jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..

Tampilkan postingan dengan label Inilah Jawaban Kami (Kader PKS). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inilah Jawaban Kami (Kader PKS). Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

PKS Terapkan Sistem School of Leadership

Islamedia - Sehari menjelang pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) untuk pemilihan umum 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyelesaikan penyusunan nama para calon dengan kapasitas mumpuni.

Berbeda dengan beberapa partai lain yang melakukan open recruitment, penentuan nama-nama caleg PKS dilakukan dengan mengutamakan penilaian kompetensi dan prestasi. Selamat Nurdin selaku Ketua DPW PKS Jakarta menyatakan, penentuan calon dilakukan dengan penerapan sistem school of leadership. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Restoran Sate Senayan Kebun Sirih, Jakarta Pusat (Senin, 8/4/2012).

Rabu, 03 April 2013

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un, Kembali Hari Ini PKS Kehilangan Satu Kader Terbaiknya



Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un Telah Berpulang Ke Rahmatullah Drs. Supardi yang akrab dipanggil Ustad Apay Aleg PKS Kab. Bandung dari daerah pemilihan 7. Hari ini Rabu 3 April 2013 pukul 4.30 setelah dirawat sepekan di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah Kab. Bandung.

Kepada seluruh Ikhwah mohon untuk mendo'akan beliau agar ditempatkan di tempat yang mulia



اَللّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُوْلَهُ

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkan dia, berilah 'afiyah kepadanya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga)..."
 

Partai Demokrat dan PKS, Dulu dan Sekarang

IslamediaHampir delapan tahun yang lalu, Sapto Waluyo dalam bukunya yang berjudul Kebangkitan Politik Dakwah: Konsep dan Praktik Politik Partai Keadilan Sejahtera di Masa Transisi membandingkan dua partai bintang pemilu 2004, antara Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. 
 
Perbandingan dari berbagai kriteria seperti tokoh, jaringan, dana dan logistik, ideologi, dan orientasi luar negeri. Perbandingan yang sangat relevan hingga saat ini. Dan ada perbandingan yang bisa Penulis tambahkan untuk melengkapi catatan Sapto Waluyo. Berikut perbandingan itu.


Pendukung Yusuf Supendi Kembali ke Pangkuan PKS dan Tolak Masuk Hanura

Islamedia - Masuknya Yusuf Supendi menjadi kader Hanura menuai beragam respon, salah satunya respon penolakan yang langsung dilakukan oleh para pendukungnya. Para pendukung yang mengatasnamakan murid setia Ustadz Yusuf Supendi.
 
Bentuk respon penolakan yang dilakukan para pendukung Yusuf Supendi adalah dengan tidak mau mengikuti instruksi untuk bersama-sama dirinya masuk kedalam partai Hanura dan membesarkanya. Para pendukung Yusuf Supendi yang mengklaim sebagai mantan kader PKS mengatakan dengan tegas : "Lebih baik kembali kepada PKS dari pada masuk kedalam partai bukan Islam seperti Hanura".

Diterpa Fitnah, PKS Malah Mendapat Ribuan Kader Baru

pks mendapat ribuan kader baru

Isu negatif yang menerpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terkait dugaan kasus suap impor daging sapi yang ditujukan kepada LHI, tak membuat petaka bagi partai dakwah ini di Kota Bengkulu. Sebaliknya, sejak isu tersebut mencuat, sampai kini DPD PKS Kota Bengkulu malah mendapat 2 ribu orang anggota baru.

Mungkinkah Giliran PKS?

Oleh : Lutfi Rachman
Aktif di LENGKAP (Lembaga Pengembangan dan Kajian Politik)

***

Menarik jika menilik sejarah pemilu Indonesia di era reformasi, diantaranya adalah fakta bahwa dari tiga kali penyelenggaraan pemilu ketiganya selalu melahirkan juara baru, pemenang pemilu 1999 PDIP (33,74%), pemilu 2004 Partai Golkar (21,58%), pemilu 2009 Partai Demokrat (20,85%).

Maka pemilu 2014 sangat menarik untuk ditunggu apakah ia akan melahirkan lagi juara baru, atau untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu di era reformasi akan ada partai yang memenangkannya untuk kedua kali atau bahkan Demokrat bisa mengulang kesuksesan menjadi juara bertahan?

