jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Perempuan Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Perempuan Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

Kiprah Prestatif Sosok Perempuan PKS Ledia Hanifa


Jakarta (7/4) – “Bismillah, semoga Allah mudahkan urusan”. Kalimat itulah yang pertama kali keluar dari untaian kata Perempuan PKS Ledia Hanifa saat ditanya seorang wartawan, menggantikan posisi Fahri Hamzah dari kursi Wakil Ketua DPR RI.

Pimpinan DPR perempuan pertama pasca reformasi ini, mewarisi darah politik yang berasal dari sang kakek, Rd. H. Hasan Natapermana, yang pernah menjabat sebagai anggota Parlemen Pasundan sekaligus Tokoh Koperasi Jawa Barat.

Sedari kecil, Ledia memilih terjun bersama masyarakat: memimpin, mengelola perbedaan, hingga meraih prestasi di dalamnya. Wajar, saat di SD Taman Sari, Rawasari, Jakarta Pusat, Ledia menyabet dua penghargaan berturut-turut, yaitu Penghargaan Penggalang Garuda Gerakan Pramuka Jakarta Pusat (1984) dan Penghargaan Peserta Terbaik Latihan Pengembangan Kepemimpinan Penegak dan Pandega se-Kwartir Cabang Jakarta Pusat (1986).

Tunjuk Ledia Sebagai Pimpinan DPR, PKS Beri Tempat Bagi Perempuan Berprestasi


Jakarta (7/4) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memberikan alasan bahwa penunjukan Ledia Hanifa Amaliah menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah, karena memberikan kesempatan besar kepada perempuan PKS. 

“Ini sebuah terobosan pertama kali pimpinan DPR adalah perempuan. Kita berharap dengan tampilan Ledia di situ, tentu ingin memberikan satu gambaran bahwa PKS memberikan tempat yang baik buat perempuan yang memang berprestasi,” katanya di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis (7/4).

Kang Iman, demikian ia akrab disapa, menilai bahwa penunjukan Ledia juga karena punya kapabilitas yang bagus. “Ledia dipilih karena beliau politisi senior dan seorang anggota legislatif yang sangat produktif dan artikulatif,” ucapnya.

PKS Ajukan Ledia Hanifa Jadi Wakil Ketua DPR RI


Jakarta (6/4) -- Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera mengajukan Ledia Hanifa untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI. Surat pergantian itu diajukan F-PKS, Rabu (6/4/2016).

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan Ledia Hanifa ditunjuk untuk menggantikan posisi Fahri Hamzah sebagai wakil ketua DPR. “Ledia Hanifa yang akan menggantikan Fahri Hamzah,” kata Sohibul Iman, di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Pengajuan nama Ledia Hanifa sebagai pengganti Fahri diputuskan dalam rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS. Perempuan kelahiran Bandung, 47 tahun lalu ini dianggap memiliki kemampuan untuk duduk di kursi pimpinan DPR.

Minggu, 10 April 2016

Perempuan PKS Diminta Jadi Advokator Tekan Kasus Kekerasan Anak

SEMARANG, PKS Jateng Online—Para perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta menjadi kader terdepan dalam perlindungan anak. Menurut Netty Prasetiani Heryawan, istri gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bentuk perlindungan tersebut adalah menjadi motivator dan advokator dalam menekan kasus kekerasan pada anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Netty saat memberikan pengarahan tentang kekerasan pada anak pada Seminar Parenting di Semarang, Minggu (10/1). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perempuan PKS harus menjadi motivator dalam menekan kasus kekerasan pada anak. 

Menurut Netty, kekerasan pada anak seringnya terjadi oleh orang-orang terdekat, seperti orang tuanya, tukang ojeknya, kakek neneknya, hingga tetangganya. Baik yang berupa kekerasan fisik, perkataan hingga psikologis. Kesemuanya sering terjadi diawali oleh orangtuanya. 

Sabtu, 09 Maret 2013

PKS : Perempuan pioner suksesnya pembangunan nasional

imageJakarta, PKS Jateng Online—Hari perempuan sedunia yang jatuh pada hari Jum’at (8/3) menjadi hari yang menyejarah bagi para perempuan di seluruh dunia. Untuk itu, perempuan dianggap sebagai faktor terpenting perkembangan pembangunan di dunia, dan terkhusus di Indonesia. hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) komisi VIII dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa.

Ledia Hanifa menegaskan bahwa perempuan harus memiliki pendidikan yang layak, akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik serta peluang untuk mengoptimalkan potensinya. Hal ini guna memberi kontribusi terbaik bagi kemanusiaan.

