Mohon maaf tanpa sedikitpun mengurangi rasa cinta dan ta'dzim, saya
ingin sedikit menyampaikan apa yang saya rasakan tentang apa yang
menimpa Bang FH.
Pertama tentu saya sedih dan berempati atas berita pemecatan Bang FH,
saya tak menyangka akan sejauh ini. Koq ya akhirnya "kriwikan dadi
grojogan".
Peristiwa ini membuka memori lama saya pada skala yang mungkin jauh
lebih kecil yaitu insiden pelengseran kami dulu dari PP KAMMI. Kala itu
juga lumayan gempar meskipun tak seheboh sekarang. Dan sedikit yang saya
ingat pasca itu Bang FH, beberapa senior dan para guru menyarankan kami
untuk lebih baik diam dan tak melawan. Sangat berat untuk mengendalikan
diri dan mengikuti saran itu karena kami merasa tidak bersalah.
Berkecamuk membara keinginan dalam dada untuk memberontak dan melawan.
Tapi ternyata perlahan kami akhirnya bisa mengikuti saran itu dan
memilih untuk diam, meskipun butuh waktu. Selama kurang lebih empat
tahun kami diam dan akhirnya waktu jualah yang menjawab dan membela
kebenaran yang dulu pernah kami yakini, setidaknya nama baik kami
di-recovery.
JAKARTA, (PRLM).- Hasil survei Lembaga Survei
Nasional (LSN) tentang elektabilitas partai massa berbasis Islam
mengalami penurunan ditanggapi serius oleh Ketua Dewan Pembina Pusat
(DPP) Bidang Perencanaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf.
Menurut Bukhori, partainya akan segera melakukan lompatan atau gerakan
besar untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat lagi kepada PKS.
"Survei elektorat tidak menjadi rukun iman bagi kami. Akan tetapi,
kita pun akan melakukan peningkatan kinerja yang membuat masyarakat
kembali percaya kepada kami," katanya kepada "PRLM", di sela-sela rapat
Komisi III, di Jakarta Rabu (27/6/12).
Ia mengungkapkan, PKS tetap percaya diri menghadapi Pemilu 2014,
meskipun survei LSN mengatakan telah terjadi penurunan elektabilitas
partai. "Saat ini kita pada tataran rapatkan barisan dan konsolidasi
internal," ucapnya.