Senin, 01 April 2013

3 Kehancuran PKS

Oleh : Amrullah Aviv/Kompasiana

Pertama : Ketika para pemimpin PKS sudah tidak mencintai dan tidak memperhatikan perkembangan kader-kadernya. Kalau hal ini terjadi maka menjadi perubahan yang sangat drastis, karena PKS adalah partai kader. Bagi PKS  kader adalah rahasia kehidupan umat dan motor penggerak kebangkitannya. Dan PKS meyakini  sejarah seluruh umat adalah sejarah para kadernya yang cerdik, memiliki kekuatan jiwa, dan kebulatan tekad. Dan bagi PKS  kuat atau lemahnya umat diukur dengan tingkat kesuburannya melahirkan kader-kader yang memenuhi syarat kesatria yang benar.

Nah,  Ketika para pemimpin PKS sudah tidak mencintai dan tidak memperhatikan perkembangan kader-kadernya, maka PKS otomatis goncang.

PKS jangan kalian ambil ayahku

Oleh: Ibrahim Musa Ashidiqie|Kompasiana
“bu, ayah dicalonin lagi ya bu?”
“Iya dik, ibu juga kaget sebenarnya, tau-tau ayahmu sudah persiapan mau foto aja dik”
Entah kanapa, hatiku seolah tersambar petir, hampir pecah rasanya kepala ini, apa yang aku cemaskan itu ternyata benar-benar terjadi. Aku terdiam agak lama, diam dengan telepon genggam yang masih ku lekatkan di telinga.
****
Awalnya siang itu aku melihat tweetnya pak @suryadelalu tentang #BCAD (bakal calon anggota dewan), setelah ku baca-baca ternyata para bakal calon sudah dipanggil sama “orang atas” dan disuruh mengumpulkan berkas. Dan yang langsung terbayang olehku adalah ayah, jangan-jangan ayah juga dipanggil jadi CAD?! Mendadak dadaku panas sesak, segera kubuka HP-ku, dan ku telepon beliau.
“sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan….”, ah, pulsaku habis

Kembali ke masa lalu, tahun 2004, saat pemilu pertamanya PKS
Saat itu ayahku maju menjadi anggota legislative, dan aku yang saat itu masih bocah yang tak tau apa-apa, umurku saat itu masih 11 tahun, masih SD. Jadi aku tak mengerti apa-apa tentang “dunia hitam” itu, yang aku tau, kami sekeluarga adalah pendukung setia PKS sejak namanya masih PK, belakangan aku baru tau kalau ayah sudah menjadi orang PKS bahkan sebelum PK itu sendiri ada.
Berlanjut pada saat masuknya aku ke sebuah pesantren “ikhwah”, dan lagi-lagi yang aku tau saat ditanya tentang pekerjaan orang tua adalah ayahku seorang anggota dewan, tak lebih

Carita berlanjut, ayahku kini punya sopir dengan mobil dinas, kesannya mewah ya? Engga ah, mobilnya hanya mobil lama yang sudah hampir tidak layak pakai, hanya istilahnya saja yang keren, “Mobil dinas!”.
tapi, mobil sejelek apapun tetap saja sudah merupakan barang mewah di mata keluargaku.
Dan cerita kembali berlanjut, ayahku tercinta memberanikan diri mengambil kredit mobil bekas, ku ulangi, kredit mobil bekas. Walaupun dengan gaji yang seadanya (yang belakangan ini aku baru tau kalau gaji aleg dari PKS dipotong untuk partai) mulailah kami punya mobil, mobilnya tidak begitu mewah, tapi tetap saja mataku melihat mobil adalah barang termewah saat itu.
Dan disini mulai cerita baru, orang-orang sekitar dan di kampung ayah mulai melihat aneh, banyak juga yang bilang “wah bapak sejak jadi anggota dewan ini banyak duit nih, bisa beli mobil”, atau juga para ibu-ibu menggosipkan “sejak si ayah jadi anggota dewan jadi punya mobil loh”.