Selasa, 10 Juli 2012

PKS: Anggaran Jamkesmas Naik, Tidak Boleh Ada Lagi Kasus Orang Miskin Dilarang Berobat

Jakarta - Anggran Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pada tahun 2012 meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya, dari total Rp 6,3 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 7,4 triliun pada tahun 2012.

“Saya menghimbau kepada seluruh pengelola fasilitas kesehatan Jamkesmas agar jangan pernah sekalipun mengabaikan pelayanan kesehatan kepada orang miskin, utamanya anak/balita miskin yang orang tuanya jelas-jelas pemegang kartu Jamkesmas. Jangan sampai ada lagi kejadian Orang Miskin Dilarang Berobat,”
ujar Anggota Panja Jamkesmas Komisi IX Herlini Amran di Gedung DPR, Minggu (08/07).

Dikatakan Herlini, Ini merupakan jaminan dari Pak Wamenkes ketika Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR hari Senin 02 Juli 2012 lalu, sehingga “kalau terjadi lagi kasus seperti itu, mestinya hukum harus ditegakkan!” desaknya.

Selasa, 19 Juni 2012

F-PKS Sesalkan Pernyataan Menkes yang Kampanyekan Kondom untuk Remaja

Herlini Amran
Baru saja dilantik, Menteri Kesehatan (Menkes) baru, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH membuat sebuah gebrakan di awal masa kerjanya dengan rencana akan lebih meningkatkan kampanye penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko termasuk kepada remaja dan masyarakat untuk mencegah kehamilan beresiko juga menurunkan angka aborsi pada 2,3 juta remaja setiap tahunnya menurut data dari BKKBN. Menurutnya, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.

“Kami sangat menyesalkan statmen ibu Menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakan penggunaan kondom untuk kelompok seks beresiko termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan Sex bebas (Zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom,” ujar Anggota Komisi IX Herlini Amran di Gedung DPR, Selasa (19/06).

Lebih lanjut menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera ini, “Mestinya Pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65%, hanya tercapai 11,4% pada tahun 2011,” desaknya.

Minggu, 17 Juli 2011

Jejak Teladan Alm Yoyoh Yusroh, Politisi Perempuan PKS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tidak banyak perempuan Indonesia yang paham dan sadar bahwa dunia politik adalah dunia yang setara milik kaum laki-laki dan perempuan. Seringkali, dunia politik justru dianggap sebagai dunia keras milik laki-laki, karena politik selama ini identik dengan perebutan kekuasaan.

Padahal, perempuan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu yang belum tentu dapat diwakili oleh laki-laki. Persepsi negatif itulah yang ditepis almarhumah Yoyoh Yusroh, seorang politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang wafat karena kecelakaan pada 27 April 2011 lalu.

Kiprah wanita yang akrab disapa Ustadzah itu di parlemen menunjukkan kepada publik bahwa perempuan juga mampu menjalankan amanah politik dengan baik. Menurut dia, memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.

Kiprah Ustadzah Yoyoh, sebagai poltisi perempuan, di wilayah publik juga diapresiasi banyak pihak, baik rekan maupun lawan politik. Dalam pembahasan RUU Pornografi misalnya, Ustadzah Yoyoh adalah salah seorang legislator yang gigih untuk terus memperjuangkannya, semata-mata untuk kebaikan masyarakat Indonesia.

Selasa, 07 Juni 2011

Kegiatan Pembinaan PKS Pakistan Untuk WNI Perempuan

Islamabad – Tampak beberapa perempuan dengan gaya berpakaian ala Indonesia memasuki Shifang Restaurant di kawasan Blue Area Islamabad, Pakistan. Mereka adalah WNI perempuan Indonesia di Islamabad dan sekitarnya, yang pada Jum’at 20 Mei 2011 itu menghadiri undangan acara Perempuan Berbagi Cerita yang diselenggarakan oleh PIP PKS Pakistan dalam rangka Milad PKS ke 13.

Antusiasme peserta tampak dengan tepatnya kehadiran mereka. Pukul 16.00 waktu Pakistan sebagian peserta sudah hadir di tempat. Bahkan peserta dari kalangan mahasiswi berkirim sms kepada panitia memberikan kabar keterlambatannya.

”Maaf agak terlambat ya, masih ada kuliah.” Begitu pesan sms yang terkirim dari salah satu mahasiswi IIUI yang turut diundang dalam acara itu.

