satu ustadz yang menjadi tokoh, murobbi, dan  sekaligus inspirasi bagi para kader dakwah di Semarang.
Ustadz Dedy Wirastyo, Ustadz yang sehari-harinya mengemban amanah sebagai Ketua Cabang Dakwah (KCD) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang  tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar pukul 03.00 WIB senin dini hari, menjelang sahur. Dengan kepergian salah satu kader dakwah yang selama ini menjadi tulang punggung dakwah di Kota Semarang tersebut, tentu banyak yang merasa kehilangan, dari keluarga, kerabat, sampai dengan para aktivis dakwah yang sehari hari menjadi saksi betapa pria ramah ini sangat gigih berjuang bersama PKS.

Bang Halim Hasibuan, Aleg PKS Batak yang berhasil 'membuka' pedalaman

Mengukur "keanehan" segenap insan di tubuh Partai Keadilan Sejahtera ini seolah tak ada habisnya. Ada saja tindakan, ataupun keputusan-keputusan dalam hidup yang acap dianggap tak lazim bagi sebagian orang. Tak terkecuali dengan Anggota Dewan dari Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Bengkalis yang satu ini.
Bang Halim, demikian lelaki bernama lengkap Abdul Halim Hasibuan ini akrab disapa, memilih untuk tetap tinggal di KM. 33 Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Sebuah daerah pedalaman yang hingga hari ini belum teraliri listrik PLN. Pun dengan akses jalannya apabila musim penghujan tiba, genangan air penuh lumpur sudah menjadi tantangan sehari-hari. Berpuluh kilometer. Membentang. Menyajikan kesulitan bagi siapa saja yang akan pergi keluar dari daerah tersebut menuju kota. Entah untuk berbelanja, berobat, atau apapun keperluannya demi terpenuhinya hajat hidup warga disana.