walaupun aku masih SMP, aku tau kalau apa yang mereka katakan jelas-jelas menuduh uang yang ayah dapatkan untuk membeli mobil bukan dengan cara yang halal. Panas, sugguh panas telinga ini mendengar fitnah itu. Apalagi ibu, ibu adalah orang yang paling tidak tahan mendengar ucapan seperti itu.
aku dan juga kakakku yang saat itu masih “anak pesantren” mencoba menenangkan hati ibu, “biar lah orang berkata apa, yang lebih penting Allah tau yang sebenarnya”.
memang hal ini bukanlah masalah besar, aku dan keluarga Alhamdulillah tetap bersabar dan terus mendukung ayah.
Terlepas dari itu semua, aku yang saat itu masih bocah SMP hanya tau kalau ayah adalah orang sibuk, entah itu sibuk di kantor, atau di partai. Ayah pergi pagi, pulangnya malam, hampir begitu setiap hari, pun saat libur ayah masih saja ada kegiatan, entah itu bertemu masyarakat, atau di ketakmiran masjid, ah ayahku sibuk!

pemahamanku tentang dakwah ini semakin bertambah seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuanku dan dari pertemuan pekananku di pesantren, pada saat itu barulah aku tau kenapa ayah ada di ranah legislative, barulah aku benar-benar paham kenapa islam harus masuk di dalam tataran pemerintahan.
dan akhirnya, masa jabatan ayah telah habis, aku senang, ayah tak lagi harus pergi pagi pulang malam.
namun, ternyata ayah kembali dicalonkan oleh dakwah ini, oleh PKS sebagai calong anggota legislative pada pemilu 2009, berat rasanya ibu mengijinkan saat pahlawanku itu meminta ijin pada ibu, ibu lebih senang ayah bekerja seperti dulu, walaupun hanya bekerja dengan penghasilan yang secukupnya, ibu lebih senang, walaupun hanya mengambil nafkah dari bercocok tanam dan berjualan.
PKS, jangan kau ambil ayahku!
Meski sudah memiliki pemahaman tentang dakwah dan partai, sisi kecil hatiku tetap sepakat dengan ibu, kalaulah boleh memilih aku ingin ayah tak lagi jadi aleg, walau bagaimanapun aku ini masih anak SMA pada saat itu, yang masih menpel sama ayah dan ibu

Dan, Alhamdulillah ayah tidak terpilih, sekaligus sedih buat PKS, suara kita turun drastis di 2009.
Dan hingga kini jadilah aku dan kakakku kuliah di salah satu institut ternama di bandung, jauh dari negeri asalku. Sedikit banyak kami sudah lebih dewasa dalam menyikapi “hal” ini, ada ego yang perlu disingkirkan, ada kepentingan pribadi yang harus mengalah. Ada yang namanya kepentingan ummat dan ada yang namanya kepentingan pribadi….
****
“dik, dik, halo? “

Ah, aku tersadar dari lamunanku, ku lanjutkan pembicaraanku di telpon dengan ibu, bersama kakakku yang juga duduk disebelahku
aku dan kakakku mencoba menguatkan ibu, meminta ibu untuk terus mendukung ayah, dan kembali mengingatkan bahwa keputusan ini adalah keputusan syuro (musyawarah), yang bahkan rasulullah sendiri mengalah saat kesepakatan syuro berbeda dengan pendapatnya. Aku, dan seluruh keluargaku memang tak ingin ayah kembali dicalonkan dalam pemilu 2014 nanti. tapi kami sadar bahwa apa yang ayahku dan yang kini turut aku perjuangkan bukanlah hal yang sia sia. Aku tau toh nantinya kalaupun ayah terpilih, ayah pasti bukan berjuang untuk dirinya dan keluarganya saja, ia sedang “bekerja untuk Indonesia”

aku sadar, bahwa politik adalah jalan panjang yang harus kita tempuh, meski berat, meski harus rela berkorban
ya, perjuangan itu pasti harus rela berkorban
dan yang pasti, aku akan selalu mendoakan partai ini, aku besar bersama partai ini, aku tau siapa-siapa saja orang-orang di dalamnya dan betapa luar biasa para kadernya, aku tau siapa orang PKS itu, dan aku yakin, PKS akan masuk 3 besar