Kamis, 26 Mei 2011

Jadilah Wakil Rakyat Yang Aspiratif

Akhirnya keterwakialan perempuan dalam parlemen Gayo Lues terpenuhi juga, dengan terpilihnya Nurhayati. S.Pd.I kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota legislatif, kendatipun belum mencukupi jumlah Quota yang disyaratkan Undang-undang.

Namun demikian diharapkan nuansa perpolitikan akan mewarnai setiap langkah dan aksi dalam menyoroti ketimpangan yang bermuara merugikan kepentingan umat.

Setelah diambil sumpah anda bukan lagi milik partai atau golongan semata, tetapi sudah menjadi milik rakyat.

Oleh karena itu Jadilah Wakil Rakyat yang Aspiratif, yang harus siap menampung dan menyuarakan aspirasi rakyat dari manapun datangnya.

Anda bukan saja mewakili kepentingan kaum intelektual, berjuis dan kapitalis, tetapi juga mewakili kaum bodoh miskin, dhuafa, gelandangan dan pengemis, yang hak-haknya dikebiri.

Rabu, 25 Mei 2011

(rekaman utuh) Kesaksian Ust Hilmi pada Takziyah (alm) Yoyoh Yusroh

(Translate dari rekaman audio oleh Abu Rasyidah)

...

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un tsumma Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.


Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wasohbihi wa ma walah.
Wa qolallahu azza wa jalla fi kitabihil aziz, a’udzubillahi minasy syaitanir rajim,
wa likulli ummatin ajal, faidza ja-a ajaluhum la yasta’khiruna saah – wa la yastaqdimun.
wa qola: kullu nafsin dza-iqatul maut, wainnama tuwaffauna ujurakum yaumal qiyamah, fa man zuhziha ‘anin naari wa udkhilal jannata fa qad faza. Wa mal hayatud dunya illa mata’ul ghurur.
wa qola: minal mukminina rijalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi, fa minhum man qadla nahbahu wa minhum man yantazhir, wa maa baddalu tabdilaa.
Shodaqollahu azhim


Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt,

Saya diminta untuk mewakili keluarga besar almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh dan keluarga besar ayahanda beliau, ayahanda almarhumah, KH Abdushshomad (alm) dan Hj. Siti Aminah ibunda Yoyoh, begitu juga tiga belas anak-anaknya.

Pertama-tama untuk menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin-hadirat yang telah meluangkan waktu untuk bertakziyah dan mendoakan almarhumah. Mudah-mudahan doanya insya Allah diterima oleh Allah swt.

Jika sebagai manusia ada kekhilafan, ada kesalahan, ada kelalaian mohon dimaafkan. Begitu juga jika ada hutang-piutang yang tidak diketahui keluarga mohon disampaikan kepada pihak keluarga untuk diselesaikan dan atau kemudian jika tidak sempat menghubungi keluarga mudah-mudahan bisa meridhokan, bisa meridhokan sehingga tidak menjadi beban bagi almarhumah.

Senin, 23 Mei 2011

KEMATIAN sebuah MISTERI (Catatan Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh)

Siapapun manusia didunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psycholog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam, dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhoi Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja didunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.

Kematian juga tidak selalu dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Yoyoh Yusroh, Politisi PKS yang Menenteramkan Hati Siapapun

Keimanan seseorang harus memenuhi tiga unsur. Diyakini dalam hati, diucapkan melalui perkataan, dan dimanifestasikan dalam perilaku sehari-hari.

Itulah yang tercermin dari perilaku Yoyoh Yusroh, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu dinihari (21/5). Yoyoh membuktikan, keimanan bukan sekedar ritual dan tampilan. Iman harus direaliasasikan dalam kehidupan politik dan diperjuangkan di ruang publik.

"Bu Yoyoh mengajarkan pada kita, keimanan harus berwujud pada kerja melawan pemiskinan dan pembodohan, oleh siapapun," kata politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 22/5).

Minggu, 22 Mei 2011

Hidupmu Menginspirasi Kami - In Memorian Ustadzah Yoyoh Yusroh

“Jazakallah ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang ditelingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk putri ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di sekolah anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan sesibukmu mampu menyempatkan diri datang kesekolah untuk mengambil raport anaknya, sementara tidak sedikit orangtua murid yang sebenarnya tidak terlalu sibuk tapi tidak sempat datang kesekolah untuk sekedar mengambil raport anak-anaknya. Dan kemarin aku mendengar engkau baru saja menghadiri dan menyaksikan acara wisuda salah seorang putramu sesaat sebelum Allah memanggilmu. Ustadzah Yoyoh, sungguh perhatianmu pada keluarga sangat menginspirasi kami.