sedikit cerita lagi, aku dan kakakku sekarang ini sudah lama rindu masa ketika dulu ikut kampanye, bertemu tim nasyid shoutul harokah, izzis, justice voice (maaf kalau kampungan hehe), lalu bertemu ustadz hidayat, bertemu ustadz anis, yang untuk ikhwah yang ada di daerah, bertemu mereka itu bisa dibilang hanya saat kampanye akbar.
Dan pada saat kampenye ustad ahmad heryawan, aku dan kakakku datang (walaupun bukan warga jabar) dan satu kata yang sekarang terngiang di telinga saya, ketika ummi netty istrinya ustad heryawan mengatakan “saya infakkan suami saya untuk warga jabar”.
PKS, aku rela kau mengambil ayahku

****
Oh iya, kredit mobil ayahku baru lunas tahun kemarin, dan pastinya bukan dengan uang haram J

Bandung, 31/3/2013

Minggu, 31 Maret 2013

Letupan PKS, Mengkhawatirkan

pkssumut.or.id, Hasil survei pemilu yang dikeluarkan oleh LSN di Maret 2013 menunjukan, PKS meraih 4,6 persen suara. Walau begitu, PKS sudah dapat mengungguli Demokrat, pemenang pemulu 2009, yang menurut hasil survey meraih 4,3 persen suara. Dan, mengungguli perolehan suara parta-partai lain yang berbasis Islam. http://www.republika.co.id

Survey ini menunjukan adanya perbaikan perolehan suara PKS, yang sebelumnya diprediksi  hanya sekitar 3-2 persen suara. Walaupun hal ini terlalu dini, namun sudah mengindikasikan keberhasilan PKS dalam pengelolaan organisasi, dan mengelola mood kader serta publik secara bersamaan dan berkesinambungan, paska ditangkapnya LHI.

Ganjing-ganjing di tubuh KPK mengenai sprindik Anas, isu kubu-kubuan di KPK dan drama penangkapan LHI yang janggal, sepertinya membuat kepercayaan publik, sedikit demi sedikit, mulai pulih kepada PKS.

"Jessica, kamu kader PKS juga?"

Asyik saya memainkan gadget yang belum sebulan dibelikan oleh ibu, sambil dikerumuni saudara-saudara sebaya yang sedang berkumpul untuk acara arisan keluarga di rumah saya. Nenek adalah orang yang dituakan untuk meneruskan tradisi keluarga ini. Isinya bukan hanya kumpul-kumpul arisan dan makan-makan, tapi ada juga siraman rohani dari ustadz yang biasanya sengaja diundang.

Kali ini yang seharusnya ngisi adalah Pak De yang juga seorang ustadz di kampungnya. Dan gadis-gadis itu, biasanya lebih asyik ngobrol sendiri daripada menyimak ceramah. Saya, mau gak mau harus solider ngikut nimbrung cekikikan. Sementara yang lain, sudah di posisi masing-masing, duduk melingkar sambil nyender, siap menerima santapan ruhani sambil ngemil santapan jasmani.

Kesederhanaan dan Kepedulian ustadz Hilmi Aminudin (HA) Dimata Masyarakat #PKSederhana

Kultwit Kesederhanaan dan Kepedulian ustadz Hilmi Aminudin (HA) Dimata Masyarakat oleh @a_sholahudin

1. bismillahirrahmaanirrahiim, insya Allah sy akn kultwit ttg "Kesederhanaan dan Kebersahajaan Tokoh dan Kader PKS. #PKSederhana

2. pertama sy akn mnceritakn pandangn msyrkt skitar padepokan madani, lembang, ttg sosok Ust Hilmi Aminuddin (HA). #PKSederhana

3. Ust HA memang kaya, tapi beliau sangat dicintai msyarakt sekitar padepokan madani. #PKSederhana

PKS: Dorong Transportasi Massal untuk Mengurangi Subsidi BBM

JAKARTA – Pemerintah terlalu lamban membangun dan mengembangkan transportasi massal seperti jaringan kereta api baru, monorel dan mass rapid transport (MRT) untuk mengurangi kemacetan. Inilah yang memicu tingginya alokasi dana subsidi BBM karena masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan layanan transportasi massal masih buruk dan terbatas.