Ustadzah Yoyoh Yusroh, begitu biasanya kami memanggilmu, sangat sederhana. Tetapi jalan hidupnya ternyata tidak sesederhana namanya. Ibu dari 13 orang anak ini merupakan anggota DPR RI dari FPKS selama tiga periode. Track Record mu dalam kancah dakwah di masyarakat dan legislatif sudah tidak diragukan lagi. Kiprah mu di Komisi I DPR RI meninggalkan begitu banyak jejak kebaikan, menghidupkan kembali fungsi negara Indonesia yang berperan aktif dalam perdamaian di beberapa negara Konflik. Ketika keadaan di Palestina dan negara-negara arab sedang memanas, engkau yang aktif menjadi ustazah beberapa majlis ta’lim ini tanpa rasa takut dan ragu mengunjungi negara-negara tersebut, mewakili Indonesia untuk melihat kontribusi apa yang bisa di berikan. Sampai di penghujung umurmu tak pernah henti mencoba merealisasikan da’wah Nabimu. Memperbaiki diri sendiri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat, memperbaiki negara, dan memperbaiki dunia.

Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Berbela Sungkawa Atas Wafatnya Yoyoh Yusroh

Prof. Dr. Muhammadi Badie, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera di Indonesia atas wafatnya ustadzah Yoyoh Yusroh, anggota Parlemen Indonesia dan Anggota Komite Keluarga dan Wanita Islam Internasional, yang wafat karena disebabkan kecelakaan.

Almarhumah merupakan akhwat yang energik dan luar biasa dalam mendukung aktifitas dan kegiatan yang terkait dengan masalah keluarga dan anak. Beliau memiliki peran yang sangat besar dalam kegiatan keakhwatan yang terkait dengan pendidikan anak.

يتقدم فضيلة الأستاذ الدكتور محمد بديع المرشد العام للإخوان المسلمين بخالص العزاء لرئيس حزب العدالة والرفاهية بإندونيسيا في وفاة الأستاذة يويو يسره عضو البرلمان الإندونيسي وعضو مجلس إدارة المنتدى الإسلامي العالمي للأسرة والمرأة، والتي وافتها المنية في حادث سيارة أليم.

والفقيدة من أبرز الأخوات الناشطات في مجالات دعم الأسرة، وكان لها إسهامات كبيرة فيما يتعلق بتربية النشء.

Kerja Ikhlas, Keras, Cerdas, Tuntas dan Mawas (Nasihat Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh) oleh Afifah Afra Satu pada 21 Mei 2011

Bergetar jemari ini ketika mengetik di atas laptop. Ini tulisan obituary ketiga yang saya angkat dalam bentuk catatan. Setelah almarhum ayahanda, Mbak Nurul F Huda, dan kini, seorang guru, da'iyah, ibunda, sosok yang sangat menginspirasi hidup saya, kembali Dipanggil menghadap-Nya. Sabtu ini, dini hari tadi karena kecelakaan di Cirebon. Allah, Engkau Maha Tahu atas segalanya...

Masih terngiang di telinga saya, tausiah yang meluncur dari wajah yang selalu bersinar, dengan bibir yang selalu tersenyum itu. Tausiah yang diberikan para aktivis LKIP (Lembaga Kajian dan Informasi Pemilu) yang beliau dirikan bersama beberapa tokoh ummahat, antara lain Ibu Sri Rahayu Tifatul Sembiring. Beberapa muslimah dari berbagai daerah, Banda Aceh, Padang, Solo, Ambon, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sebagainya berkumpul di rumah beliau, di sebuah waktu di awal tahun 2004.

"Bekerja itu dengan prinsip lima as," kata beliau. Suaranya jernih. "Pertama, ikhlas. Jadikan semua itu bermuara kepada Allah. Lalu kerja keras. Kita optimalkan seluruh kemampuan fisik kita. Mujahadah. Lalu, cerdas. Kerja harus menggunakan siasat, perencanaan, kemampuan otak. Jangan lupa, kerja harus tuntas. Dan akhirnya, tutup dengan evaluasi, atau mawas."

Yoyoh Politisi yang tak Kenal Tawar Menawar

“Ibu sangat yakin pondok pesantren ini akan berdiri,” ujar Sutrisno mandor yang membangun pondok pesantren milik Yoyoh Yusroh.