Demikian disampaikan Anggota Komisi V dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia menanggapi keinginan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM yang terus membengkak. Harus diakui, kenaikan subsidi BBM ini menyebabkan anggaran fiskal membengkak dan menyebabkan defisit neraca perdagangan, namun tidak berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Semua itu akibat strategi yang salah dalam hal kebijakan transportasi,” tegas Yudi.

Senin, 18 Maret 2013

Inilah Nasehat Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq

| Dari Kunjungan Rutan Guntur Hari Ini


-----------

Oleh H. Bakhtiar Muhammad Rum, Lc
Ketua DSW PKS KEPRI (Kepulauan Riau)

***

Berikut ini adalah oleh oleh kunjungan saya ke rutan KPK, menjenguk ustadzuna Alfadhil Luthfi Hasan Ishaaq hari ini, Senin (18 maret 2013). Alhamdulillah saya di beri kesempatan Allah untuk menjenguk beliau.. Sekali lagi alhamdulillah... Saya menikmati nasehat beliau kepada saya, juga insyaallah nasehat untuk kita semua.. Saya tulis ulang nasehat ini, semoga bermanfaat...

***

Salam “3 Besar” Dari LHI

Saat Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) tampil di depan publik, sejak ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap import sapi, dia selalu tersenyum dan mengarahkan salam ”tiga besar” ke arah publik. Dia terus konsisten melakukan hal tersebut, saat para pencari berita mewawancarainya atau pun saat “say helo” kepada wartawan.

Dia pun tidak banyak menjawab pertanyaan wartawan, karena urusannya sudah dilimpahkan ke kuasa hukumnya. Yang selalu dia lakukan hanya tersenyum dan mengangkat tangannya sebagai lambang salam “tiga besar”.

Isyarat ini bukan tanpa makna, bukan pula tanpa tujuan. Salam ini bukan sekedar simbol belaka, tetapi target perjuangannya di pemilu 2014. Walau dia tidak bisa berkeliling menyapa seluruh kader, namun ruh semangat perjuangannya ingin ditularkan melalui senyuman dan simbol salam "tiga besar”nya.

Minggu, 17 Maret 2013

PKS panjatkan doa terbaik untuk Yusuf Supendi di Hanura

Salah satu pendiri Partai Keadilan (PK, bukan PKS), Yusuf Supendi resmi bergabung dengan Partai Hanura. Mendengar kabar tersebut, Mohamad Sohibul Iman, wakil ketua DPR pengganti Anis Matta, mengapresiasi sikap Yusuf.

"Beliaukan sudah tidak bersama PKS, nggak ada yang istimewa, biasa-biasa saja," kata Sohibul seperti yang diberitakan media online merdeka.com, Jumat (15/3).

Shohibul menilai merapatnya Yusuf ke partai besutan Wiranto merupakan hak politik setiap orang. "Kita menghormati pilihan politik, kita sangat menghormati pilihan politik ustaz Yusuf," tegas dia.

Kalau Boleh Jujur PKS Partai Terbaik Saat ini

Tahun 2013 adalah tahun politik, dimana sepertinya semua hal halal dilakukan oleh partai politik. Kita lihat saja banyak kader partai yang pindah ke partai lain dengan harapan karir politik lebih baik dari sebelumnya. Banyak orang sebut ini kutu loncat dan ada juga yang menyebut kuda liar, wah kuda liar.. hmmm, kuda liar ini kalau ditanya kenapa pindah jawabannya sederhana ini permintaan konstituen di daerah, ada yang bilang demi rakyat apapun akan saya lakukan ..benar gak ya demi rakyat?? atau hanya sekedar mempertahankan eksistensi dan syahwat politiknya.

Ada lagi yang lebih mengerikan dengan bermodalkan kekayaan dan kuasanya sebagai pemilik media dia menyerang lawan-lawan politiknya dengan media yang ada. Baik media cetak, radio, online, televisi atau semua media yang dia kuasai..tetapi tentang hancur dan bobroknya nya partainya jangan harap akan ada satu beritapun muncul dimedianya,yang muncul hanya kebaikan-kebaikan partainya saja.

Ada juga kabarnya golongan penguasa yang bermain dibalik layar dengan kekuasaannya yang membuat situasi di negeri ini kacau balau memanfaatkan kekuasaannya sehingga bermain-main sesuka hatinya, bahkan sekelas KPK pun yang konon, kata-katanya bagai firman tuhan yang tak pernah salah, bisa di atur. Terlihat jelas di mata rakyat walaupun rakyat jelata seperti saya jika rekan separtainya jadi tersangka tidak langsung ditahan. Sebut saja Anas Urbaningrum sampai saat ini tidak ditahan dan juga Andi Malarangeng tersangka yang bebas kemanapun mereka suka, tidak ada kehawatiran buat KPK mereka menghilangkan barang bukti…opss kita tidak sedang membahas mereka.

Jumat, 15 Maret 2013

Ke Mana Pun Aku Pergi Selalu Ketemu Kader PKS

Semasa kuliah, aku termasuk mahasiswa yang tidak suka berorganisasi atau kesibukan lainnya yang tidak terkait langsung dengan perkuliahanku. Hari-hariku hanya diisi dengan kuliah dan kegiatan di laboratorium elektro. Kalaupun ada kegiatan diluar kuliah, paling banter menghadiri kajian di masjid kampus itu pun sifatnya pasif.

Kesadaranku untuk aktif beroraganisasi justru muncul setelah wisuda akhir tahun 2000 di Malang, aku merasa perlu memperluas pergaulan dan pilihanku adalah organisasi Islam. Cuma aku bingung, organisasi apa yang harus aku ikuti.

Salafy, Jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir dan Pengajian mengenal Juz  adalah beberapa yang pernah mewarnai langkahku. Tapi semua itu belum bisa memuaskan dahagaku walau sudah berulang kali kubaca buku atau majalah dari mereka.

Sabtu, 09 Maret 2013

Gelar Konsolidasi: PKS Ingin Rebut Nomor 1 di Jakarta

Jakarta - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ingin kalah start dengan partai-partai pesaingnya. Hal itu nampak dari berbagai konsolidasi di daerah yang dilakukan langsung oleh Presiden PKS Anis Matta.

DKI Jakarta mendapatkan giliran konsilidasi dari partai berasaskan Islam tersebut, Sabtu (9/3/2013). Bahkan dalam pidatonya, Anis Matta mengimbau kepada ribuan kader yang memenuhi Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk kembali merebut tempat pertama seperti pada Pemilu 2004.

"Di Jakarta. Kita targetkan nomor 1. Kemarin turun kedua. Saya kira kader sekarang sudah lebih siap," ujar Anis.

PKS : Perempuan pioner suksesnya pembangunan nasional

imageJakarta, PKS Jateng Online—Hari perempuan sedunia yang jatuh pada hari Jum’at (8/3) menjadi hari yang menyejarah bagi para perempuan di seluruh dunia. Untuk itu, perempuan dianggap sebagai faktor terpenting perkembangan pembangunan di dunia, dan terkhusus di Indonesia. hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) komisi VIII dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa.

Ledia Hanifa menegaskan bahwa perempuan harus memiliki pendidikan yang layak, akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik serta peluang untuk mengoptimalkan potensinya. Hal ini guna memberi kontribusi terbaik bagi kemanusiaan.

PKS Menang, Pemilik Media Besar Malu Hingga Membungkam Informasi

Dakwatuna.Com - Beginilah jadinya ketika PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memenangkan pertempuran dalam pertarungan politiknya di beberapa pilkada (Jabar-Sumut). Terasa sangat jelas ketidakproporsionalan beberapa media, bahkan sekelas media besar.

Sepertinya memang ada agenda para pemilik media besar untuk membungkam informasi kemenangan PKS. Di beberapa media bahkan tidak ada sama sekali tema mengenai Pilkada Sumut, bisa dilihat di Jawa Post pada hari Jum’at tanggal 8 Maret 2013. Kita tidak menemukan berita di dalamnya yang memberitakan kemenangan PKS di Sumut. Padahal pilkada Sumut dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 (kemarin).

Ada indikasi para media mencoba untuk memboikot berbagai informasi mengenai kemenangan PKS.