Yoyoh Yusroh adalah politikus dari fraksi PKS anggota Komisi I DPR RI yang meninggal akibat kecelakan di tol Kanci Cirebon pada dini hari ini.

Sutrisno mengatakan dirinya sudah satu setengah tahun bekerja pada almarhumah. “Dulu saya pertama kali dipanggil almarhumah mengatakan memiliki uang Rp 29 juta dan ingin mendirikan pondok pesantren. Alhamdulillah rencana tersebut sampai kini bisa terus berjalan”

Mari Belajar Kokoh dari Ustadzah Yoyoh Yusroh

Sabtu 21 Mei 2011 bertepatan dengan 18 Jumadits Tsani, kita kehilangan seorang mujahidah dakwah, ustadzah, muballighoh, bunda yang penuh kesabaran : Yoyoh Yusroh. Masyarakat banyak mengenalnya sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat gigih memperjuangkan RUU pornografi. Usulan cerdas beliau tentang kemungkinan tentara TNI wanita berjilbab juga menarik banyak pihak untuk mencermati langkah beliau. Keterlibatannya di kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap kader dakwah khususnya akhwat muslimat. Panggilan Bunda yang dialamatkan kepada beliau menunjukan penghargaan dan arti khusus diri beliau di hati setiap akhwat kader dakwah. Beliau kini telah meninggal, namun catatan kebaikan telah banyak ditorehkan, saatnya bagi kita untuk meneladani dan melanjutkan perjuangannya.

Setiap kematian meninggalkan pesan, pesan untuk mengingat betapa dekatnya kita dengan alam barzah. Pesan untuk mengingat dan menyebut kebaikan yang meninggal agar ada langkah yang nyata dalam mengikuti kebaikan-kebaikan yang ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kamu menghadiri orang yang sakit atau orang yang meninggal, maka katakanlah yang baik, maka sesungguhnya malaikat mengaminkan (membaca amin) atas apa yang kamu katakan.” (HR. Muslim)

Ijinkan saya berbagi kekaguman ttg Bunda...

Twit dari @RidlwanJogja:

Ijinkan saya berbagi kekaguman pada figur Ibunda Yoyoh Yusroh yg syahid tadi pagi.

1. Saya menemui bu Yoyoh di kampus IIQ, Ciputat untuk buat profil beliau. “Jam 7 pagi tepat ya, saya jam 8 mengajar” ujar #Bunda saat janjian.

2. Kampus masih sepi. Hanya #Bunda dan seorang staf yang sudah datang. ”Sudah sarapan belum” sapa beliau ramah.

3. Belum lagi dimulai wawancara, #Bunda sudah menebak : “ini terkait bu Diana yang mau nikah dengan ustad Dayat bukan?“ lalu tersenyum.

Fraksi Hamas Sampaikan Takziyah atas Kematian Yoyoh Yusroh

Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga dikenal aktivis solidaritas Palestina dan pernah berkunjung langsung ke Gaza, Yoyoh Yusroh, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tunggal di ruas jalan tol Palikanci, Cirebon, Sabtu (21/5) sekembalinya dari Jogya untuk menghadiri wisuda anaknya. Selain itu, kecelakaan tersebut juga membuat enam penumpang yang merupakan keluarga Yoyoh mengalami luka. Duka dan takziyah serta simpatipun turut disampaikan oleh bangsa Palestina.

Yoyoh Yusroh adalah sosok yang cukup dikenal di kalangan aktivis Islam karena perjuangan-perjuangan dakwah dan kepentingan umat baik melalui parlemen atau kemasyarakatan serta kemanusiaan. Bukan dalam tataran nasional saja, namun juga di level internasional. Dia termasuk orang yang turut andil dalam perjuangan kemanusiaan Palestina. Bahkan dia sendiri pernah berkunjung dan melihat langsung penderitaan warga Gaza yang sedang diblokade sebanyak dua kali. Terakhir ia tergabung dalam konvoi kemanusiaan “Life Line 5” yang dalam kesempatan ini bertemu dengan PM Palestina Ismail Haniya dan Wakil ketua I Parlemen Palestina Ahmed Bahr.

Wanita energik ini juga termasuk anggota tetap Kaukus Anggota DPR untuk Palestina yang begitu bersemangat membawa dan memperjuangkan Palestina melalui perlemen. Terutama beliau ingin memperjuangkan hak-hak wanita Palestina yang dijajah Israel.